alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Mabuk Laut, Sapi Disuntik Vitamin

BANJARMASIN – Tak hanya manusia, sapi rupanya juga bisa mabuk laut.

Kemarin (12/7) siang, kesehatan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih diperiksa. Ini pemeriksaan rutin menjelang Idul Adha.

Dilaksanakan tim medik veteriner di Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin. Hasilnya, ditemukan banyak sapi yang kelelahan.

Favehotel Banjarmasin

“Selama pengiriman kena mabuk laut. Sampai di penampungan mengalami kelelahan. Vitamin diberikan untuk merangsang dan memulihkan staminanya,” ungkap drh Annang Dwijatmiko.

Ada pula sapi yang mengalami patah kaki. Alhasil, harus langsung disembelih. Karena tak memenuhi syarat fiqih untuk dikurbankan.

“Sapi yang patah kakinya tak bisa dijadikan hewan kurban. Jadi disembelih sesegeranya agar tak menimbulkan kerugian ekonomis,” jelas Annang.

Tak hanya RPH Basirih di Jalan Tembus Mantuil yang diperiksa. Tim DKP3 akan berkeliling ke tempat-tempat penjualan sapi di Banjarmasin.

Ia mengimbau para calon pembeli hewan kurban agar meminta surat keterangan sehat. Surat itu mengisyaratkan bahwa hewan sudah sehat, bebas penyakit dan layak dikurbankan.

“Penjual bisa meminta surat ke dinas atau petugas teknis yang sudah ditunjuk sebagai tim kesehatan hewan,” tambahnya.

Ditanya terkait kesehatan hewan kurban seperti apa yang perlu dicermati sebelum membeli, Annang bersedia membeberkannya.

Dari segi fisik, hewan dapat berdiri kokoh. Ekornya aktif, matanya cerah, hidungnya basah, tanduknya utuh, serta telinganya tidak cacat. “Termasuk testisnya, lengkap tidak cacat,” tuntasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DKP3 Banjarmasin, M Makhmud menjamin, stok hewan kurban sudah mencukupi kebutuhan umat Islam di Banjarmasin untuk merayakan Idul Adha.

Apalagi pasokan dari Nusa Tenggara Barat dan Timur diperkirakan akan tiba pekan depan. “Kami pastikan stok hewan kurban di Banjarmasin aman,” tegasnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Tak hanya manusia, sapi rupanya juga bisa mabuk laut.

Kemarin (12/7) siang, kesehatan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih diperiksa. Ini pemeriksaan rutin menjelang Idul Adha.

Dilaksanakan tim medik veteriner di Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin. Hasilnya, ditemukan banyak sapi yang kelelahan.

Favehotel Banjarmasin

“Selama pengiriman kena mabuk laut. Sampai di penampungan mengalami kelelahan. Vitamin diberikan untuk merangsang dan memulihkan staminanya,” ungkap drh Annang Dwijatmiko.

Ada pula sapi yang mengalami patah kaki. Alhasil, harus langsung disembelih. Karena tak memenuhi syarat fiqih untuk dikurbankan.

“Sapi yang patah kakinya tak bisa dijadikan hewan kurban. Jadi disembelih sesegeranya agar tak menimbulkan kerugian ekonomis,” jelas Annang.

Tak hanya RPH Basirih di Jalan Tembus Mantuil yang diperiksa. Tim DKP3 akan berkeliling ke tempat-tempat penjualan sapi di Banjarmasin.

Ia mengimbau para calon pembeli hewan kurban agar meminta surat keterangan sehat. Surat itu mengisyaratkan bahwa hewan sudah sehat, bebas penyakit dan layak dikurbankan.

“Penjual bisa meminta surat ke dinas atau petugas teknis yang sudah ditunjuk sebagai tim kesehatan hewan,” tambahnya.

Ditanya terkait kesehatan hewan kurban seperti apa yang perlu dicermati sebelum membeli, Annang bersedia membeberkannya.

Dari segi fisik, hewan dapat berdiri kokoh. Ekornya aktif, matanya cerah, hidungnya basah, tanduknya utuh, serta telinganya tidak cacat. “Termasuk testisnya, lengkap tidak cacat,” tuntasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DKP3 Banjarmasin, M Makhmud menjamin, stok hewan kurban sudah mencukupi kebutuhan umat Islam di Banjarmasin untuk merayakan Idul Adha.

Apalagi pasokan dari Nusa Tenggara Barat dan Timur diperkirakan akan tiba pekan depan. “Kami pastikan stok hewan kurban di Banjarmasin aman,” tegasnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/