alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

PSK Masih ada Karena Diterima Warga

BANJARBARU – Bisnis prostitusi di Banjarbaru kembali nampak. Dalam beberapa pekan terakhir petugas semakin sering menangkap pekerja seks komersial (PSK). Baik itu berasal dari prostitusi online, maupun offline.

Melihat fakta ini, Satpol PP Banjarbaru mengklaim telah menggencarkan patroli untuk memberantas aktivitas terlarang tersebut.

Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui Seksi Opsdal Yanto Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya melakukan patroli tiga kali sehari di sejumlah eks lokalisasi. Baik itu di Pembatuan dan Batubesi, Kecamatan Landasan Ulin.

Favehotel Banjarmasin

“Kami akui tahun lalu patroli kami longgar, karena fokus ke patroli protokol kesehatan. Tapi dalam sebulan terakhir patroli prostitusi kembali kami gencarkan,” katanya, kemarin.

Namun sayangnya, dia mengungkapkan, upaya mereka menjauhkan Banjarbaru dari aktivitas prostitusi masih terkendala dengan masih diterimanya PSK masuk ke Pembatuan.

“Warga sekitar masih mengontrakkan rumah untuk para PSK. Sehingga, masih ada PSK yang beroperasi di Pembantuan,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya tetap tidak kehilangan semangat untuk terus menggelar patroli. “Apalagi dengan adanya temuan PSK yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kami akan semakin gencar patroli,” ucap Yanto.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, selain Satpol PP yang gencar melakukan patroli, pihaknya juga berkoodinasi dengan Polres Banjarbaru untuk menggelar razia. “Terbukti seminggu yang lalu ada 12 yang tertangkap razia dan beberapa orang termasuk di bawah umur,” paparnya.

Sebelumnya, belasan remaja diangkut tim dari UKL Sabhara Polres Banjarbaru pada Minggu (20/6) lalu. Mereka digaruk lantaran terlibat dalam praktik prostitusi online di wilayah Kota Idaman.

Dari keterangan kepolisian, total ada 12 remaja yang telah diamankan. Mirisnya, separo di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur. Sementara sisanya masuk kategori remaja dan dewasa.

“Ini bermula ketika kita mendapat laporan dari telpon 110 serta aplikasi Cangkal bahwa ada dugaan aktivitas prostitusi online. Setelah mendapat aduan, tim langsung menuju lokasi yang dilaporkan,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbag Humas Polres, AKP Tajuddin Noor.

Tepat sekira pukul 12.30 Wita pada Minggu (20/6) siang. Tim melakukan penggerebekan di lokasi yang ditarget. Dan benar saja, di lokasi yang merupakan indekos ini didapati sejumlah remaja sedang berkumpul dan dikaitkan dengan praktik prostitusi online.

“Total ada dua tempat yang disambangi, yakni di wilayah Sidomulyo 3 dan di Jalan Guntung Paring. Semuanya total ada 12 orang dan langsung kita bawa ke Mapolres Banjarbaru untuk dimintai keterangan,” kata Tajuddin.

Setelah itu, giat operasi yang dilaksanakan Polsek Banjarbaru Barat Senin (28/6) malam berhasil menjaring delapan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan itu.

Razia bertajuk operasi penyakit masyarakat (pekat) ini dipimpin langsung Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung dan Kanit Reskrim AKP Slamet Raharjo beserta jajarannya.

Adapun delapan PSK yang diamankan masing-masing berinisial NM (32), M (22), CO (27), SH (40), H (26), F (36), W (28), dan N (27). Mereka terciduk tengah melakukan aktivitas prostitusi di sejumlah warung di kawasan eks Lokalisasi Pembatuan atau tepat di Gang 1, Jalan Kenanga.

Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Barat, AKP Slamet Raharjo mengatakan, saat diciduk para PSK itu bahkan ada yang sedang berhubungan ranjang di dalam kamar. “Ada juga dari mereka yang sedang menunggu pelanggan,” katanya.

Dia mengungkapkan, usai diamankan selanjutnya delapan PSK tersebut digelandang ke Mapolsek Banjarbaru Barat untuk proses lebih lanjut. “Merek dijadwalkan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Banjarbaru,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi, disampaikan Slamet, rata-rata PSK mematok tarif yang sama dalam melayani pria hidung belang. “Tarif mereka sama-sama Rp150 ribu untuk sekali main,” pungkasnya. (ris/ran/ema) 

BANJARBARU – Bisnis prostitusi di Banjarbaru kembali nampak. Dalam beberapa pekan terakhir petugas semakin sering menangkap pekerja seks komersial (PSK). Baik itu berasal dari prostitusi online, maupun offline.

