alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Vaksin Massal di Banua, Targetkan 18 Ribu Sehari

BANJARBARU – Untuk mempercepat progres vaksinasi Covid-19, Pemerintah Provinsi Kalsel akan menggelar penyuntikan vaksin secara massal. Tak tanggung-tanggung, targetnya setiap hari 18 ribu.

Kepala Dinkes Kalsel, HM Muslim mengatakan, vaksinasi massal dilakukan oleh tiga pilar. Yakni, pemerintah daerah, Polri dan TNI. “Dengan vaksinasi massal, kami harapkan tujuan pemerintah satu juta vaksin dalam sehari se-Indonesia bisa tercapai,” ujarnya.

Di Kalsel sendiri ucap Muslim, dalam sehari capaian vaksinasi saat ini sekitar 8 ribu. Harapannya melalui penyuntikan vaksin secara massal, target 18 ribu sehari bisa tercapai. “Target ini lah yang kita sepakati. Namun, tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.

Vaksinasi secara massal dimulai pada hari ini (26/6), Muslim menyebut, berdasarkan informasi Polda Kalsel lokasinya di Banjarmasin. Yakni, di Gedung Mahligai Pancasila, GOR Hasanuddin HM dan Gedung Sultan Suriansyah.

Sasaran vaksinasi kata dia, para lanjut usia (lansia), kelompok pelayanan publik dan masyarakat umum. “Kalau kelompok pelayanan publik ini luas, ada tukang ojek hingga pedagang,” katanya.

Dia berharap, peserta vaksinasi yang berusia muda dapat mengajak serta keluarganya yang lansia. Agar progres vaksinasi kelompok ini dapat semakin optimal.

Terkait realisasi vaksinasi, Muslim menyampaikan, secara keseluruhan baru 36 persen. Dengan rincian, tenaga kesehatan 98 persen, petugas publik 63 persen dan lansia 5,4 persen.

Sementara itu, Ahli Epidemiologi dr IBG Dharma Putra menyampaikan, pencapaian target vaksinasi memang harus ada. Termasuk sasaran prioritas yang diyakini dapat membantu menurunkan angka penularan.

“Serta prioritas untuk menurunkan angka kesakitan yang memerlukan perawatan di rumah sakit, serta menurunkan angka kematian karena covid,” ujarnya.

Disampaikannya, dengan melihat pengalaman negara lain, target prioritas dalam program vaksinasi adalah petugas kesehatan dan lansia. Pemilihan target prioritas menurut Dharma telah terbukti dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

Selain adanya target vaksinasi, dia mengungkapkan, penanganan Covid-19 juga diperlukan adanya peningkatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Serta optimalisasi kegiatan tracing, testing dan tracking.

“Peningkatan kepatuhan tentunya dengan memperhatikan pemantapan pengetahuan masyarakat, memperbesar peluang kepatuhan masyarakat dan mengurangi dampak kelelahan pandemi yang kemungkinan besar sedang dialami oleh masyarakat,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Untuk mempercepat progres vaksinasi Covid-19, Pemerintah Provinsi Kalsel akan menggelar penyuntikan vaksin secara massal. Tak tanggung-tanggung, targetnya setiap hari 18 ribu.

Kepala Dinkes Kalsel, HM Muslim mengatakan, vaksinasi massal dilakukan oleh tiga pilar. Yakni, pemerintah daerah, Polri dan TNI. “Dengan vaksinasi massal, kami harapkan tujuan pemerintah satu juta vaksin dalam sehari se-Indonesia bisa tercapai,” ujarnya.

Di Kalsel sendiri ucap Muslim, dalam sehari capaian vaksinasi saat ini sekitar 8 ribu. Harapannya melalui penyuntikan vaksin secara massal, target 18 ribu sehari bisa tercapai. “Target ini lah yang kita sepakati. Namun, tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.

Vaksinasi secara massal dimulai pada hari ini (26/6), Muslim menyebut, berdasarkan informasi Polda Kalsel lokasinya di Banjarmasin. Yakni, di Gedung Mahligai Pancasila, GOR Hasanuddin HM dan Gedung Sultan Suriansyah.

Sasaran vaksinasi kata dia, para lanjut usia (lansia), kelompok pelayanan publik dan masyarakat umum. “Kalau kelompok pelayanan publik ini luas, ada tukang ojek hingga pedagang,” katanya.

Dia berharap, peserta vaksinasi yang berusia muda dapat mengajak serta keluarganya yang lansia. Agar progres vaksinasi kelompok ini dapat semakin optimal.

Terkait realisasi vaksinasi, Muslim menyampaikan, secara keseluruhan baru 36 persen. Dengan rincian, tenaga kesehatan 98 persen, petugas publik 63 persen dan lansia 5,4 persen.

Sementara itu, Ahli Epidemiologi dr IBG Dharma Putra menyampaikan, pencapaian target vaksinasi memang harus ada. Termasuk sasaran prioritas yang diyakini dapat membantu menurunkan angka penularan.

“Serta prioritas untuk menurunkan angka kesakitan yang memerlukan perawatan di rumah sakit, serta menurunkan angka kematian karena covid,” ujarnya.

Disampaikannya, dengan melihat pengalaman negara lain, target prioritas dalam program vaksinasi adalah petugas kesehatan dan lansia. Pemilihan target prioritas menurut Dharma telah terbukti dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

Selain adanya target vaksinasi, dia mengungkapkan, penanganan Covid-19 juga diperlukan adanya peningkatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Serta optimalisasi kegiatan tracing, testing dan tracking.

“Peningkatan kepatuhan tentunya dengan memperhatikan pemantapan pengetahuan masyarakat, memperbesar peluang kepatuhan masyarakat dan mengurangi dampak kelelahan pandemi yang kemungkinan besar sedang dialami oleh masyarakat,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/