alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

PTM Diyakini Bisa Kurangi Badut Jalanan

BANJARMASIN – Pembukaan sekolah di tengah pandemi pada 12 Juli nanti, dipandang mampu mengurangi maraknya badut jalanan yang dilakoni anak-anak usia pelajar.

Keyakinan itu diutarakan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Asumsinya, selama belajar daring di rumah, anak-anak memiliki terlalu banyak waktu luang. Dengan dalih membantu ekonomi keluarga, sebagian malah turun ke jalan.

Memenuhi persimpangan lampu merah, mencari recehan dengan kostum badut.

“Semestinya ini tidak perlu terjadi. Lama-kelamaan, dapat mengubah karakter anak apabila tidak segera dihentikan,” kata Totok.

Maka, ia menyebut kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebagai solusi. Untuk mengembalikan anak-anak kembali belajar dan bermain di sekolah.

Perkara risiko penularan COVID-19, menurutnya bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Apalagi, vaksinasi guru di Banjarmasin sudah melebihi 70 persen. “Artinya pelaksanaan PTM sudah memenuhi syarat. Siap menyambut tahun ajaran baru nanti,” tegasnya.

Diingatkannya lagi, sekolah tetap berkewajiban menyediakan fasilitas belajar jarak jauh. Mengantisipasi orang tua murid yang masih khawatir. Menolak anaknya kembali ke sekolah.

“Orang tua yang meminta pembelajaran daring, lantaran khawatir dengan kesehatan anaknya, tetap akan difasilitasi,” tuntasnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Pembukaan sekolah di tengah pandemi pada 12 Juli nanti, dipandang mampu mengurangi maraknya badut jalanan yang dilakoni anak-anak usia pelajar.

Keyakinan itu diutarakan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Asumsinya, selama belajar daring di rumah, anak-anak memiliki terlalu banyak waktu luang. Dengan dalih membantu ekonomi keluarga, sebagian malah turun ke jalan.

Memenuhi persimpangan lampu merah, mencari recehan dengan kostum badut.

“Semestinya ini tidak perlu terjadi. Lama-kelamaan, dapat mengubah karakter anak apabila tidak segera dihentikan,” kata Totok.

Maka, ia menyebut kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebagai solusi. Untuk mengembalikan anak-anak kembali belajar dan bermain di sekolah.

Perkara risiko penularan COVID-19, menurutnya bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Apalagi, vaksinasi guru di Banjarmasin sudah melebihi 70 persen. “Artinya pelaksanaan PTM sudah memenuhi syarat. Siap menyambut tahun ajaran baru nanti,” tegasnya.

Diingatkannya lagi, sekolah tetap berkewajiban menyediakan fasilitas belajar jarak jauh. Mengantisipasi orang tua murid yang masih khawatir. Menolak anaknya kembali ke sekolah.

“Orang tua yang meminta pembelajaran daring, lantaran khawatir dengan kesehatan anaknya, tetap akan difasilitasi,” tuntasnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/