alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Kuota Disabilitas CPNS Pemprov Kalsel Hanya 8 Orang

BANJARMASIN – Website seleksi CPNS dan PPPK Pemprov Kalsel baru bisa dibuka kemarin. Sedianya sesuai jadwal, pengumuman seleksi sudah bisa diakses dan dilihat masyarakat pada 30 Juni tadi. Meski demikian, website tak mengalami kendala begitu diakses. 

Tahun ini meski difasilitasi, penyandang disabilitas porsinya masih terbilang kecil. Khusus di seleksi CPNS, kuotanya hanya 8 orang. Itu pun hanya di formasi tenaga teknis. Porsi besar hanya ada di jalur PPPK. Penyandang disabilitas boleh melamar di jabatan fungsional.

Selain disediakan formasi khusus untuk penyandang disabilitas. Formasi khusus juga disediakan untuk lulusan S1 dengan nilai cumlaude atau IPK minimal 3,51. “Tahun ini di CPNS ada 11 orang disediakan untuk formasi khusus, 3 orang cumlaude dan 8 orang penyandang disabiltas. Semuanya untuk tenaga teknis,” beber Kepala Badan Kepegawaian Kalsel, Sulkan.

Favehotel Banjarmasin

Dia menerangkan, penyandang disabilitas dapat melamar pada formasi umum atau formasi khusus selain formasi disabilitas yang tersedia. Delapan formasi khusus untuk disabilitas tersebut terdapat di Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan sebanyak 4 formasi; dua di Dinas Sosial, satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan satu di Badan Kepegawaian Daerah.

Sementara tiga jatah cumlaude terdapat di Dinas Sosial dengan jumlah dua formasi, serta satu di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyandang disabilitas wajib menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan penyandang disabilitas, yang dibuktikan dengan dokumen/surat keterangan resmi yang berlaku dari dokter rumah sakit pemerintah/puskesmas yang ditandatangani oleh dokter PNS yang menyatakan jenis dan tingkat/derajat kedisabilitasannya.

Pendaftaran sendiri dilakukan secara online. Dibuka sejak 30 Juni tadi, pendaftaran akan berakhir pada 21 Juli mendatang. “Pendaftaran sama seperti tahun lalu, dari memasukkan NIK, alamat e-mail dan NIK Kepala Keluarga/Nomor Kartu Keluarga, dan menentukan instansi mana yang ingin dilamar, hingga pelamar mengunggah swafoto dengan kartu identitas dan kartu informasi akun,” papar Sulkan.

Sementara, jika seleksi CPNS tahun 2019 lalu pendaftaran tak semuanya dilakukan online, atau berkas dikirimkan melalui PT POS. Pada seleksi tahun ini semuanya full online, tak ada lagi berkas yang dikirimkan ke BKD Kalsel. “Semuanya online, kan masih pandemi,” tambah Kasubdit Bampek BKD Kalsel, Hendra Saputra kemarin.

Dengan sistem full online ini sebutnya, pihaknya belum bisa mengetahui jumlah pelamar yang sudah mendaftar. Pasalnya, pihaknua masih belum bisa mengakses website BKN yang khusus melihat jumlah pelamar. “Besok (hari ini) kami tanya ke BKN Kalsel soal ini,” ujarnya.

Meski belum tahu berapa jumlah pelamar sampai hari kedua kemarin, namun dia memastikan sudah ada yang mulai menyiapkan dokumen persyaratan. Contohnya terang Hendra, sudah ada yang bertanya mengenai tata cara pendaftaran. “Ada juga yang bingung karena identitas seperti NIK mereka malah sudah terdaftar sebagai ASN,” bebernya.

