alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Kembangkan Penangkaran Bibit Bawang Merah

PELAIHARI – Demi mencukupi kebutuhan bawang merah di Kabupaten Tanah Laut, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memberikan perhatian terhadap pengembangan budidaya komoditas bawang merah di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Melalui Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut (Distanhorbun Tala) berhasil melakukan penangkaran benih bawang merah di Desa Ambawang Kecamatan Pelaihari.Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Hortikultura Distanhorbun Tala Al Jamaludin Malik saat ditemui dikantornya, Rabu (16/6).

Direncanakan lahan seluas empat hektar dari 21 hektar lahan milik petani akan dijadikan penangkaran benih bawang merah. Pengembangan benih ini nantinya akan tersebar di beberapa desa, seperti Desa Ambungan, Asri Mulya, Damit Hulu, Batakan, Ketapang, Gunung Makmur, Pandan Sari, dan Desa Riam Pinang.

Kepala Bidang Hortikultura Distanhorbun Tala menyampaikan dukungan kepada seluruh petani bawang merah dan berharap dalam beberapa tahun kedepan hasil panen mereka dapat memenuhi kebutuhan bawang merah yang ada di Tanah Laut.

“Melalui penangkaran ini kami mendorong petani untuk melaksanakan kegiatan pengembangan. Kami harapkan petani yang berhasil mengembangkan bawang merah bisa menularkan kepada yang lain, semoga ketergantungan bawang merah dari jawa di Tanah Laut perlahan dapat diatasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut malik menyampaikan bahwa bawang merah merupakan salah satu pemicu inflasi di Kabupaten Tanah Laut bersama cabai dan Ikan Gabus (haruan).

Gunawan, merupakan salah satu petani bawang merah merasa bersyukur karena terus mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah baik berupa benih, pupuk, dan kelengkapan lainnya sehingga dapat membantu penangkaran bawang merah miliknya.

“Alhamdulillah penangkaran hasilnya bagus, semoga nanti benih ini bisa dimanfaatkan dan berhasil,” kata Gunawan.

Dia juga menyampaikan bahwa masa panen bawang merah tergolong cepat, hanya 60-70 hari. Artinya dalam satu tahun bisa ditanam setidaknya dua kali, tapi perlu diingat perawatan bawang merah tergolong rumit sehingga memerlukan ketelatenan dan ketepatan penanganan hingga pasca panennya. (Diskominfo/mr-156/bin/ema)

PELAIHARI – Demi mencukupi kebutuhan bawang merah di Kabupaten Tanah Laut, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memberikan perhatian terhadap pengembangan budidaya komoditas bawang merah di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Melalui Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut (Distanhorbun Tala) berhasil melakukan penangkaran benih bawang merah di Desa Ambawang Kecamatan Pelaihari.Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Hortikultura Distanhorbun Tala Al Jamaludin Malik saat ditemui dikantornya, Rabu (16/6).

Direncanakan lahan seluas empat hektar dari 21 hektar lahan milik petani akan dijadikan penangkaran benih bawang merah. Pengembangan benih ini nantinya akan tersebar di beberapa desa, seperti Desa Ambungan, Asri Mulya, Damit Hulu, Batakan, Ketapang, Gunung Makmur, Pandan Sari, dan Desa Riam Pinang.

Kepala Bidang Hortikultura Distanhorbun Tala menyampaikan dukungan kepada seluruh petani bawang merah dan berharap dalam beberapa tahun kedepan hasil panen mereka dapat memenuhi kebutuhan bawang merah yang ada di Tanah Laut.

“Melalui penangkaran ini kami mendorong petani untuk melaksanakan kegiatan pengembangan. Kami harapkan petani yang berhasil mengembangkan bawang merah bisa menularkan kepada yang lain, semoga ketergantungan bawang merah dari jawa di Tanah Laut perlahan dapat diatasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut malik menyampaikan bahwa bawang merah merupakan salah satu pemicu inflasi di Kabupaten Tanah Laut bersama cabai dan Ikan Gabus (haruan).

Gunawan, merupakan salah satu petani bawang merah merasa bersyukur karena terus mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah baik berupa benih, pupuk, dan kelengkapan lainnya sehingga dapat membantu penangkaran bawang merah miliknya.

“Alhamdulillah penangkaran hasilnya bagus, semoga nanti benih ini bisa dimanfaatkan dan berhasil,” kata Gunawan.

Dia juga menyampaikan bahwa masa panen bawang merah tergolong cepat, hanya 60-70 hari. Artinya dalam satu tahun bisa ditanam setidaknya dua kali, tapi perlu diingat perawatan bawang merah tergolong rumit sehingga memerlukan ketelatenan dan ketepatan penanganan hingga pasca panennya. (Diskominfo/mr-156/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/