alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Susah Sinyal, Boleh Datang Langsung, Hari Ini PPDB SMA/SMK dan SLB Dimulai

BANJARMASIN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK dan SLB dimulai hari ini. Pendaftaran dilakukan secara online. Tak perlu calon siswa dan orang tua datang berbondong ke sekolah. Lalu bagaimana dengan daerah yang susah jaringan internet?

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kalsel Tumiran mengatakan tak perlu risau. Pihak sekolah sebutnya akan memberikan kelonggaran untuk tak melakukan pendaftaran secara online dari rumah. 

Calon siswa yang susah sinyal internet bisa datang langsung ke sekolah yang didaftar. Dan pihak sekolah yang nantinya akan menginput data calon siswa. “Nanti dibantu oleh petugas,” ujarnya kemarin.

Dia mengingatkan, kepada calon siswa dan orang tua, agar menyiapkan betul berkas atau dokumen sebagai syarat pendaftaran. Pasalnya, tanpa dilengkapi dokumen persyaratan, sistem tak akan bisa diinput untuk melakukan pendaftaran. “Yang paling penting juga adalah, harus mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi. “Ini untuk koordinasi ketika ada berkas yang masih kurang,” pesan Tumiran.

Untuk diketahui, model PPDB tahun ini ada empat jalur. Yakni jalur zonasi, prestasi, afirmasi (siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, dan jalur perpindahan tugas orang tua atau wali.

Lalu apa saja dokumen yang harus disiapkan oleh calon siswa? Tumiran menjelaskan, di semua jalur, dokumen yang harus disiapkan yang nantinya diinput adalah surat keterangan lulus (SKL) dari sekolah di jenjang sebelumnya. “Empat jalur berbeda dokumennya. Dokumen yang sama hanya SKL,” terangnya.

Yang berbeda sebutnya, seperti di jalur zonasi, yang disiapkan adalah kartu keluarga, surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) yang sudah ada formatnya di website resmi PPDB, http://kalsel.siap-ppdb.com/. “Kartu keluarga ini untuk menghitung jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah,” ujarnya.

Sementara untuk jalur afirmasi, calon siswa dan orang tua harus menyiapkan kartu program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah contohnya kartu indonesia pintar (KIP). Sedangkan di jalur perpindahan orang tua, Tumiran mengingatkan, berkas yang harus disiapkan adalah surat pindah tugas orang tua dan kartu keluarga. Di jalur terakhir, yakni prestasi, dokumen yang harus disiapkan calon siswa adalah surat keterangan nilai rapor dan sertifikat. “Di jalur prestasi, ada dua pilihan, apakah memilih jalur prestasi nilai rapor atau sertifikat. Formnya sudah disediakan di website,” paparnya.

Pendaftaran sendiri dilaksanakan sampai Rabu (30/6) lusa. Sementara proses input dokumen pendaftaran dimulai sejak pukul 08.00 Wita sampai 12.00 Wita. Namun sebut Tumiran, proses input jika melebihi waktu itu tak masalah. “Yang penting harus terus dipantau, dan nomor telepon yang dicantumkan harus aktif,” kata Kepala Sekolah SMAN 4 Banjarmasin itu.

Tumiran mengingatkan, tiap calon siswa hanya bisa memilih atau mendaftar maksimal tiga sekolah. Tak hanya di sekolah negeri, juga di sekolah swasta yang ikut di program PPDB. “Pilihan pun tak boleh silang dengan SMK. Jika SMA, tak boleh daftar ke SMK, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMAN 5 Banjarmasin Mukhlis Takwin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan petugas khusus untuk menghubungi calon siswa atau orang tua yang berkas mereka tak lengkap atau salah input. Petugas ini yang paling penting demi memfasilitasi siswa agar bisa lulus.“Kami siapkan 2-3 orang petugas di bagian ini. Kadang ada yang salah input dan harus diperbaiki dokumennya,” ujar Mukhlis kemarin.

