alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Jembatan Alalak Disebut Tahan Gempa Hingga 100 Tahun

BANJARMASIN – Pembongkaran Jembatan Alalak 1 terus dilakukan. Alat berat berupa ekskavator sudah diturunkan. Pada 15 September mendatang, jembatan ini harus sudah selesai dibongkar.

Pembongkaran jembatan lama ini bukan perkara mudah. Pasalnya, beberapa bagian jembatan masih akan dimanfaatkan kembali oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banjarmasin. “Tak asal bongkar. Ada teknis khusus agar bagian yang bisa dimanfaatkan tak rusak,” ujar Deputi Proyek Manajer Jembatan Sungai Alalak, Fajrin kemarin.

Dia menyebut, sampai kemarin sejak hari pertama pembongkaran pada Kamis (8/7) lalu, kendala pekerjaan hampir tak ada. Hanya perlu kehatian-hatian lantaran berbarengan dengan pekerjaan Jembatan Sungai Alalak yang berada persis disampingnya. “Hanya terbagi konsentrasi saja. Tapi untuk pembongkaran ada tim kerja lain, jadi tak masalah. Semoga saja tak ada kendala sampai tuntas,” harapnya.

Favehotel Banjarmasin

Sebelumnya, pembongkaran jembatan lama ini tidak jadi satu kesatuan dengan kontrak kerja pembangunan Jembatan Sungai Alalak. Namun, seiring berjalan karena pekerjaan diadendum, pembongkaran jembatan lama pun dimasukkan ke kontrak kerja. “Makanya pembongkaran ini harus selesai juga saat Jembatan Sungai Alalak kontrak pekerjaan selesai pada 15 September nanti,” paparnya.

Jembatan lama ini sendiri memang harus dibongkar. Selain untuk mempercantik jembatan baru. Di bagian bawah oprit jembatan juga digunakan sebagai akses warga yang berada di area bawah jembatan. Akses jalan ini berada tepat di bagian oprit jembatan lama. “Di bagian oprit jembatan lama dibuat jalan penghubung di bawah jembatan baru. Otomatis jembatan lama pun harus dibersihkan,” terang Fajrin.

Pembangunan Jembatan Sungai Alalak sendiri, diyakini pada akhir Agustus mendatang sudah terhubung. Ketika itu pula beberapa bagian lain dirampungkan agar bisa dilakukan uji coba. “Pengaspalan akan kita kebut setelah jembatan tersambung. Saat ini sudah progres penyambungan. Semoga tak ada kendala dan sesuai rencana,” harapnya.

Jembatan Sungai Alalak dibangun dengan model cable stayed dan struktur melengkung sebagai rancang bentang utama jembatan. Jembatan didesain dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton. Selain itu, jembatan ini juga dipersiapkan dengan konstruksi tahan gempa dengan masa fungsi hingga 100 tahun.

Yang membuat jembatan ini terkesan megah, tiap bagian lantai utama jembatan akan dihubungkan dengan kabel baja. Ada sebanyak 24 kabel yang menggantung di bagian utama jembatan. “Tinggal menyisakan 9 meter agar terhubung dan 2 kabel sebagai penopang lantainya. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar tuntas tepat waktu,” tuturnya.

Meski nanti tuntas paling lambat pada 15 September mendatang. Namun, jembatan ini dipastikan belum bisa dilintasi untuk umum. Pasalnya, untuk bisa dilalui uji kelayakan terhadap jembatan ini harus dapat rekomendasi dan sertifikat layak fungsi jalan dari Kementerian PUPR. “Dituntaskan dulu. Setelah itu akan uji coba. Semoga saja setelahnya sertifikat layak fungsi cepat keluar sekaligus diresmikan,” tandasnya.

Di sisi lain, kemacetan di sekitar jembatan kembali terjadi usai ditutupnya Jembatan Alalak. Padahal sebelum ditutup karena dibongkar, pada pagi dan sore hari dibuka secara berkala untuk memecah kemacetan. Denny, salah seorang warga Handil Bakti mengatakan, kemacetan semakin sering terjadi pada akhir pekan. “Banyak warga provinsi tetangga juga keluar masuk Kalsel. Apalagi Jalan Cemara sebagai akses alternatif tak lebar,” tuturnya.

Meski kadang dongkol, dia cukup memaklumi kemacetan yang terjadi ini. Menurutnya, kemacetan ini suatu konsekuensi dari pekerjaan proyek untuk kemajuan daerah. “Mau bagaimana lagi. Tinggal penanganan saja agar tak terjadi kemacetan panjang,” katanya. (mof/tof/ema)

BANJARMASIN – Pembongkaran Jembatan Alalak 1 terus dilakukan. Alat berat berupa ekskavator sudah diturunkan. Pada 15 September mendatang, jembatan ini harus sudah selesai dibongkar.

