alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Persawahan Diperluas Hingga 40 Ribu Hektare

PELAIHARI – Lahan persawahan di Kabupaten Tanah Laut akan semakin diperluas untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut (Distanhorbun Tala), Faried Widyatmoko usai membuka acara Sosialisasi Koordinasi Kegiatan Rekomendasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bersama sebelas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kabupaten Tanah Laut pada Selasa (22/06) di Kantor Distanhorbun Tala.

“Selama ini lahan baku sawah yang tercatat di kita ada 35 ribu sekian, sedangkan yang tercatat di ATR BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) Tala hanya ada 24 ribu,” ujarnya.

Adanya perbedaan jumlah data tersebut melatar belakangi kegiatan pendataan lebih lanjut untuk perbaikan oleh Distanhorbun Tala.

“Kita akan mendata ulang secara akurat dengan menggunakan data geospasial, untuk meningkatkan bahan baku sawah kita,” ujarnya.

Faried menyebutkan pihaknya berharap Perda LP2B bisa segera terbit karena ada beberapa keuntungan jangka panjang akan diterima Kabupaten Tanah Laut dengan adanya Perda tersebut.

“Dampaknya lahan baku sawah akan jadi lahan abadi, tidak bisa tergantikan digunakan untuk perkebunan, permukiman, atau pabrik. Kita jaga sawah, untuk ketahanan pangan kedepannya,” ujarnya.

Faried optimis dalam satu tahun, bersama BPP di Kabupaten Tanah Laut, sawah abadi dapat diperluas sesuai target. “Kita diminta untuk meningkatkan menjadi 40 ribuan hektar,” ujar Faried. (Diskominfo/mr-156/al/ram)

PELAIHARI – Lahan persawahan di Kabupaten Tanah Laut akan semakin diperluas untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut (Distanhorbun Tala), Faried Widyatmoko usai membuka acara Sosialisasi Koordinasi Kegiatan Rekomendasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bersama sebelas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kabupaten Tanah Laut pada Selasa (22/06) di Kantor Distanhorbun Tala.

“Selama ini lahan baku sawah yang tercatat di kita ada 35 ribu sekian, sedangkan yang tercatat di ATR BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) Tala hanya ada 24 ribu,” ujarnya.

Adanya perbedaan jumlah data tersebut melatar belakangi kegiatan pendataan lebih lanjut untuk perbaikan oleh Distanhorbun Tala.

“Kita akan mendata ulang secara akurat dengan menggunakan data geospasial, untuk meningkatkan bahan baku sawah kita,” ujarnya.

Faried menyebutkan pihaknya berharap Perda LP2B bisa segera terbit karena ada beberapa keuntungan jangka panjang akan diterima Kabupaten Tanah Laut dengan adanya Perda tersebut.

“Dampaknya lahan baku sawah akan jadi lahan abadi, tidak bisa tergantikan digunakan untuk perkebunan, permukiman, atau pabrik. Kita jaga sawah, untuk ketahanan pangan kedepannya,” ujarnya.

Faried optimis dalam satu tahun, bersama BPP di Kabupaten Tanah Laut, sawah abadi dapat diperluas sesuai target. “Kita diminta untuk meningkatkan menjadi 40 ribuan hektar,” ujar Faried. (Diskominfo/mr-156/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/