alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Hanya Sisakan Arang, Zakiah Tak Sempat Selamatkan Ijazah Anak

BANJARMASIN – Empat rumah di Jalan Kuin Selatan Gang Swarga Biru tersisa arang. Musibah kebakaran itu terjadi kemarin (14/7) sekitar pukul 08.30 Wita.

Menimpa permukiman padat penduduk dengan jalan sempit, relawan damkar perlu satu jam untuk menaklukkan si jago merah.

Tiga rumah lainnya juga terdampak, tapi hanya kerusakan ringan.

Favehotel Banjarmasin

Salah satu korban, Zakiah (45) tampak syok. “Asapnya pekat. Saya awalnya mengira tetangga membakar sampah,” ujarnya.

Ketika itu, ia sedang hendak memandikan cucunya yang baru tiga tahun. Anak menantunya sendiri masih tertidur di dalam kamar.

“Saya langsung membangunkan suami dan anak, sambil menggendong cucu. Kami bergegas keluar membawa badan saja,” tambahnya.

Ketika sudah tiba di tempat aman, baru Zakiah teringat dokumen penting. “Ijazah kedua anak saya. Walaupun sekolahnya cuma SMP, tapi membuat saya kepikiran. Cuma itu harta yang ingin saya selamatkan,” tutupnya.

Zakiah bahkan sempat nekat hendak menerobos api. Syukur warga mencegatnya.
Soal firasat buruk, ibu dua anak itu mengaku hanya mimpi buruk pada malam sebelumnya. “Tadi malam mimpi dikejar orang, mau dibunuh. Ketakutan sekali,” tukasnya.

Berbeda dengan Misran (52) yang ngontrak di seberang lokasi musibah. Ia sedang keluar rumah untuk mencari makan di Jalan Belitung Darat.

“Pas di warung, saya dengar orang cerita ada kebakaran di Kuin Selatan. Tapi saya melanjutkan makan. Tak mengira dekat sekali dengan kontrakan,” kisahnya.

Meski kontrakannya tak terbakar, kaca jendelanya pecah dan perabotnya basah terkena semprotan air. “Syukur alhamdulillah,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkap, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting.

“Keterangan saksi mata, api muncul dari lantai dua rumah milik Herliansyah,” ujarnya. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Empat rumah di Jalan Kuin Selatan Gang Swarga Biru tersisa arang. Musibah kebakaran itu terjadi kemarin (14/7) sekitar pukul 08.30 Wita.

Menimpa permukiman padat penduduk dengan jalan sempit, relawan damkar perlu satu jam untuk menaklukkan si jago merah.

Tiga rumah lainnya juga terdampak, tapi hanya kerusakan ringan.

Favehotel Banjarmasin

Salah satu korban, Zakiah (45) tampak syok. “Asapnya pekat. Saya awalnya mengira tetangga membakar sampah,” ujarnya.

Ketika itu, ia sedang hendak memandikan cucunya yang baru tiga tahun. Anak menantunya sendiri masih tertidur di dalam kamar.

“Saya langsung membangunkan suami dan anak, sambil menggendong cucu. Kami bergegas keluar membawa badan saja,” tambahnya.

Ketika sudah tiba di tempat aman, baru Zakiah teringat dokumen penting. “Ijazah kedua anak saya. Walaupun sekolahnya cuma SMP, tapi membuat saya kepikiran. Cuma itu harta yang ingin saya selamatkan,” tutupnya.

Zakiah bahkan sempat nekat hendak menerobos api. Syukur warga mencegatnya.
Soal firasat buruk, ibu dua anak itu mengaku hanya mimpi buruk pada malam sebelumnya. “Tadi malam mimpi dikejar orang, mau dibunuh. Ketakutan sekali,” tukasnya.

Berbeda dengan Misran (52) yang ngontrak di seberang lokasi musibah. Ia sedang keluar rumah untuk mencari makan di Jalan Belitung Darat.

“Pas di warung, saya dengar orang cerita ada kebakaran di Kuin Selatan. Tapi saya melanjutkan makan. Tak mengira dekat sekali dengan kontrakan,” kisahnya.

Meski kontrakannya tak terbakar, kaca jendelanya pecah dan perabotnya basah terkena semprotan air. “Syukur alhamdulillah,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkap, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting.

“Keterangan saksi mata, api muncul dari lantai dua rumah milik Herliansyah,” ujarnya. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/