Melihat fakta ini, Satpol PP Banjarbaru mengklaim telah menggencarkan patroli untuk memberantas aktivitas terlarang tersebut.

Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui Seksi Opsdal Yanto Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya melakukan patroli tiga kali sehari di sejumlah eks lokalisasi. Baik itu di Pembatuan dan Batubesi, Kecamatan Landasan Ulin.

Favehotel Banjarmasin

“Kami akui tahun lalu patroli kami longgar, karena fokus ke patroli protokol kesehatan. Tapi dalam sebulan terakhir patroli prostitusi kembali kami gencarkan,” katanya, kemarin.

Namun sayangnya, dia mengungkapkan, upaya mereka menjauhkan Banjarbaru dari aktivitas prostitusi masih terkendala dengan masih diterimanya PSK masuk ke Pembatuan.

“Warga sekitar masih mengontrakkan rumah untuk para PSK. Sehingga, masih ada PSK yang beroperasi di Pembantuan,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya tetap tidak kehilangan semangat untuk terus menggelar patroli. “Apalagi dengan adanya temuan PSK yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kami akan semakin gencar patroli,” ucap Yanto.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, selain Satpol PP yang gencar melakukan patroli, pihaknya juga berkoodinasi dengan Polres Banjarbaru untuk menggelar razia. “Terbukti seminggu yang lalu ada 12 yang tertangkap razia dan beberapa orang termasuk di bawah umur,” paparnya.

Sebelumnya, belasan remaja diangkut tim dari UKL Sabhara Polres Banjarbaru pada Minggu (20/6) lalu. Mereka digaruk lantaran terlibat dalam praktik prostitusi online di wilayah Kota Idaman.

Dari keterangan kepolisian, total ada 12 remaja yang telah diamankan. Mirisnya, separo di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur. Sementara sisanya masuk kategori remaja dan dewasa.

“Ini bermula ketika kita mendapat laporan dari telpon 110 serta aplikasi Cangkal bahwa ada dugaan aktivitas prostitusi online. Setelah mendapat aduan, tim langsung menuju lokasi yang dilaporkan,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbag Humas Polres, AKP Tajuddin Noor.

Tepat sekira pukul 12.30 Wita pada Minggu (20/6) siang. Tim melakukan penggerebekan di lokasi yang ditarget. Dan benar saja, di lokasi yang merupakan indekos ini didapati sejumlah remaja sedang berkumpul dan dikaitkan dengan praktik prostitusi online.

“Total ada dua tempat yang disambangi, yakni di wilayah Sidomulyo 3 dan di Jalan Guntung Paring. Semuanya total ada 12 orang dan langsung kita bawa ke Mapolres Banjarbaru untuk dimintai keterangan,” kata Tajuddin.

Setelah itu, giat operasi yang dilaksanakan Polsek Banjarbaru Barat Senin (28/6) malam berhasil menjaring delapan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan itu.

Razia bertajuk operasi penyakit masyarakat (pekat) ini dipimpin langsung Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung dan Kanit Reskrim AKP Slamet Raharjo beserta jajarannya.

Adapun delapan PSK yang diamankan masing-masing berinisial NM (32), M (22), CO (27), SH (40), H (26), F (36), W (28), dan N (27). Mereka terciduk tengah melakukan aktivitas prostitusi di sejumlah warung di kawasan eks Lokalisasi Pembatuan atau tepat di Gang 1, Jalan Kenanga.

Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Barat, AKP Slamet Raharjo mengatakan, saat diciduk para PSK itu bahkan ada yang sedang berhubungan ranjang di dalam kamar. “Ada juga dari mereka yang sedang menunggu pelanggan,” katanya.

Dia mengungkapkan, usai diamankan selanjutnya delapan PSK tersebut digelandang ke Mapolsek Banjarbaru Barat untuk proses lebih lanjut. “Merek dijadwalkan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Banjarbaru,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi, disampaikan Slamet, rata-rata PSK mematok tarif yang sama dalam melayani pria hidung belang. “Tarif mereka sama-sama Rp150 ribu untuk sekali main,” pungkasnya. (ris/ran/ema) 

Most Read

Artikel Terbaru

/