Untuk diketahui, pada seleksi CPNS dan PPPK tahun ini, Pemprov Kalsel kebagian jatah sebanyak 2.327 formasi. Khusus CPNS jumlahnya sebanyak 421 formasi. Sedangkan PPPK lebih banyak, yakni sebanyak 1.906 formasi. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Website seleksi CPNS dan PPPK Pemprov Kalsel baru bisa dibuka kemarin. Sedianya sesuai jadwal, pengumuman seleksi sudah bisa diakses dan dilihat masyarakat pada 30 Juni tadi. Meski demikian, website tak mengalami kendala begitu diakses. 

Tahun ini meski difasilitasi, penyandang disabilitas porsinya masih terbilang kecil. Khusus di seleksi CPNS, kuotanya hanya 8 orang. Itu pun hanya di formasi tenaga teknis. Porsi besar hanya ada di jalur PPPK. Penyandang disabilitas boleh melamar di jabatan fungsional.

Selain disediakan formasi khusus untuk penyandang disabilitas. Formasi khusus juga disediakan untuk lulusan S1 dengan nilai cumlaude atau IPK minimal 3,51. “Tahun ini di CPNS ada 11 orang disediakan untuk formasi khusus, 3 orang cumlaude dan 8 orang penyandang disabiltas. Semuanya untuk tenaga teknis,” beber Kepala Badan Kepegawaian Kalsel, Sulkan.

Favehotel Banjarmasin

Dia menerangkan, penyandang disabilitas dapat melamar pada formasi umum atau formasi khusus selain formasi disabilitas yang tersedia. Delapan formasi khusus untuk disabilitas tersebut terdapat di Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan sebanyak 4 formasi; dua di Dinas Sosial, satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan satu di Badan Kepegawaian Daerah.

Sementara tiga jatah cumlaude terdapat di Dinas Sosial dengan jumlah dua formasi, serta satu di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyandang disabilitas wajib menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan penyandang disabilitas, yang dibuktikan dengan dokumen/surat keterangan resmi yang berlaku dari dokter rumah sakit pemerintah/puskesmas yang ditandatangani oleh dokter PNS yang menyatakan jenis dan tingkat/derajat kedisabilitasannya.

Pendaftaran sendiri dilakukan secara online. Dibuka sejak 30 Juni tadi, pendaftaran akan berakhir pada 21 Juli mendatang. “Pendaftaran sama seperti tahun lalu, dari memasukkan NIK, alamat e-mail dan NIK Kepala Keluarga/Nomor Kartu Keluarga, dan menentukan instansi mana yang ingin dilamar, hingga pelamar mengunggah swafoto dengan kartu identitas dan kartu informasi akun,” papar Sulkan.

Sementara, jika seleksi CPNS tahun 2019 lalu pendaftaran tak semuanya dilakukan online, atau berkas dikirimkan melalui PT POS. Pada seleksi tahun ini semuanya full online, tak ada lagi berkas yang dikirimkan ke BKD Kalsel. “Semuanya online, kan masih pandemi,” tambah Kasubdit Bampek BKD Kalsel, Hendra Saputra kemarin.

Dengan sistem full online ini sebutnya, pihaknya belum bisa mengetahui jumlah pelamar yang sudah mendaftar. Pasalnya, pihaknua masih belum bisa mengakses website BKN yang khusus melihat jumlah pelamar. “Besok (hari ini) kami tanya ke BKN Kalsel soal ini,” ujarnya.

Meski belum tahu berapa jumlah pelamar sampai hari kedua kemarin, namun dia memastikan sudah ada yang mulai menyiapkan dokumen persyaratan. Contohnya terang Hendra, sudah ada yang bertanya mengenai tata cara pendaftaran. “Ada juga yang bingung karena identitas seperti NIK mereka malah sudah terdaftar sebagai ASN,” bebernya.

Untuk diketahui, pada seleksi CPNS dan PPPK tahun ini, Pemprov Kalsel kebagian jatah sebanyak 2.327 formasi. Khusus CPNS jumlahnya sebanyak 421 formasi. Sedangkan PPPK lebih banyak, yakni sebanyak 1.906 formasi. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/