alexametrics
34.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Cegah Pengunjung, Siring Mau Dikasih Pagar Seharga Rp5 Miliar

BANJARMASIN – Saban liburan akhir pekan, muncul kerumunan di Siring Pierre Tendean. Pengunjung plus pedagang kaki lima. Padahal, jelas-jelas kawasan siring tepian Sungai Martapura masih ditutup karena pandemi.

“Kami akui, akhir-akhir ini siring lebih padat dari biasanya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Ikhsan Alhak. Pengakuan itu tak diikuti tindakan nyata. Dalihnya, kerumunan itu cuma numpang lewat.

“Cuma sekadar lewat, mau jogging atau jalan santai, tidak apa-apa. Kalau menetap, baru tidak diperkenankan,” tambahnya.

Ditekankannya, sulit untuk mencegah kerumunan di objek wisata. Karena menyangkut hasrat masyarakat untuk berlibur.

Ditanya solusi, Ikhsan kembali mendengungkan rencana lama. Yakni memagari siring.

Desain (DED) pagar bakal dibuat tahun ini. Gambarannya, siring akan memiliki pintu keluar dan masuk yang mudah dikontrol.

Selain itu, mencegah siring dari tangan-tangan usil. “Otomatis, kami bisa membatasi pengunjung siring. Sekalian menjaga aset di sana dari kekumuhan,” jelasnya.

Tentu saja, pagar itu takkan murah. “Seusai DED, baru pengalokasian anggaran. Ditaksir perlu Rp5 miliar,” sebutnya.

Ikhsan berharap, wali kota yang baru lekas dilantik. Ia hendak berkoordinasi tentang pembukaan objek wisata.

“Roda ekonomi perlu digerakkan. Bisa diselaraskan. Asalkan sungguh-sungguh menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata,” tutupnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Saban liburan akhir pekan, muncul kerumunan di Siring Pierre Tendean. Pengunjung plus pedagang kaki lima. Padahal, jelas-jelas kawasan siring tepian Sungai Martapura masih ditutup karena pandemi.

“Kami akui, akhir-akhir ini siring lebih padat dari biasanya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Ikhsan Alhak. Pengakuan itu tak diikuti tindakan nyata. Dalihnya, kerumunan itu cuma numpang lewat.

“Cuma sekadar lewat, mau jogging atau jalan santai, tidak apa-apa. Kalau menetap, baru tidak diperkenankan,” tambahnya.

Ditekankannya, sulit untuk mencegah kerumunan di objek wisata. Karena menyangkut hasrat masyarakat untuk berlibur.

Ditanya solusi, Ikhsan kembali mendengungkan rencana lama. Yakni memagari siring.

Desain (DED) pagar bakal dibuat tahun ini. Gambarannya, siring akan memiliki pintu keluar dan masuk yang mudah dikontrol.

Selain itu, mencegah siring dari tangan-tangan usil. “Otomatis, kami bisa membatasi pengunjung siring. Sekalian menjaga aset di sana dari kekumuhan,” jelasnya.

Tentu saja, pagar itu takkan murah. “Seusai DED, baru pengalokasian anggaran. Ditaksir perlu Rp5 miliar,” sebutnya.

Ikhsan berharap, wali kota yang baru lekas dilantik. Ia hendak berkoordinasi tentang pembukaan objek wisata.

“Roda ekonomi perlu digerakkan. Bisa diselaraskan. Asalkan sungguh-sungguh menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/