alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

30 Juni, Seleksi CPNS dan PPPK Dibuka

BANJARBARU – Setelah sempat ditunda, Seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) baik CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan dibuka 30 Juni 2021 ini.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Minggu (27/6) kemarin. “Waktunya sudah mepet sekali, jadi enggak boleh ditunda lagi,” kata Bima.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan menyampaikan, pihaknya masih menunggu informasi dari pusat terkait pembukaan seleksi CPNS dan PPPK.

Dalam seleksi CPNS dan PPPK tahun ini sendiri, Pemprov Kalsel mendapatkan jatah sebanyak 2.327 formasi. Dari jumlah itu, formasi PPPK paling banyak, yakni mencapai 1.906. Sementara CPNS hanya 421 formasi.

Sulkan menuturkan, khusus seleksi CPNS tidak ada penerimaan di kategori formasi guru. Berbeda dengan PPPK, jumlah formasi yang akan dicari paling banyak guru, yaitu 1.690 orang. “Tenaga guru hanya akan direkrut melalui formasi PPPK,” imbuhnya.

Pada penerimaan CPNS dan formasi PPPK 2021 ada pula penerimaan tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Sulkan merinci, untuk formasi CPNS di kategori tenaga kesehatan jumlahnya sebanyak 232 orang. Sedangkan kategori tenaga teknis jumlahnya 189 orang.

Untuk formasi PPPK, kategori formasi tenaga teknis terbilang lebih sedikit, jumlahnya hanya 25 orang. Sedangkan di kategori formasi tenaga kesehatan sebanyak 191 orang. “Paling besar tahun ini ada di kategori formasi guru yang akan direkrut melalui formasi PPPK dengan jumlah 1.690 orang,” papar Sulkan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyampaikan, dalam pelaksanaan seleksi CPNS 2021 dan PPPK hanya digunakan satu portal pendaftaran.

“Penggunaan satu portal yakni portal sistem seleksi calon ASN atau SSCASN akan mempermudah peserta dalam melakukan proses pendaftaran,” ucapnya.

Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, katanya, BKN telah melakukan peningkatan fitur teknologi dalam SSCASN.

Bima menyebutkan dengan peningkatan fitur SSCASN, peserta seleksi tidak perlu mengunggah sejumlah dokumen CPNS 2021 dan PPPK seperti ijazah, surat tanda registrasi (STR), serta nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) pada saat melakukan pendaftaran.

“Portal SSCASN akan terintegrasi dengan data NIK di Dukcapil, data Dapodik Kemendikbudristek, data STR di Kementerian Kesehatan, dan akses data ijazah dan akreditasi perguruan tinggi,” terangnya.

Dia juga memastikan bahwa peserta seleksi CPNS dan PPPK 2021 bisa mengakses informasi seluruh formasi yang dibuka pemerintah.

Hal ini termasuk inovasi baru pada portal SSCASN, karena pada seleksi sebelumnya peserta hanya bisa melihat ketersediaan formasi satu per satu di website masing-masing instansi.

“Kini, cukup melalui portal SSCASN, peserta dengan mudah mengakses seluruh informasi formasi yang dibuka pemerintah,” terangnya.

Bima memastikan tetap menjaga kualitas transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan rekrutmen CPNS dan seleksi PPPK 2021, termasuk mencegah terjadinya tindak kecurangan atau percaloan.

Untuk mengantisipasi hal itu, BKN tengah menyiapkan fitur tambahan pada sistem CAT BKN, yakni face recognition untuk mengidentifikasi peserta yang melakukan ujian, sehingga dapat meminimalkan adanya percaloan dalam pelaksanaan ujian.

Dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, lanjut Bima, BKN akan tetap menerapkan prosedur pelaksanaan ujian sesuai protokol kesehatan dalam rekrutmen CPNS dan PPPK 2021.

Salah satunya caranya dengan menghadirkan live score peserta melalui Youtube BKN , agar hasil ujian dapat dipantau di mana saja sehingga tidak ada kerumunan di lokasi ujian.

