alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Ingatkan Efisiensi Anggaran TC

BANJARMASIN – Keuangan KONI Kalsel sangat minim. Hanya dialokasikan sekitar Rp7 miliar. Tak heran, KONI Kalsel sangat berhemat dalam memutuskan dana latihan yang diajukan tiap cabor.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kalsel, Gusti Perdana Kesuma menyatakan pihaknya sebenarnya sangat mendukung program latihan yang disusun tiap cabor yang akan berlaga ke PON XX 2021 Papua. Program latihan seperti pemusatan latihan, training camp (TC), atau sparring partner dan semacamnya dinilai efektif untuk memantapkan persiapan para atlet Kalsel menuju PON Papua. Namun, pria yang akrab disapa Dana ini mengingatkan agar program latihan tersebut menerapkan efisiensi, terutama dari segi anggaran. “KONI Kalsel tak pernah menghalangi cabor untuk melaksanakan training camp dan sejenisnya. Tapi, efisiensi harus diterapkan, mengingat anggaran yang ada di KONI Kalsel saat ini juga sangat minim,” ujar Dana.

“Jadi, silakan ajukan anggaran program latihan atau TC yang diperlukan kepada KONI Kalsel. Namun, anggaran yang diajukan tentunya harus realistis, efektif, dan efisien. Supaya tidak terkesan ada pemborosan anggaran,” sarannya. Binpres sedang menelaah anggaran TC yang diajukan cabor gulat yang mengajukan anggaran sekitar Rp500 juta.

Terkait hal itu, Sekretaris Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalsel, Agus Pebrianto menimbang kembali rencana program TC tim gulat Kalsel ke Ciloto Jabar, Juni ini. “Saat ini, kami belum bisa memastikan apakah program TC ke Ciloto tetap dilaksanakan atau ditunda dulu.

Pasalnya, program TC tersebut memerlukan dana yang cukup besar. Kami akan minta arahan dulu ke Ketua Umum PGSI Kalsel,” ujar Agus kala dijumpai di Sekretariat KONI Kalsel, kemarin (17/6).(oza/dye/ema)

BANJARMASIN – Keuangan KONI Kalsel sangat minim. Hanya dialokasikan sekitar Rp7 miliar. Tak heran, KONI Kalsel sangat berhemat dalam memutuskan dana latihan yang diajukan tiap cabor.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kalsel, Gusti Perdana Kesuma menyatakan pihaknya sebenarnya sangat mendukung program latihan yang disusun tiap cabor yang akan berlaga ke PON XX 2021 Papua. Program latihan seperti pemusatan latihan, training camp (TC), atau sparring partner dan semacamnya dinilai efektif untuk memantapkan persiapan para atlet Kalsel menuju PON Papua. Namun, pria yang akrab disapa Dana ini mengingatkan agar program latihan tersebut menerapkan efisiensi, terutama dari segi anggaran. “KONI Kalsel tak pernah menghalangi cabor untuk melaksanakan training camp dan sejenisnya. Tapi, efisiensi harus diterapkan, mengingat anggaran yang ada di KONI Kalsel saat ini juga sangat minim,” ujar Dana.

“Jadi, silakan ajukan anggaran program latihan atau TC yang diperlukan kepada KONI Kalsel. Namun, anggaran yang diajukan tentunya harus realistis, efektif, dan efisien. Supaya tidak terkesan ada pemborosan anggaran,” sarannya. Binpres sedang menelaah anggaran TC yang diajukan cabor gulat yang mengajukan anggaran sekitar Rp500 juta.

Terkait hal itu, Sekretaris Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalsel, Agus Pebrianto menimbang kembali rencana program TC tim gulat Kalsel ke Ciloto Jabar, Juni ini. “Saat ini, kami belum bisa memastikan apakah program TC ke Ciloto tetap dilaksanakan atau ditunda dulu.

Pasalnya, program TC tersebut memerlukan dana yang cukup besar. Kami akan minta arahan dulu ke Ketua Umum PGSI Kalsel,” ujar Agus kala dijumpai di Sekretariat KONI Kalsel, kemarin (17/6).(oza/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/