alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Sudah Ditutup, Tapi Prostitusi Masih Menggeliat di Pembatuan; 8 PSK Terjaring

BANJARBARU – Meski sudah ditutup, namun bisnis prostitusi masih menggeliat di eks Lokalisasi Pembatuan, Landasan Ulin, Banjarbaru. Terbukti giat operasi yang dilaksanakan Polsek Banjarbaru Barat Senin (28/6) malam berhasil menjaring delapan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan itu.

Razia bertajuk operasi penyakit masyarakat (pekat) ini dipimpin langsung Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung dan Kanit Reskrim AKP Slamet Raharjo beserta jajarannya.

Adapun delapan PSK yang diamankan masing-masing berinisial NM (32), M (22), CO (27), SH (40), H (26), F (36), W (28), dan N (27). Mereka terciduk tengah melakukan aktivitas prostitusi di sejumlah warung di kawasan eks Lokalisasi Pembatuan atau tepat di Gang 1, Jalan Kenanga.

Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Barat, AKP Slamet Raharjo mengatakan, saat diciduk para PSK itu bahkan ada yang sedang berhubungan ranjang di dalam kamar. “Ada juga dari mereka yang sedang menunggu pelanggan,” katanya, kemarin (29/6).

Dia mengungkapkan, usai amankan selanjutnya delapan PSK tersebut digelandang ke Mapolsek Banjarbaru Barat untuk proses lebih lanjut. “Merek dijadwalkan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Banjarbaru,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi, disampaikan Slamet, rata-rata PSK mematok tarif yang sama dalam melayani pria hidung belang. “Tarif mereka sama-sama Rp150 ribu untuk sekali main,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung menuturkan, razia di eks Lokalisasi Pembatuan dilakukan usai pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di sana masih marak aktivitas prostitusi.

“Malam itu juga saya langsung perintahkan anggota untuk melakukan razia. Dan memang benar masih ada kegiatan tersebut dan mengamankan delapan orang wanita malam,” terangnya.

Lewat operasi tersebut, dia mengharapkan kerjasama dengan masyarakat apabila mengetahui adanya kegiatan prostitusi ataupun penjualan miras di kawasan eks lokalisasi Pembatuan.

“Langsung melaporkan ke kami (kalau ada prostitusi). Kami sangat mendukung program pemerintah kota Banjarbaru, agar Banjarbaru bebas dari kegiatan prostitusi dan bebas Narkoba serta miras,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Meski sudah ditutup, namun bisnis prostitusi masih menggeliat di eks Lokalisasi Pembatuan, Landasan Ulin, Banjarbaru. Terbukti giat operasi yang dilaksanakan Polsek Banjarbaru Barat Senin (28/6) malam berhasil menjaring delapan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan itu.

Razia bertajuk operasi penyakit masyarakat (pekat) ini dipimpin langsung Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung dan Kanit Reskrim AKP Slamet Raharjo beserta jajarannya.

Adapun delapan PSK yang diamankan masing-masing berinisial NM (32), M (22), CO (27), SH (40), H (26), F (36), W (28), dan N (27). Mereka terciduk tengah melakukan aktivitas prostitusi di sejumlah warung di kawasan eks Lokalisasi Pembatuan atau tepat di Gang 1, Jalan Kenanga.

Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Barat, AKP Slamet Raharjo mengatakan, saat diciduk para PSK itu bahkan ada yang sedang berhubungan ranjang di dalam kamar. “Ada juga dari mereka yang sedang menunggu pelanggan,” katanya, kemarin (29/6).

Dia mengungkapkan, usai amankan selanjutnya delapan PSK tersebut digelandang ke Mapolsek Banjarbaru Barat untuk proses lebih lanjut. “Merek dijadwalkan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Banjarbaru,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi, disampaikan Slamet, rata-rata PSK mematok tarif yang sama dalam melayani pria hidung belang. “Tarif mereka sama-sama Rp150 ribu untuk sekali main,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung menuturkan, razia di eks Lokalisasi Pembatuan dilakukan usai pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di sana masih marak aktivitas prostitusi.

“Malam itu juga saya langsung perintahkan anggota untuk melakukan razia. Dan memang benar masih ada kegiatan tersebut dan mengamankan delapan orang wanita malam,” terangnya.

Lewat operasi tersebut, dia mengharapkan kerjasama dengan masyarakat apabila mengetahui adanya kegiatan prostitusi ataupun penjualan miras di kawasan eks lokalisasi Pembatuan.

“Langsung melaporkan ke kami (kalau ada prostitusi). Kami sangat mendukung program pemerintah kota Banjarbaru, agar Banjarbaru bebas dari kegiatan prostitusi dan bebas Narkoba serta miras,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/