Pembongkaran jembatan lama ini bukan perkara mudah. Pasalnya, beberapa bagian jembatan masih akan dimanfaatkan kembali oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banjarmasin. “Tak asal bongkar. Ada teknis khusus agar bagian yang bisa dimanfaatkan tak rusak,” ujar Deputi Proyek Manajer Jembatan Sungai Alalak, Fajrin kemarin.

Dia menyebut, sampai kemarin sejak hari pertama pembongkaran pada Kamis (8/7) lalu, kendala pekerjaan hampir tak ada. Hanya perlu kehatian-hatian lantaran berbarengan dengan pekerjaan Jembatan Sungai Alalak yang berada persis disampingnya. “Hanya terbagi konsentrasi saja. Tapi untuk pembongkaran ada tim kerja lain, jadi tak masalah. Semoga saja tak ada kendala sampai tuntas,” harapnya.

Favehotel Banjarmasin

Sebelumnya, pembongkaran jembatan lama ini tidak jadi satu kesatuan dengan kontrak kerja pembangunan Jembatan Sungai Alalak. Namun, seiring berjalan karena pekerjaan diadendum, pembongkaran jembatan lama pun dimasukkan ke kontrak kerja. “Makanya pembongkaran ini harus selesai juga saat Jembatan Sungai Alalak kontrak pekerjaan selesai pada 15 September nanti,” paparnya.

Jembatan lama ini sendiri memang harus dibongkar. Selain untuk mempercantik jembatan baru. Di bagian bawah oprit jembatan juga digunakan sebagai akses warga yang berada di area bawah jembatan. Akses jalan ini berada tepat di bagian oprit jembatan lama. “Di bagian oprit jembatan lama dibuat jalan penghubung di bawah jembatan baru. Otomatis jembatan lama pun harus dibersihkan,” terang Fajrin.

Pembangunan Jembatan Sungai Alalak sendiri, diyakini pada akhir Agustus mendatang sudah terhubung. Ketika itu pula beberapa bagian lain dirampungkan agar bisa dilakukan uji coba. “Pengaspalan akan kita kebut setelah jembatan tersambung. Saat ini sudah progres penyambungan. Semoga tak ada kendala dan sesuai rencana,” harapnya.

Jembatan Sungai Alalak dibangun dengan model cable stayed dan struktur melengkung sebagai rancang bentang utama jembatan. Jembatan didesain dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton. Selain itu, jembatan ini juga dipersiapkan dengan konstruksi tahan gempa dengan masa fungsi hingga 100 tahun.

Yang membuat jembatan ini terkesan megah, tiap bagian lantai utama jembatan akan dihubungkan dengan kabel baja. Ada sebanyak 24 kabel yang menggantung di bagian utama jembatan. “Tinggal menyisakan 9 meter agar terhubung dan 2 kabel sebagai penopang lantainya. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar tuntas tepat waktu,” tuturnya.

Meski nanti tuntas paling lambat pada 15 September mendatang. Namun, jembatan ini dipastikan belum bisa dilintasi untuk umum. Pasalnya, untuk bisa dilalui uji kelayakan terhadap jembatan ini harus dapat rekomendasi dan sertifikat layak fungsi jalan dari Kementerian PUPR. “Dituntaskan dulu. Setelah itu akan uji coba. Semoga saja setelahnya sertifikat layak fungsi cepat keluar sekaligus diresmikan,” tandasnya.

Di sisi lain, kemacetan di sekitar jembatan kembali terjadi usai ditutupnya Jembatan Alalak. Padahal sebelum ditutup karena dibongkar, pada pagi dan sore hari dibuka secara berkala untuk memecah kemacetan. Denny, salah seorang warga Handil Bakti mengatakan, kemacetan semakin sering terjadi pada akhir pekan. “Banyak warga provinsi tetangga juga keluar masuk Kalsel. Apalagi Jalan Cemara sebagai akses alternatif tak lebar,” tuturnya.

Meski kadang dongkol, dia cukup memaklumi kemacetan yang terjadi ini. Menurutnya, kemacetan ini suatu konsekuensi dari pekerjaan proyek untuk kemajuan daerah. “Mau bagaimana lagi. Tinggal penanganan saja agar tak terjadi kemacetan panjang,” katanya. (mof/tof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/