alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Lubang Ditambal, Bahu Jalan Cemara juga Dipermulus

 

BANJARMASIN – Proyek Jalan Tembus Perumnas dan Jalan Cemara Ujung dilanjutkan. Setelah lubang jalan ditambal, kini bahu jalannya dibenahi.

Bahu jalan di perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala itu sempat dikeluhkan pengendara lantaran terlalu curam.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (29/6) siang, bahu jalan di Kecamatan Banjarmasin Utara itu mulai dicor beton.

Kepala Bidang Jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Chandra mengatakan, pengecoran itu masih satu paket dengan pengaspalan kemarin.

“Sekarang tinggal mengunci bahu jalannya dengan pengecoran,” ujarnya.

Ketinggian bahu jalan itu sempat mengkhawatirkan warga. Terutama bagi pesepeda motor. Rawan membuat roda tergelincir saat menaikinya.

Tapi Chandra belum yakin, apakah pengecoran itu dikerjakan di sepanjang ruas jalan. Atau cukup di bagian-bagian yang rawan saja.

“Kami melihat kondisi di lapangan. Pengerjaannya juga situasional. Kami mencari-cari waktu yang tak menganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

Selama proyek Jembatan Sungai Alalak belum rampung, kawasan ini menjadi rute alternatif yang penting.

Menyedot anggaran Rp2,9 miliar, kontrak pengerjaannya berakhir pada bulan September mendatang. Tapi Chandra menargetkan, pada bulan Agustus sudah rampung.

Agar tak lekas rusak, Chandra meminta angkutan barang dengan beban di atas enam ton untuk tidak melintas. “Agar seluruh pengguna jalan merasa nyaman,” tutupnya.

Warga Jalan HKSN yang kerap melintas di sana, Zainuddin, tampak senang dengan pengerjaan bahu jalan tersebut. “Setidaknya kekhawatiran kami berkurang,” ujarnya. (war/fud/ema)

 

BANJARMASIN – Proyek Jalan Tembus Perumnas dan Jalan Cemara Ujung dilanjutkan. Setelah lubang jalan ditambal, kini bahu jalannya dibenahi.

Bahu jalan di perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala itu sempat dikeluhkan pengendara lantaran terlalu curam.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (29/6) siang, bahu jalan di Kecamatan Banjarmasin Utara itu mulai dicor beton.

Kepala Bidang Jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Chandra mengatakan, pengecoran itu masih satu paket dengan pengaspalan kemarin.

“Sekarang tinggal mengunci bahu jalannya dengan pengecoran,” ujarnya.

Ketinggian bahu jalan itu sempat mengkhawatirkan warga. Terutama bagi pesepeda motor. Rawan membuat roda tergelincir saat menaikinya.

Tapi Chandra belum yakin, apakah pengecoran itu dikerjakan di sepanjang ruas jalan. Atau cukup di bagian-bagian yang rawan saja.

“Kami melihat kondisi di lapangan. Pengerjaannya juga situasional. Kami mencari-cari waktu yang tak menganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

Selama proyek Jembatan Sungai Alalak belum rampung, kawasan ini menjadi rute alternatif yang penting.

Menyedot anggaran Rp2,9 miliar, kontrak pengerjaannya berakhir pada bulan September mendatang. Tapi Chandra menargetkan, pada bulan Agustus sudah rampung.

Agar tak lekas rusak, Chandra meminta angkutan barang dengan beban di atas enam ton untuk tidak melintas. “Agar seluruh pengguna jalan merasa nyaman,” tutupnya.

Warga Jalan HKSN yang kerap melintas di sana, Zainuddin, tampak senang dengan pengerjaan bahu jalan tersebut. “Setidaknya kekhawatiran kami berkurang,” ujarnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/