“Dalam rekrutmen CPNS dan PPPK 2021 akan disediakan pula sarana khusus bagi peserta positif Covid-19 sehingga tetap dapat berkesempatan mengikuti seleksi,” pungkas Bima. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Setelah sempat ditunda, Seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) baik CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan dibuka 30 Juni 2021 ini.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Minggu (27/6) kemarin. “Waktunya sudah mepet sekali, jadi enggak boleh ditunda lagi,” kata Bima.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan menyampaikan, pihaknya masih menunggu informasi dari pusat terkait pembukaan seleksi CPNS dan PPPK.

Dalam seleksi CPNS dan PPPK tahun ini sendiri, Pemprov Kalsel mendapatkan jatah sebanyak 2.327 formasi. Dari jumlah itu, formasi PPPK paling banyak, yakni mencapai 1.906. Sementara CPNS hanya 421 formasi.

Sulkan menuturkan, khusus seleksi CPNS tidak ada penerimaan di kategori formasi guru. Berbeda dengan PPPK, jumlah formasi yang akan dicari paling banyak guru, yaitu 1.690 orang. “Tenaga guru hanya akan direkrut melalui formasi PPPK,” imbuhnya.

Pada penerimaan CPNS dan formasi PPPK 2021 ada pula penerimaan tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Sulkan merinci, untuk formasi CPNS di kategori tenaga kesehatan jumlahnya sebanyak 232 orang. Sedangkan kategori tenaga teknis jumlahnya 189 orang.

Untuk formasi PPPK, kategori formasi tenaga teknis terbilang lebih sedikit, jumlahnya hanya 25 orang. Sedangkan di kategori formasi tenaga kesehatan sebanyak 191 orang. “Paling besar tahun ini ada di kategori formasi guru yang akan direkrut melalui formasi PPPK dengan jumlah 1.690 orang,” papar Sulkan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyampaikan, dalam pelaksanaan seleksi CPNS 2021 dan PPPK hanya digunakan satu portal pendaftaran.

“Penggunaan satu portal yakni portal sistem seleksi calon ASN atau SSCASN akan mempermudah peserta dalam melakukan proses pendaftaran,” ucapnya.

Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, katanya, BKN telah melakukan peningkatan fitur teknologi dalam SSCASN.

Bima menyebutkan dengan peningkatan fitur SSCASN, peserta seleksi tidak perlu mengunggah sejumlah dokumen CPNS 2021 dan PPPK seperti ijazah, surat tanda registrasi (STR), serta nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) pada saat melakukan pendaftaran.

“Portal SSCASN akan terintegrasi dengan data NIK di Dukcapil, data Dapodik Kemendikbudristek, data STR di Kementerian Kesehatan, dan akses data ijazah dan akreditasi perguruan tinggi,” terangnya.

Dia juga memastikan bahwa peserta seleksi CPNS dan PPPK 2021 bisa mengakses informasi seluruh formasi yang dibuka pemerintah.

Hal ini termasuk inovasi baru pada portal SSCASN, karena pada seleksi sebelumnya peserta hanya bisa melihat ketersediaan formasi satu per satu di website masing-masing instansi.

“Kini, cukup melalui portal SSCASN, peserta dengan mudah mengakses seluruh informasi formasi yang dibuka pemerintah,” terangnya.

Bima memastikan tetap menjaga kualitas transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan rekrutmen CPNS dan seleksi PPPK 2021, termasuk mencegah terjadinya tindak kecurangan atau percaloan.

Untuk mengantisipasi hal itu, BKN tengah menyiapkan fitur tambahan pada sistem CAT BKN, yakni face recognition untuk mengidentifikasi peserta yang melakukan ujian, sehingga dapat meminimalkan adanya percaloan dalam pelaksanaan ujian.

Dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, lanjut Bima, BKN akan tetap menerapkan prosedur pelaksanaan ujian sesuai protokol kesehatan dalam rekrutmen CPNS dan PPPK 2021.

Salah satunya caranya dengan menghadirkan live score peserta melalui Youtube BKN , agar hasil ujian dapat dipantau di mana saja sehingga tidak ada kerumunan di lokasi ujian.

“Dalam rekrutmen CPNS dan PPPK 2021 akan disediakan pula sarana khusus bagi peserta positif Covid-19 sehingga tetap dapat berkesempatan mengikuti seleksi,” pungkas Bima. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/