alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Cemburu, Istri Dibunuh

TANJUNG – Desa Takulat, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong geger. Selasa (6/7) terjadi pembunuhan. Seorang suami menghabisi nyawa istrinya, diduga karena terbakar api cemburu. 

Dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dilakukan  dengan memukulkan batu ke bagian kepala korban. Keluarga dan warga yang mengetahui peristiwa ini bergegas lapor ke Polsek Kelua.

Personel gabungan Polres Tabalong bersama Polsek Kelua yang dipimpin Kasatreskrim Polres Tabalong AKP Trisna Agus Brata langsung menuju tempat kejadian perkara. 

Favehotel Banjarmasin

Sejengkal demi sejengkal mereka menggelar penyelidikan dengan menurunkan tim Inafis. Lokasi kejadian langsung dipasang digaris polisi. 

Kisah yang berhasil dikumpulkan petugas di lokasi kejadian dan menyita barang bukti batu yang menjadi alat membunuh. Pakaian korban warna abu-abu berbercak darah tak luput diamankan.

Muhammad Irfansyah (26), warga Takulat diduga menghabisi nyawa istrinya, Widiyanti (22). “Ia sudah berada di Polres Tabalong dan menjalani proses pemeriksaan,” kata Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori melalui Kasubbaghumas Iptu Mujiono. 

Dari pengakuan Irfansyah, ia mengaku terbakar api cemburu. Tersangka curiga istrinya selingkuh dengan laki-laki lain.  

Dugaan perselingkuhan awalnya ketika permasalahan rumah tangga terjadi, Senin (5/7/) malam. Korban menginap di rumah paman pelaku untuk menenangkan diri. Berselang tiga puluh menit, datang sang suami. Widiyanti tidur di dalam kamar. Sedangkan Irfansyah di ruang keluarga.

Dini hari, salah satu keluarga terbangun. Kedua pasangan itu kembali berseteru hebat di dalam kamar. Mau melerai, namun pintu kamar terkunci dari dalam. 

Mengetahui pertengkaran semakin menjadi, keluarga mendobrak pintu dan melihat pertikaian fisik terjadi. Widiyanti ternyata sudah terluka akibat pukulan batu pada bagian belakang kepala.

Korban tidak bisa terselamatkan dan meninggal dunia di tempat, dengan posisi terlentang. Warga dan keluarga bergegas melarikannya ke Puskesmas Kelua.  Sedangkan Irfansyah seperti linglung. Ia kemudian diserahkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada sang istri. (ibn)

TANJUNG – Desa Takulat, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong geger. Selasa (6/7) terjadi pembunuhan. Seorang suami menghabisi nyawa istrinya, diduga karena terbakar api cemburu. 

Dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dilakukan  dengan memukulkan batu ke bagian kepala korban. Keluarga dan warga yang mengetahui peristiwa ini bergegas lapor ke Polsek Kelua.

Personel gabungan Polres Tabalong bersama Polsek Kelua yang dipimpin Kasatreskrim Polres Tabalong AKP Trisna Agus Brata langsung menuju tempat kejadian perkara. 

Favehotel Banjarmasin

Sejengkal demi sejengkal mereka menggelar penyelidikan dengan menurunkan tim Inafis. Lokasi kejadian langsung dipasang digaris polisi. 

Kisah yang berhasil dikumpulkan petugas di lokasi kejadian dan menyita barang bukti batu yang menjadi alat membunuh. Pakaian korban warna abu-abu berbercak darah tak luput diamankan.

Muhammad Irfansyah (26), warga Takulat diduga menghabisi nyawa istrinya, Widiyanti (22). “Ia sudah berada di Polres Tabalong dan menjalani proses pemeriksaan,” kata Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori melalui Kasubbaghumas Iptu Mujiono. 

Dari pengakuan Irfansyah, ia mengaku terbakar api cemburu. Tersangka curiga istrinya selingkuh dengan laki-laki lain.  

Dugaan perselingkuhan awalnya ketika permasalahan rumah tangga terjadi, Senin (5/7/) malam. Korban menginap di rumah paman pelaku untuk menenangkan diri. Berselang tiga puluh menit, datang sang suami. Widiyanti tidur di dalam kamar. Sedangkan Irfansyah di ruang keluarga.

Dini hari, salah satu keluarga terbangun. Kedua pasangan itu kembali berseteru hebat di dalam kamar. Mau melerai, namun pintu kamar terkunci dari dalam. 

Mengetahui pertengkaran semakin menjadi, keluarga mendobrak pintu dan melihat pertikaian fisik terjadi. Widiyanti ternyata sudah terluka akibat pukulan batu pada bagian belakang kepala.

Korban tidak bisa terselamatkan dan meninggal dunia di tempat, dengan posisi terlentang. Warga dan keluarga bergegas melarikannya ke Puskesmas Kelua.  Sedangkan Irfansyah seperti linglung. Ia kemudian diserahkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada sang istri. (ibn)

Most Read

Artikel Terbaru

/