alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Polemik Makam Sultan Banjar Makin "Cinik", Pemko: Ayo Tekan Ego Demi Peziarah

BANJARMASIN – Semakin pelik saja. Belum selesai dualisme kepengurusan pengelolaan Makam Sultan Suriansyah di Kampung Kuin, muncul klaim baru.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi baru mengetahuinya seusai rapat bersama pengurus makam.

“Kelompok ketiga ini juga memiliki data zuriat atau silsilah keturunan dari Raja Banjar,” ujarnya kemarin (17/6).

“Jadi sekarang, bukan dua kelompok lagi, sudah ada tiga. Masing-masing kelompok berkeinginan untuk mengelola makam. Merasa sebagai zuriat,” tambahnya.

Rapat itu merupakan usulan Kapolsek Banjarmasin Utara untuk memediasi sengketa perebutan pengelolaan kompleks makam bersejarah tersebut.

Tapi, ada kabar yang membesarkan harapan. Pada akhir rapat diputuskan untuk dibentuk tim formatur. Tugasnya, menyusun kepengurusan yang diisi oleh perwakilan ketiga kelompok.

“Kalau masing-masing merasa sebagai zuriat yang sah, saya rasa permasalahan ini tidak akan selesai-selesai. Makam Sultan Suriansyah ada untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Dia berharap, takkan ada lagi pertunjukan sikap keakuan. “Mereka harus mengedepankan kebersamaan. Tak boleh dikuasai satu kelompok saja,” tekannya.

Hasil kerja tim formatur kemudian dibawa ke rapat besar. Pada akhirnya, pemko akan memaksa agar semua pihak bisa menerima keputusan rapat tersebut.

Ditanya kapan hasilnya bisa diketahui, Doyo mengaku tak menetapkan tenggat waktu untuk tim formatur bekerja.

Mengingat makam itu menyandang status cagar budaya, tugas dan fokus pemko adalah kepentingan para peziarah.

“Kami maunya cepat. Lebih cepat selesai lebih baik. Siapapun pengurusnya, kami harapkan bisa mengayomi semua pihak. Semoga tak ada lagi konflik-konflik,” tutupnya.

Tahun lalu, perebutan kepengurusan ini sampai berujung pada aksi saling menggembok pagar makam. Masyarakat yang ingin berziarah pun menjadi korban. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Semakin pelik saja. Belum selesai dualisme kepengurusan pengelolaan Makam Sultan Suriansyah di Kampung Kuin, muncul klaim baru.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi baru mengetahuinya seusai rapat bersama pengurus makam.

“Kelompok ketiga ini juga memiliki data zuriat atau silsilah keturunan dari Raja Banjar,” ujarnya kemarin (17/6).

“Jadi sekarang, bukan dua kelompok lagi, sudah ada tiga. Masing-masing kelompok berkeinginan untuk mengelola makam. Merasa sebagai zuriat,” tambahnya.

Rapat itu merupakan usulan Kapolsek Banjarmasin Utara untuk memediasi sengketa perebutan pengelolaan kompleks makam bersejarah tersebut.

Tapi, ada kabar yang membesarkan harapan. Pada akhir rapat diputuskan untuk dibentuk tim formatur. Tugasnya, menyusun kepengurusan yang diisi oleh perwakilan ketiga kelompok.

“Kalau masing-masing merasa sebagai zuriat yang sah, saya rasa permasalahan ini tidak akan selesai-selesai. Makam Sultan Suriansyah ada untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Dia berharap, takkan ada lagi pertunjukan sikap keakuan. “Mereka harus mengedepankan kebersamaan. Tak boleh dikuasai satu kelompok saja,” tekannya.

Hasil kerja tim formatur kemudian dibawa ke rapat besar. Pada akhirnya, pemko akan memaksa agar semua pihak bisa menerima keputusan rapat tersebut.

Ditanya kapan hasilnya bisa diketahui, Doyo mengaku tak menetapkan tenggat waktu untuk tim formatur bekerja.

Mengingat makam itu menyandang status cagar budaya, tugas dan fokus pemko adalah kepentingan para peziarah.

“Kami maunya cepat. Lebih cepat selesai lebih baik. Siapapun pengurusnya, kami harapkan bisa mengayomi semua pihak. Semoga tak ada lagi konflik-konflik,” tutupnya.

Tahun lalu, perebutan kepengurusan ini sampai berujung pada aksi saling menggembok pagar makam. Masyarakat yang ingin berziarah pun menjadi korban. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/