alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Banjarbaru Kucurkan 4 Miliar untuk Vaksinasi

BANJARBARU – Presiden RI Joko Widodo menargetkan vaksinasi di Indonesia bisa menyentuh satu juta orang perhari. Terbaru, percepatan penyuntikan vaksin Covid-19 juga ditarget bisa menciptakan Herd Imunity di bulan Agustus 2021 mendatang.

Dorongan percepatan vaksinasi ini tentu juga akan berimplikasi ke daerah. Selain harus memenuhi distribusi vaksin yang ada, dukungan pelaksanaannya juga kemungkinan bertambah.

Program vaksinasi seyogianya melibatkan banyak unsur. Selain ketersediaan dosis vaksin, jumlah tenaga vaksinator juga harus berimbang. Terlebih adanya perintah atau dorongan untuk percepatan vaksinasi dari presiden.

Di Banjarbaru, adanya instruksi presiden ini sudah dikantongi pihak pemerintah daerah. Dalam dukungannya, Pemko Banjarbaru menyiapkan anggaran untuk mendukung program vaksinasi.

“Sebelum adanya perintah percepatan ini, kita sudah menyiapkan anggaran untuk dukungan program vaksinasi ini. Karena sudah tertuang di PMK (Peratuan Menteri Keuangan) 17 tentang penyesuaian penggunaan anggaran,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainuddin.

Dalam PMK tersebut, kata dia, Pemda diminta untuk mengalokasikan dukungan anggaran vaksinasi dan insentif nakes. “Semenjak PMK diterbitkan kita sudah langsung alokasikan,” ujarnya.

Adapun, dalam dukungan program vaksinasi tersebut, Pemko jelasnya mengucurkan anggaran sebesar Rp4 Miliar. Ini kata Jainuddin sesuai dengan usulan yang diajukan SKPD teknis: Dinas Kesehatan Banjarbaru.

“Ini dukungan vaksinasi ya bukan pengadaan. Karena pengadaan itu ditanggung pusat. Dukungan ini meliputi beberapa kegiatan terkait pelaksanaan vaksinasi,” katanya.

Lantas dengan adanya perintah terbaru presiden apakah ada manuver signifikan untuk penganggaran dukungan vaksinasi? Jainuddin menjawab bahwa pihaknya akan menyesuaikan dengan usulan oleh Dinas Kesehatan selaku SKPD teknis.

“Sampai saat ini memang belum ada usulan (tambahan anggaran). Namun jika memang diperlukan, kita Insya Allah siap. Tetapi tentunya dengan beberapa tahapan, termasuk pembahasan dengan unsur pimpinan,” bebernya. (rvn/ij/ris)

BANJARBARU – Presiden RI Joko Widodo menargetkan vaksinasi di Indonesia bisa menyentuh satu juta orang perhari. Terbaru, percepatan penyuntikan vaksin Covid-19 juga ditarget bisa menciptakan Herd Imunity di bulan Agustus 2021 mendatang.

Dorongan percepatan vaksinasi ini tentu juga akan berimplikasi ke daerah. Selain harus memenuhi distribusi vaksin yang ada, dukungan pelaksanaannya juga kemungkinan bertambah.

Program vaksinasi seyogianya melibatkan banyak unsur. Selain ketersediaan dosis vaksin, jumlah tenaga vaksinator juga harus berimbang. Terlebih adanya perintah atau dorongan untuk percepatan vaksinasi dari presiden.

Di Banjarbaru, adanya instruksi presiden ini sudah dikantongi pihak pemerintah daerah. Dalam dukungannya, Pemko Banjarbaru menyiapkan anggaran untuk mendukung program vaksinasi.

“Sebelum adanya perintah percepatan ini, kita sudah menyiapkan anggaran untuk dukungan program vaksinasi ini. Karena sudah tertuang di PMK (Peratuan Menteri Keuangan) 17 tentang penyesuaian penggunaan anggaran,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainuddin.

Dalam PMK tersebut, kata dia, Pemda diminta untuk mengalokasikan dukungan anggaran vaksinasi dan insentif nakes. “Semenjak PMK diterbitkan kita sudah langsung alokasikan,” ujarnya.

Adapun, dalam dukungan program vaksinasi tersebut, Pemko jelasnya mengucurkan anggaran sebesar Rp4 Miliar. Ini kata Jainuddin sesuai dengan usulan yang diajukan SKPD teknis: Dinas Kesehatan Banjarbaru.

“Ini dukungan vaksinasi ya bukan pengadaan. Karena pengadaan itu ditanggung pusat. Dukungan ini meliputi beberapa kegiatan terkait pelaksanaan vaksinasi,” katanya.

Lantas dengan adanya perintah terbaru presiden apakah ada manuver signifikan untuk penganggaran dukungan vaksinasi? Jainuddin menjawab bahwa pihaknya akan menyesuaikan dengan usulan oleh Dinas Kesehatan selaku SKPD teknis.

“Sampai saat ini memang belum ada usulan (tambahan anggaran). Namun jika memang diperlukan, kita Insya Allah siap. Tetapi tentunya dengan beberapa tahapan, termasuk pembahasan dengan unsur pimpinan,” bebernya. (rvn/ij/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/