alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

ULM Pastikan Buka Perkuliahan Tatap Muka, UIN Menunggu Izin Daerah

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan membuka perkuliahan tatap muka. Bagaimana dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari?

Rektor UIN Antasari, Prof Mujiburrahman menyatakan pihaknya tidak masalah. “Kami siap saja untuk membuka kampus,” ujarnya (22/6). Tergantung sekali pada kebijakan Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel.

Dia mengambil contoh Yogyakarta. Kampus di sana sudah menyiapkan perkuliahan tatap muka, tapi karena kepala daerah tak mengizinkan, maka terpaksa ditunda. “UIN kan berada di Kalsel. Jika kepala daerah bilang belum bisa, kami pun mengikuti aturannya,” tambahnya.

Disinggung persiapan, vaksinasi dosen dan karyawan universitas terus dikejar. Saat ini, UIN Antasari menaungi 400 dosen dan 200 karyawan, dari satpam sampai petugas kebersihan.

Dimulai sejak bulan Maret lalu, vaksinasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Banjarmasin. “Saat ini, sudah 525 orang yang divaksin di kampus. Lalu ada 18 orang yang memilih vaksin mandiri. Jadi total sudah 543 orang,” sebutnya.

Sisanya, belum divaksin bukan karena enggan. Melainkan ditunda karena sakit, hamil atau sedang cuti.

Soal teknis, perkuliahan dikombinasikan antara daring dan tatap muka. Seluruh fakultas dan pusat pengembangan kurikulum diminta memantau perkembangannya. “Konsepnya blended, pembelajaran campuran,” tukasnya.

Ditekankan Mujiburrahman, mayoritas mahasiswa sudah tak sabar kembali ke kelas. Diakuinya pula, pembelajaran tatap muka masih lebih efektif.

Namun, ia menegaskan, protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan ketika kampus sudah dibuka. Sebelum masuk kelas ada pengecekan suhu badan, mencuci tangan dan tak boleh melepaskan masker.

“Jika ada izin, akan kami mulai pada semester depan, bulan Agustus,” pungkasnya. (gmp/fud/ran/ema)

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan membuka perkuliahan tatap muka. Bagaimana dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari?

Rektor UIN Antasari, Prof Mujiburrahman menyatakan pihaknya tidak masalah. “Kami siap saja untuk membuka kampus,” ujarnya (22/6). Tergantung sekali pada kebijakan Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel.

Dia mengambil contoh Yogyakarta. Kampus di sana sudah menyiapkan perkuliahan tatap muka, tapi karena kepala daerah tak mengizinkan, maka terpaksa ditunda. “UIN kan berada di Kalsel. Jika kepala daerah bilang belum bisa, kami pun mengikuti aturannya,” tambahnya.

Disinggung persiapan, vaksinasi dosen dan karyawan universitas terus dikejar. Saat ini, UIN Antasari menaungi 400 dosen dan 200 karyawan, dari satpam sampai petugas kebersihan.

Dimulai sejak bulan Maret lalu, vaksinasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Banjarmasin. “Saat ini, sudah 525 orang yang divaksin di kampus. Lalu ada 18 orang yang memilih vaksin mandiri. Jadi total sudah 543 orang,” sebutnya.

Sisanya, belum divaksin bukan karena enggan. Melainkan ditunda karena sakit, hamil atau sedang cuti.

Soal teknis, perkuliahan dikombinasikan antara daring dan tatap muka. Seluruh fakultas dan pusat pengembangan kurikulum diminta memantau perkembangannya. “Konsepnya blended, pembelajaran campuran,” tukasnya.

Ditekankan Mujiburrahman, mayoritas mahasiswa sudah tak sabar kembali ke kelas. Diakuinya pula, pembelajaran tatap muka masih lebih efektif.

Namun, ia menegaskan, protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan ketika kampus sudah dibuka. Sebelum masuk kelas ada pengecekan suhu badan, mencuci tangan dan tak boleh melepaskan masker.

“Jika ada izin, akan kami mulai pada semester depan, bulan Agustus,” pungkasnya. (gmp/fud/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/