alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Jangan Pakai Kantong Plastik, Pemko Banjarmasin Sebar Edaran Menghadapi Idul Adha

BANJARMASIN – Menyambut Idul Adha, Pemko Banjarmasin mengeluarkan surat edaran bernomor 660/0631/TL-DLH/VI/2021. Isinya, mengimbau agar masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik untuk membungkus daging kurban.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki menjelaskan, surat edaran itu dikeluarkan agar perayaan hari raya kurban di kota ini selaras dengan slogan pemko, ‘Barasih wan Nyaman’.

Maka, bila semula panitia ibadah kurban memakai kantong plastik untuk mengemas daging kurban, kini disarankan untuk menggunakan kantong ramah lingkungan seperti yang cassava.

Favehotel Banjarmasin

Umumnya, serat kantong ini diolah umbi-umbian atau berbahan organik. “Memang harganya agak mahal. Tapi ini sangat membantu mengurangi sampah plastik,” ujarnya kemarin (13/7).

Kalau toh panitia kurban tak bisa, sekurang-kurangnya, cukup gunakan satu lapis kresek.

“Bayangkan saja, untuk satu hewan kurban bisa menghasilkan 70 sampai 100 kupon. Artinya, segitu pula kantong plastik yang disiapkan. Itu baru satu hewan kurban,” tekannya.

“Lebih baik lagi jika warga yang menerima daging kurban membawa bakul purun atau wadahnya sendiri,” sarannya.

Di samping itu, Marzuki juga kembali mengingatkan warga agar tidak membuang jeroan atau limbah sisa hewan kurban ke sungai. Kebiasaan itu jelas mencemari sungai.

“Tahun lalu masih kami temukan limbah sisa hewan kurban yang dibuang ke sungai. Misalnya jeroan,” sesalnya.

Marzuki pun menyarankan agar panitia kurban lebih baik membungkusnya menggunakan karung dan dikubur ke dalam tanah.

“Kalau tidak mau mengubur juga, lebih baik buang ke TPS. Nanti akan diangkut petugas kebersihan. Dengan catatan harus dimasukkan ke dalam karung dan dibungkus dengan baik,” pintanya.

Agar cepat diangkut dan tak sampai menimbulkan bau tak sedap di TPS, DLH bakal menyiagakan petugas dan armada tambahan untuk menghadapi adanya kemungkinan lonjakan sampah.

“Penambahan volume sampah pasti terjadi. Walaupun kalau melihat tahun lalu, tidak akan terlalu signifikan,” tuntas Marzuki. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Menyambut Idul Adha, Pemko Banjarmasin mengeluarkan surat edaran bernomor 660/0631/TL-DLH/VI/2021. Isinya, mengimbau agar masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik untuk membungkus daging kurban.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki menjelaskan, surat edaran itu dikeluarkan agar perayaan hari raya kurban di kota ini selaras dengan slogan pemko, ‘Barasih wan Nyaman’.

Maka, bila semula panitia ibadah kurban memakai kantong plastik untuk mengemas daging kurban, kini disarankan untuk menggunakan kantong ramah lingkungan seperti yang cassava.

Favehotel Banjarmasin

Umumnya, serat kantong ini diolah umbi-umbian atau berbahan organik. “Memang harganya agak mahal. Tapi ini sangat membantu mengurangi sampah plastik,” ujarnya kemarin (13/7).

Kalau toh panitia kurban tak bisa, sekurang-kurangnya, cukup gunakan satu lapis kresek.

“Bayangkan saja, untuk satu hewan kurban bisa menghasilkan 70 sampai 100 kupon. Artinya, segitu pula kantong plastik yang disiapkan. Itu baru satu hewan kurban,” tekannya.

“Lebih baik lagi jika warga yang menerima daging kurban membawa bakul purun atau wadahnya sendiri,” sarannya.

Di samping itu, Marzuki juga kembali mengingatkan warga agar tidak membuang jeroan atau limbah sisa hewan kurban ke sungai. Kebiasaan itu jelas mencemari sungai.

“Tahun lalu masih kami temukan limbah sisa hewan kurban yang dibuang ke sungai. Misalnya jeroan,” sesalnya.

Marzuki pun menyarankan agar panitia kurban lebih baik membungkusnya menggunakan karung dan dikubur ke dalam tanah.

“Kalau tidak mau mengubur juga, lebih baik buang ke TPS. Nanti akan diangkut petugas kebersihan. Dengan catatan harus dimasukkan ke dalam karung dan dibungkus dengan baik,” pintanya.

Agar cepat diangkut dan tak sampai menimbulkan bau tak sedap di TPS, DLH bakal menyiagakan petugas dan armada tambahan untuk menghadapi adanya kemungkinan lonjakan sampah.

“Penambahan volume sampah pasti terjadi. Walaupun kalau melihat tahun lalu, tidak akan terlalu signifikan,” tuntas Marzuki. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/