alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Kampung Anti Pemanasan Global

BANJARMASIN – Mengantisipasi imbas perubahan iklim, warga diminta berbenah. Salah satunya dengan giat mengurangi pemakaian plastik dan gencar menanam pohon.

Ide itulah yang mendasari Program Kampung Ramah Gas Rumah Kaca (GRK). Yang digagas pemerhati lingkungan Bambang Karyanto, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.

Kemarin (16/6) siang, Kampung Ramah GRK di Jalan Veteran Kompleks Ahmad Yani 1 RT 19 disosialisasikan. Lantaran masih pandemi, jumlah undangan dibatasi.

Tak lebih dari dua puluh warga yang mengikuti sosialisasi tersebut. Diharapkan, mereka bisa menyebarkan pesan dari acara tersebut kepada kerabat dan tetangganya.

Bambang mengatakan pihaknya menyediakan sebanyak 1.500 bibit untuk Kampung Ramah GRK. Dari bibit pohon peneduh sampai bibit buah-buahan.

“Upayanya tak perlu muluk-muluk. Kita bisa menekan imbas pemanasan global dengan menanam kembang atau pohon. Minimal di depan rumah masing-masing,” jelasnya.

Penghuni rumah juga diminta tak membuang sampah sembarangan. Syukur-syukur bila warga bisa memilah sampah hingga menyetorkannya ke bank sampah.

“Setidaknya bisa menciptakan lingkungan yang asri,” tambahnya. Perihal pemilihan Kompleks Ahmad Yani 1 RT 19, karena pantas menjadi percontohan.

“Hampir setiap rumah di sini memiliki pepohonan. Ini contoh yang baik dan tinggal dikembangkan. Kemungkinan launching-nya awal bulan Juli nanti,” tambahnya.

Senada dengan Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono. “Ketika bumi memanas, permukaan laut meninggi, muncul krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan kabut asap,” ujarnya.

Wahyu berharap, jika sukses di tempat ini, akan ditiru oleh kampung-kampung lainnya di Banjarmasin.

Lantas, bagaimana respons warga setempat? Luar biasa antusias. Warga menyambut baik program tersebut, Nonik salah satunya.

Ia mengaku kembali bersemangat untuk menata perkampungannya agar lebih hijau. “Akibat musibah banjir awal tahun lalu, banyak kerugian yang diderita warga. Mengajari kami untuk segera membenahi lingkungan,” ujarnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Mengantisipasi imbas perubahan iklim, warga diminta berbenah. Salah satunya dengan giat mengurangi pemakaian plastik dan gencar menanam pohon.

Ide itulah yang mendasari Program Kampung Ramah Gas Rumah Kaca (GRK). Yang digagas pemerhati lingkungan Bambang Karyanto, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.

Kemarin (16/6) siang, Kampung Ramah GRK di Jalan Veteran Kompleks Ahmad Yani 1 RT 19 disosialisasikan. Lantaran masih pandemi, jumlah undangan dibatasi.

Tak lebih dari dua puluh warga yang mengikuti sosialisasi tersebut. Diharapkan, mereka bisa menyebarkan pesan dari acara tersebut kepada kerabat dan tetangganya.

Bambang mengatakan pihaknya menyediakan sebanyak 1.500 bibit untuk Kampung Ramah GRK. Dari bibit pohon peneduh sampai bibit buah-buahan.

“Upayanya tak perlu muluk-muluk. Kita bisa menekan imbas pemanasan global dengan menanam kembang atau pohon. Minimal di depan rumah masing-masing,” jelasnya.

Penghuni rumah juga diminta tak membuang sampah sembarangan. Syukur-syukur bila warga bisa memilah sampah hingga menyetorkannya ke bank sampah.

“Setidaknya bisa menciptakan lingkungan yang asri,” tambahnya. Perihal pemilihan Kompleks Ahmad Yani 1 RT 19, karena pantas menjadi percontohan.

“Hampir setiap rumah di sini memiliki pepohonan. Ini contoh yang baik dan tinggal dikembangkan. Kemungkinan launching-nya awal bulan Juli nanti,” tambahnya.

Senada dengan Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono. “Ketika bumi memanas, permukaan laut meninggi, muncul krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan kabut asap,” ujarnya.

Wahyu berharap, jika sukses di tempat ini, akan ditiru oleh kampung-kampung lainnya di Banjarmasin.

Lantas, bagaimana respons warga setempat? Luar biasa antusias. Warga menyambut baik program tersebut, Nonik salah satunya.

Ia mengaku kembali bersemangat untuk menata perkampungannya agar lebih hijau. “Akibat musibah banjir awal tahun lalu, banyak kerugian yang diderita warga. Mengajari kami untuk segera membenahi lingkungan,” ujarnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/