alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 6 July 2022

PPDB SMA Berakhir, Masih Banyak Kuota di Jalur Pindahan

BANJARMASIN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA berakhir kemarin. Dari tiga jalur penerimaan, hanya jalur zonasi dan afirmasi yang kuotanya terpenuhi. Sisanya, jalur pindahan dan prestasi masih banyak kursi kosong.

Minimnya pelamar di dua jalur ini dibandingkan dengan jalur zonasi dan afirmasi, diakui Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kalsel, Tumiran. Bahkan sebutnya, khusus jalur zonasi pemintanya sangat tinggi dan melebihi kuota di tiap sekolah.

Contoh minimnya pelamar di jalur pindah tugas orang tua seperti di SMAN 2 Banjarmasin. Sampai pukul 16.00 Wita berakhirnya pendaftaran PPDB kemarin, pelamar yang memasukkan berkas pendaftaran hanya 11 orang. Padahal, kuota jalur ini yang disediakan di SMAN 2 Banjarmasin, jumlahnya sebanyak 18 peserta didik.

Hal serupa juga terdapat di SMAN 5 Banjarmasin. Dari kuota sebanyak 14 peserta didik, sampai kemarin hanya dua pelamar di jalur ini yang terverifikasi. Minimnya pelamar di jalur ini juga terjadi di sekolah pinggiran. Seperti di SMAN 11 Banjarmasin. Dari kuota 11 peserta didik, hanya 2 orang yang melamar.

Tidak hanya di SMAN 11 Banjarmasin, minim calon peserta didik di jalur pindahan juga terdapat di SMAN 13 Banjarmasin. Di sekolah yang beralamat di Jalan Setia Banjarmasin Selatan ini hanya satu siswa yang mendaftar dari kuota 11 kursi.

Dikatakan Tumiran, sepinya peminat di jalur perpindahan orang tua di PPDB tahun ini lantaran memang tak banyak orang tua yang pindah pekerjaan. “Faktonya ini, kalau banyak yang pindah otomatis akan banyak juga peminat,” tuturnya.

Tak hanya sepi peminat di jalur pindahan orang tua di PPDB tahun ini, di jalur prestasi nilai rapor pun masih ada sekolah yang belum memenuhi kuotanya. Contohnya di SMAN 10 Banjarmasin. Dari kuota sebanyak 29 peserta didik, sampai kemarin hanya dilamar sebanyak 25 orang. Begitu pula di SMAN 13 Banjarmasin, kursi kosong masih tersisa sebanyak empat orang dari sebanyak 34 kuota.

Lalu bagimana mengisi kekosongan tersebut? Tumiran mengatakan, nantinya pendaftar di jalur zonasi yang jumlahnya besar akan mengisi kekosongan di dua jalur itu.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel untuk membahas hal ini sebelum pengumuman kelulusan. Pengumuman kelulusan sendiri akan disampaikan pada Jumat (2/7) besok. “Besok (hari ini) akan diputuskan kembali,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi mengatakan jika kuota di jalur pindahan orang tua belum penuh, maka dapat diisi melalui jalur zonasi. “Jalur zonasi bisa ditambah karena diaturan minimal 50 persen dari kuota di sekolah,” terang Yusuf kemarin. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA berakhir kemarin. Dari tiga jalur penerimaan, hanya jalur zonasi dan afirmasi yang kuotanya terpenuhi. Sisanya, jalur pindahan dan prestasi masih banyak kursi kosong.

Minimnya pelamar di dua jalur ini dibandingkan dengan jalur zonasi dan afirmasi, diakui Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kalsel, Tumiran. Bahkan sebutnya, khusus jalur zonasi pemintanya sangat tinggi dan melebihi kuota di tiap sekolah.

Contoh minimnya pelamar di jalur pindah tugas orang tua seperti di SMAN 2 Banjarmasin. Sampai pukul 16.00 Wita berakhirnya pendaftaran PPDB kemarin, pelamar yang memasukkan berkas pendaftaran hanya 11 orang. Padahal, kuota jalur ini yang disediakan di SMAN 2 Banjarmasin, jumlahnya sebanyak 18 peserta didik.

Hal serupa juga terdapat di SMAN 5 Banjarmasin. Dari kuota sebanyak 14 peserta didik, sampai kemarin hanya dua pelamar di jalur ini yang terverifikasi. Minimnya pelamar di jalur ini juga terjadi di sekolah pinggiran. Seperti di SMAN 11 Banjarmasin. Dari kuota 11 peserta didik, hanya 2 orang yang melamar.

Tidak hanya di SMAN 11 Banjarmasin, minim calon peserta didik di jalur pindahan juga terdapat di SMAN 13 Banjarmasin. Di sekolah yang beralamat di Jalan Setia Banjarmasin Selatan ini hanya satu siswa yang mendaftar dari kuota 11 kursi.

Dikatakan Tumiran, sepinya peminat di jalur perpindahan orang tua di PPDB tahun ini lantaran memang tak banyak orang tua yang pindah pekerjaan. “Faktonya ini, kalau banyak yang pindah otomatis akan banyak juga peminat,” tuturnya.

Tak hanya sepi peminat di jalur pindahan orang tua di PPDB tahun ini, di jalur prestasi nilai rapor pun masih ada sekolah yang belum memenuhi kuotanya. Contohnya di SMAN 10 Banjarmasin. Dari kuota sebanyak 29 peserta didik, sampai kemarin hanya dilamar sebanyak 25 orang. Begitu pula di SMAN 13 Banjarmasin, kursi kosong masih tersisa sebanyak empat orang dari sebanyak 34 kuota.

Lalu bagimana mengisi kekosongan tersebut? Tumiran mengatakan, nantinya pendaftar di jalur zonasi yang jumlahnya besar akan mengisi kekosongan di dua jalur itu.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel untuk membahas hal ini sebelum pengumuman kelulusan. Pengumuman kelulusan sendiri akan disampaikan pada Jumat (2/7) besok. “Besok (hari ini) akan diputuskan kembali,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi mengatakan jika kuota di jalur pindahan orang tua belum penuh, maka dapat diisi melalui jalur zonasi. “Jalur zonasi bisa ditambah karena diaturan minimal 50 persen dari kuota di sekolah,” terang Yusuf kemarin. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/