alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Masih Pandemi, Kasus Narkoba Mulai Naik di Banjarbaru

BANJARBARU – Pandemi Covid-19 tak membuat penyalahgunaan narkoba praktis hilang. Bahkan disebut-sebut, situasi pandemi mulai dimanfaatkan para pelaku peredaran barang haram ini untuk melancarkan bisnisnya.

Tren penyalahgunaan narkoba di Banjarbaru disebut juga bisa dikatakan terpantau naik. Setidaknya kenaikan atau peningkatan ini terjadi ketika dibandingkan dengan data tahun 2020 lalu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru, AKBP Agus Lukito tak menampik perkembangan ini. Kemarin (9/7) pagi di acara senam bersama dalam rangkaian kegiatan pasca Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, ia sangat menekankan pentingnya mencegah barang haram ini.

Favehotel Banjarmasin

“Bertepatan di momentum acara HANI 2021 ini kita kembali sampaikan bahwa bahaya narkoba ini luar biasa. Dia ada di mana-mana, termasuk di sekitar kita,” kata AKBP Agus Lukito seusia senam sehat bersama kemarin.

Dilanjutnya, dari data pembaharuan yang mereka kantongi terakhir ini. Agus menyebut dari seksi pemberantasan sudah ada lima kasus yang diungkap hingga pertengahan tahun ini.

“Di tempat kita (BNNK Banjarbaru) tahun 2020 lalu hanya ada lima kasus, sekarang pertengahan tahun ini sudah ada lima kasus. Jadi kita tidak bisa menyatakan kita zero atau tidak ada narkoba, barang ini ada dimana-mana,” katanya.

Kemudian, dari sisi rehabilitasi yang dilayani BNNK Banjarbaru, sekarang kata Agus setidaknya ada kurang lebih 40 pasien yang mereka tangani. Dan angka ini katanya bersifat dinamis, kadang naik kadang turun.

“Mereka yang kita rawat rata-rata usia produktif, bahkan sampai ada yang harus kita kirim ke balai Rehabilitasi di Tanah Merah Kaltim untuk penanganan lebih lanjut,” bebernya.

Terkait terpantau mulai naik trennya ini, Agus menegaskan bahwa penanganan kasus atau potensi penyalahgunaan narkoba ini tak hanya sekadar dari sisi pengungkapan saja. Melainkan katanya juga adalah upaya mitigasi secara dini.

“Sama seperti di acara senam sehat kita dalam rangka HANI 2021 tadi, saya selalu rutin tekankan kepada pegawai dan rekan-rekan semua agar menyatakan perang melawan narkoba, ini harus dihadapi bersama-sama,” pintanya.

Sebagai informasi, Agus menceritakan jika sebelumnya BNNK Banjarbaru turut menggelar sejumlah rangkaian HANI 2021. Mulai dari pra acara, puncak acara hingga pasca acara.

“Untuk Acara senam sehat ini merupakan pasca HANI 2021 yang dimaksudkan sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh pegawai agar optimal bekerja, terlebih di bawah ancaman penularan virus corona,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Pandemi Covid-19 tak membuat penyalahgunaan narkoba praktis hilang. Bahkan disebut-sebut, situasi pandemi mulai dimanfaatkan para pelaku peredaran barang haram ini untuk melancarkan bisnisnya.

Tren penyalahgunaan narkoba di Banjarbaru disebut juga bisa dikatakan terpantau naik. Setidaknya kenaikan atau peningkatan ini terjadi ketika dibandingkan dengan data tahun 2020 lalu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru, AKBP Agus Lukito tak menampik perkembangan ini. Kemarin (9/7) pagi di acara senam bersama dalam rangkaian kegiatan pasca Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, ia sangat menekankan pentingnya mencegah barang haram ini.

Favehotel Banjarmasin

“Bertepatan di momentum acara HANI 2021 ini kita kembali sampaikan bahwa bahaya narkoba ini luar biasa. Dia ada di mana-mana, termasuk di sekitar kita,” kata AKBP Agus Lukito seusia senam sehat bersama kemarin.

Dilanjutnya, dari data pembaharuan yang mereka kantongi terakhir ini. Agus menyebut dari seksi pemberantasan sudah ada lima kasus yang diungkap hingga pertengahan tahun ini.

“Di tempat kita (BNNK Banjarbaru) tahun 2020 lalu hanya ada lima kasus, sekarang pertengahan tahun ini sudah ada lima kasus. Jadi kita tidak bisa menyatakan kita zero atau tidak ada narkoba, barang ini ada dimana-mana,” katanya.

Kemudian, dari sisi rehabilitasi yang dilayani BNNK Banjarbaru, sekarang kata Agus setidaknya ada kurang lebih 40 pasien yang mereka tangani. Dan angka ini katanya bersifat dinamis, kadang naik kadang turun.

“Mereka yang kita rawat rata-rata usia produktif, bahkan sampai ada yang harus kita kirim ke balai Rehabilitasi di Tanah Merah Kaltim untuk penanganan lebih lanjut,” bebernya.

Terkait terpantau mulai naik trennya ini, Agus menegaskan bahwa penanganan kasus atau potensi penyalahgunaan narkoba ini tak hanya sekadar dari sisi pengungkapan saja. Melainkan katanya juga adalah upaya mitigasi secara dini.

“Sama seperti di acara senam sehat kita dalam rangka HANI 2021 tadi, saya selalu rutin tekankan kepada pegawai dan rekan-rekan semua agar menyatakan perang melawan narkoba, ini harus dihadapi bersama-sama,” pintanya.

Sebagai informasi, Agus menceritakan jika sebelumnya BNNK Banjarbaru turut menggelar sejumlah rangkaian HANI 2021. Mulai dari pra acara, puncak acara hingga pasca acara.

“Untuk Acara senam sehat ini merupakan pasca HANI 2021 yang dimaksudkan sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh pegawai agar optimal bekerja, terlebih di bawah ancaman penularan virus corona,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/