Sementara, di bagian operator, tujuh orang petugas sebutnya, sudah disiapkan dan diberi pengetahuan sejak lama untuk memfasilitasi calon siswa yang mendaftar secara online hari ini sampai berakhir. “Kami juga sudah menyiapkan jenset jika tiba-tiba listrik padam. Semoga tak terjadi,” tuturnya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK dan SLB dimulai hari ini. Pendaftaran dilakukan secara online. Tak perlu calon siswa dan orang tua datang berbondong ke sekolah. Lalu bagaimana dengan daerah yang susah jaringan internet?

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kalsel Tumiran mengatakan tak perlu risau. Pihak sekolah sebutnya akan memberikan kelonggaran untuk tak melakukan pendaftaran secara online dari rumah. 

Calon siswa yang susah sinyal internet bisa datang langsung ke sekolah yang didaftar. Dan pihak sekolah yang nantinya akan menginput data calon siswa. “Nanti dibantu oleh petugas,” ujarnya kemarin.

Dia mengingatkan, kepada calon siswa dan orang tua, agar menyiapkan betul berkas atau dokumen sebagai syarat pendaftaran. Pasalnya, tanpa dilengkapi dokumen persyaratan, sistem tak akan bisa diinput untuk melakukan pendaftaran. “Yang paling penting juga adalah, harus mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi. “Ini untuk koordinasi ketika ada berkas yang masih kurang,” pesan Tumiran.

Untuk diketahui, model PPDB tahun ini ada empat jalur. Yakni jalur zonasi, prestasi, afirmasi (siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, dan jalur perpindahan tugas orang tua atau wali.

Lalu apa saja dokumen yang harus disiapkan oleh calon siswa? Tumiran menjelaskan, di semua jalur, dokumen yang harus disiapkan yang nantinya diinput adalah surat keterangan lulus (SKL) dari sekolah di jenjang sebelumnya. “Empat jalur berbeda dokumennya. Dokumen yang sama hanya SKL,” terangnya.

Yang berbeda sebutnya, seperti di jalur zonasi, yang disiapkan adalah kartu keluarga, surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) yang sudah ada formatnya di website resmi PPDB, http://kalsel.siap-ppdb.com/. “Kartu keluarga ini untuk menghitung jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah,” ujarnya.

Sementara untuk jalur afirmasi, calon siswa dan orang tua harus menyiapkan kartu program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah contohnya kartu indonesia pintar (KIP). Sedangkan di jalur perpindahan orang tua, Tumiran mengingatkan, berkas yang harus disiapkan adalah surat pindah tugas orang tua dan kartu keluarga. Di jalur terakhir, yakni prestasi, dokumen yang harus disiapkan calon siswa adalah surat keterangan nilai rapor dan sertifikat. “Di jalur prestasi, ada dua pilihan, apakah memilih jalur prestasi nilai rapor atau sertifikat. Formnya sudah disediakan di website,” paparnya.

Pendaftaran sendiri dilaksanakan sampai Rabu (30/6) lusa. Sementara proses input dokumen pendaftaran dimulai sejak pukul 08.00 Wita sampai 12.00 Wita. Namun sebut Tumiran, proses input jika melebihi waktu itu tak masalah. “Yang penting harus terus dipantau, dan nomor telepon yang dicantumkan harus aktif,” kata Kepala Sekolah SMAN 4 Banjarmasin itu.

Tumiran mengingatkan, tiap calon siswa hanya bisa memilih atau mendaftar maksimal tiga sekolah. Tak hanya di sekolah negeri, juga di sekolah swasta yang ikut di program PPDB. “Pilihan pun tak boleh silang dengan SMK. Jika SMA, tak boleh daftar ke SMK, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMAN 5 Banjarmasin Mukhlis Takwin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan petugas khusus untuk menghubungi calon siswa atau orang tua yang berkas mereka tak lengkap atau salah input. Petugas ini yang paling penting demi memfasilitasi siswa agar bisa lulus.“Kami siapkan 2-3 orang petugas di bagian ini. Kadang ada yang salah input dan harus diperbaiki dokumennya,” ujar Mukhlis kemarin.

Sementara, di bagian operator, tujuh orang petugas sebutnya, sudah disiapkan dan diberi pengetahuan sejak lama untuk memfasilitasi calon siswa yang mendaftar secara online hari ini sampai berakhir. “Kami juga sudah menyiapkan jenset jika tiba-tiba listrik padam. Semoga tak terjadi,” tuturnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/