alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Puting Beliung Sapu 6 Rumah di Batola

MARABAHAN – Lagi-lagi angin puting beliung singgahi Batola. Enam rumah di tiga kecamatan menjadi korban kehebatan angin ini.

Hujan lebat disertai angin kencang, Kamis (24/06) sekitar pukul 18.25 Wita, menimpa hampir seluruh wilayah Batola. Beberapa desa di tiga Kecamatan, mengalami nasib nahas. Diterjang angin puting beliung. Terdapat enam buah rumah yang menjadi korban. Rata-rata atap rumah yang tersapu angin. Terlempar hingga 5-20 meter.

Keenam rumah warga itu, terdapat di Kecamatan Cerbon, Rantau Badauh, dan Jejangkit. Tiga rumah terdapat di Desa Bantuil RT 08, satu buah di Desa Sinar Baru, dan 2 buah rumah di Desa Jejangkit Muara.

“Tidak ada korban jiwa,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Batola Sumarno, Jumat (25/06)

Dia menambahkan, untuk aksi tanggap darurat, sudah dilakukan pihaknya. Sudah diberikan bantuan tanggap darurat kepada para korban. Bantuan berupa logistik dan terpal plastik. “Saat ini pancaroba atau peralihan musim. Angin puting beliung memang sangat rentan,” ujarnya sembari mengatakan rumah yang paling banyak terkena puting beliung, yang berada di tanah lapang tanpa adanya pepohonan.

Karena itu, lelaki yang suka bermain bulutangkis itu berpesan agar warga selalu berhati-hati saat hujan disertai angin kencang terjadi. Angin puting beliung bisa terjadi kapan saja. “Batola ini sudah jadi langganan angin puting beliung, bisa terjadi di mana saja. Hampir terjadi setiap tahun,” ungkapnya.

Untuk bantuan lebih lanjut, Sumarno mengatakan, masih bisa didapatkan korban angin puting beliung. Pemkab Batola akan membantu korban melalui Dinas Sosial (Dinsos). Dengan beberapa syarat. Seperti menyerahkan proposal permohonan yang sudah dibubuhi tanda tangan Kepala Desa dan disetujui camat bersangkutan. “Pemkab Batola pasti akan membantu para korban.

Mbah Surip (70) warga Desa Bantuil RT08 mengaku, sebelum atap rumahnya dibawa angin, mendengar suara gemuruh yang nyaring. Serta merasakan rumah yang bergoyang. Dan seketika langsung keluar rumah. “Alhamdulillah rumah tidak roboh, yang disapu angin hanya bagian atap,” ceritanya. (bar/ram/ema)

MARABAHAN – Lagi-lagi angin puting beliung singgahi Batola. Enam rumah di tiga kecamatan menjadi korban kehebatan angin ini.

Hujan lebat disertai angin kencang, Kamis (24/06) sekitar pukul 18.25 Wita, menimpa hampir seluruh wilayah Batola. Beberapa desa di tiga Kecamatan, mengalami nasib nahas. Diterjang angin puting beliung. Terdapat enam buah rumah yang menjadi korban. Rata-rata atap rumah yang tersapu angin. Terlempar hingga 5-20 meter.

Keenam rumah warga itu, terdapat di Kecamatan Cerbon, Rantau Badauh, dan Jejangkit. Tiga rumah terdapat di Desa Bantuil RT 08, satu buah di Desa Sinar Baru, dan 2 buah rumah di Desa Jejangkit Muara.

“Tidak ada korban jiwa,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Batola Sumarno, Jumat (25/06)

Dia menambahkan, untuk aksi tanggap darurat, sudah dilakukan pihaknya. Sudah diberikan bantuan tanggap darurat kepada para korban. Bantuan berupa logistik dan terpal plastik. “Saat ini pancaroba atau peralihan musim. Angin puting beliung memang sangat rentan,” ujarnya sembari mengatakan rumah yang paling banyak terkena puting beliung, yang berada di tanah lapang tanpa adanya pepohonan.

Karena itu, lelaki yang suka bermain bulutangkis itu berpesan agar warga selalu berhati-hati saat hujan disertai angin kencang terjadi. Angin puting beliung bisa terjadi kapan saja. “Batola ini sudah jadi langganan angin puting beliung, bisa terjadi di mana saja. Hampir terjadi setiap tahun,” ungkapnya.

Untuk bantuan lebih lanjut, Sumarno mengatakan, masih bisa didapatkan korban angin puting beliung. Pemkab Batola akan membantu korban melalui Dinas Sosial (Dinsos). Dengan beberapa syarat. Seperti menyerahkan proposal permohonan yang sudah dibubuhi tanda tangan Kepala Desa dan disetujui camat bersangkutan. “Pemkab Batola pasti akan membantu para korban.

Mbah Surip (70) warga Desa Bantuil RT08 mengaku, sebelum atap rumahnya dibawa angin, mendengar suara gemuruh yang nyaring. Serta merasakan rumah yang bergoyang. Dan seketika langsung keluar rumah. “Alhamdulillah rumah tidak roboh, yang disapu angin hanya bagian atap,” ceritanya. (bar/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/