alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pelabuhan Jadi Tempat Kuliner, Raup Ratusan Ribu dalam 2 Jam

Menikmati kuliner enak dan angin pantai rupanya tidak perlu ke tempat wisata mentereng. Pelabuhan tempat sandar kapal pun bisa jadi tempat menikmati senja.

BATULICIN – Lokasinya tidak tercatat sebagai tempat wisata. Namun, bagi warga pusat kota Tanah Bumbu, menikmati angin pesisir dan beragam kuliner paling dekat hanya ke Pelabuhan Batang.

Entah sejak kapan, pelabuhan itu mulai ramai didatangi warga. Awalnya, hanya tempat santai anak muda, sambil makan pentol. Sekarang, beragam makanan dijual di sana. Mulai dari sate hingga gorengan, juga pisang ijo.

“Seingat saya, mulai 2013. Tapi, paling ramai pas sebelum corona tadi. Ini sudah mulai ramai,” kata Abah Ofik, penjual pentol, Senin (28/6).

Dari pantauan wartawan, banyak orang di pelabuhan. Mereka mulai datang habis Asar. Hampir berbarengan dengan kedatangan para penjual.

“Ke sini cuma cari makanan,” kata Hanifah, dara yang masih kuliah di STIKES Darul Azhar.
Rekannya, Syarifah mengatakan, rasa makanan di sana enak-enak. Dan banyak pilihannya. “Enak pokoknya,” ujarnya.

Hani remaja STIKES lainnya mengatakan, tempat itu akan lebih enak jika dibangun sarana umum. Seperti kursi, WC umum dan lainnya. “Bak sampah juga,” imbaunya.

Ramlan penjual menu sampol ayam mengaku meraup ratusan ribun bersih. Hanya dari jualan dari Asar sampak habis Magrib. Rahmat si penjual sate, paling sedikit menghabiskan ayam sampai lima ekor sehari.

“Paling ramai biasanya Sabtu sama Minggu. Macet di sini,” kata Bunda Rafa, yang jualan es jeruk.
Dari pantauan wartawan, menu paling laris adalah pisang ijo dan pisang gapit. Wartawan sempat mencicipi pisang ijo di pelabuhan. Entah bagaimana, rasanya memang terkesan lebih enak daripada pisang yang dijual di kota. Mungkin karena suasananya.

Sekadar diketahui, pelabuhan yang jadi lokasi wisata alternatif itu berada sekira 2 kilometer dari Polres Tanah Bumbu. Di belakang KFC. (zal)

Menikmati kuliner enak dan angin pantai rupanya tidak perlu ke tempat wisata mentereng. Pelabuhan tempat sandar kapal pun bisa jadi tempat menikmati senja.

BATULICIN – Lokasinya tidak tercatat sebagai tempat wisata. Namun, bagi warga pusat kota Tanah Bumbu, menikmati angin pesisir dan beragam kuliner paling dekat hanya ke Pelabuhan Batang.

Entah sejak kapan, pelabuhan itu mulai ramai didatangi warga. Awalnya, hanya tempat santai anak muda, sambil makan pentol. Sekarang, beragam makanan dijual di sana. Mulai dari sate hingga gorengan, juga pisang ijo.

“Seingat saya, mulai 2013. Tapi, paling ramai pas sebelum corona tadi. Ini sudah mulai ramai,” kata Abah Ofik, penjual pentol, Senin (28/6).

Dari pantauan wartawan, banyak orang di pelabuhan. Mereka mulai datang habis Asar. Hampir berbarengan dengan kedatangan para penjual.

“Ke sini cuma cari makanan,” kata Hanifah, dara yang masih kuliah di STIKES Darul Azhar.
Rekannya, Syarifah mengatakan, rasa makanan di sana enak-enak. Dan banyak pilihannya. “Enak pokoknya,” ujarnya.

Hani remaja STIKES lainnya mengatakan, tempat itu akan lebih enak jika dibangun sarana umum. Seperti kursi, WC umum dan lainnya. “Bak sampah juga,” imbaunya.

Ramlan penjual menu sampol ayam mengaku meraup ratusan ribun bersih. Hanya dari jualan dari Asar sampak habis Magrib. Rahmat si penjual sate, paling sedikit menghabiskan ayam sampai lima ekor sehari.

“Paling ramai biasanya Sabtu sama Minggu. Macet di sini,” kata Bunda Rafa, yang jualan es jeruk.
Dari pantauan wartawan, menu paling laris adalah pisang ijo dan pisang gapit. Wartawan sempat mencicipi pisang ijo di pelabuhan. Entah bagaimana, rasanya memang terkesan lebih enak daripada pisang yang dijual di kota. Mungkin karena suasananya.

Sekadar diketahui, pelabuhan yang jadi lokasi wisata alternatif itu berada sekira 2 kilometer dari Polres Tanah Bumbu. Di belakang KFC. (zal)

Most Read

Artikel Terbaru

/