alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Usulan Penamaan Menara Pandang, Dewan Kesenian Ajukan Nama Gusti Jamhar Akbar

BANJARMASIN – Dewan Kesenian (DK) Banjarmasin mengusulkan menara pandang di Siring Pierre Tendean diberi nama Gusti Jamhar Akbar.

Ini sebagai bentuk penghormatan kepada maestro seniman lamut Kalsel tersebut.

Gusti Jamhar Akbar lahir di Alalak 7 November 1942 dan tutup usia di Banjarmasin pada 28 Februari 2021 lalu.

Favehotel Banjarmasin

Ketua DK Banjarmasin, Hajriansyah menjelaskan, almarhum menggeluti kesenian lamut selama 50 tahun. Lebih dari separuh umurnya.

“Sudah ditekuninya sejak usia 10 tahun. Kepandaian balamut ia peroleh dari ayahnya yang juga pemain lamut,” ujarnya. DK sudah menyurati DPRD Banjarmasin untuk bisa beraudiensi. Membahas tentang usulan penamaan bangunan ikonik di siring tepian Sungai Martapura itu.

Secara pribadi, Hajriansyah juga sudah menyampaikannya kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Sekarang, tinggal menunggu jadwal audiensi. “Sebelumnya kami juga sudah membuat petisi,” kisahnya.

Pihak keluarga Gusti Jamhar Akbar pun senang mendengar usulan tersebut. “Dari keluarga, insyaallah tidak ada masalah,” jaminnya.

Menurutnya, ini penting agar generasi muda tak mudah melupakan kesenian lamut.

Apalagi, lamut memang tak sepopuler madihin. Pegiatnya sudah langka sekali.

“Generasi selanjutnya akan bertanya-tanya, siapa beliau ini sampai namanya diabadikan dalam sebuah bangunan,” tutupnya.

Ketika ditanya tentang usulan DK, wali kota mengaku belum bisa menjawab, menerima atau menolak.

Alasan Ibnu, penentuan nama itu harus dibicarakan dengan banyak pihak. “Intinya, usulan itu ditampung dulu,” ujarnya di Balai Kota.

Ia mengungkap, tahun 2019 lalu, pemko pernah berencana menamai sejumlah bangunan dan jalan di Banjarmasin dengan mengambil nama para tokoh Kalsel.

“Tapi kan pemberian nama itu harus memperhitungkan kondisi lingkungan sekitar,” tutup Ibnu. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Dewan Kesenian (DK) Banjarmasin mengusulkan menara pandang di Siring Pierre Tendean diberi nama Gusti Jamhar Akbar.

Ini sebagai bentuk penghormatan kepada maestro seniman lamut Kalsel tersebut.

Gusti Jamhar Akbar lahir di Alalak 7 November 1942 dan tutup usia di Banjarmasin pada 28 Februari 2021 lalu.

Favehotel Banjarmasin

Ketua DK Banjarmasin, Hajriansyah menjelaskan, almarhum menggeluti kesenian lamut selama 50 tahun. Lebih dari separuh umurnya.

“Sudah ditekuninya sejak usia 10 tahun. Kepandaian balamut ia peroleh dari ayahnya yang juga pemain lamut,” ujarnya. DK sudah menyurati DPRD Banjarmasin untuk bisa beraudiensi. Membahas tentang usulan penamaan bangunan ikonik di siring tepian Sungai Martapura itu.

Secara pribadi, Hajriansyah juga sudah menyampaikannya kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Sekarang, tinggal menunggu jadwal audiensi. “Sebelumnya kami juga sudah membuat petisi,” kisahnya.

Pihak keluarga Gusti Jamhar Akbar pun senang mendengar usulan tersebut. “Dari keluarga, insyaallah tidak ada masalah,” jaminnya.

Menurutnya, ini penting agar generasi muda tak mudah melupakan kesenian lamut.

Apalagi, lamut memang tak sepopuler madihin. Pegiatnya sudah langka sekali.

“Generasi selanjutnya akan bertanya-tanya, siapa beliau ini sampai namanya diabadikan dalam sebuah bangunan,” tutupnya.

Ketika ditanya tentang usulan DK, wali kota mengaku belum bisa menjawab, menerima atau menolak.

Alasan Ibnu, penentuan nama itu harus dibicarakan dengan banyak pihak. “Intinya, usulan itu ditampung dulu,” ujarnya di Balai Kota.

Ia mengungkap, tahun 2019 lalu, pemko pernah berencana menamai sejumlah bangunan dan jalan di Banjarmasin dengan mengambil nama para tokoh Kalsel.

“Tapi kan pemberian nama itu harus memperhitungkan kondisi lingkungan sekitar,” tutup Ibnu. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/