alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Dengan Srikandi, Dispusip Kalsel Kelola Kearsipan Melalui Aplikasi

BANJARBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan terobosan dalam mengelola kearsipan. Yakni, dengan memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

Sosialisasi aplikasi Srikandi dilakukan secara virtual di Command Centre Setdaprov Kalsel, kemarin. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel mengapresiasi langkah Dispersip dan Diskominfo Prov Kalsel yang berkolaborasi, sehingga terlaksananya kegiatan tersebut.

Dikatakan Sekda, perkembangan teknologi informasi dengan kecepatannya di era digital telah membawa dampak begitu besar di berbagai sendi kehidupan.

Perubahan ini menurutnya menuntut tata kelola pemerintahan, serta pelayanan publik untuk terus beradaptasi dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi. Termasuk dalam hal tata kelola kearsipan.

“Tata kelola kearsipan harus terus mengikuti perkembangan zaman dan melakukan perubahan, utamanya dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dalam memasuki era disruptif kita dituntut melakukan perubahan cepat,” ujarnya.

Roy menambahkan, sosialisasi aplikasi Srikandi merupakan salah satu cerminan menyatukan langkah dalam memajukan kearsipan di era digital.

“Dalam aplikasi Srikandi, setiap informasi berbasis analog dan digital dapat terekam dengan baik. Sehingga nantinya menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa,” tambahnya.

Dia berharap, melalui kegiatan sosialisasi tersebut dapat mendorong dan memotivasi setiap SKPD, untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola arsip melalui pemanfaatan aplikasi.

“Saya berharap, dengan adanya aplikasi Srikandi ini mampu mendorong terwujudnya tata kelola kearsipan yang lebih baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov Kalsel, Dra Hj Nurliani mengatakan, dilaksanakannya kegiatan sosialisasi aplikasi Srikandi ini untuk memberi pemahaman kepada seluruh SKPD beserta UPT dan Lembaga Kearsipan Daerah khususnya di Prov Kalsel mengenai pemanfaatannya.

“Ini bertujuan agar dapat mewujudkan pelayanan administrasi pemerintahan di bidang kearsipan yang dinamis, berkualitas dan terpercaya, serta terintegrasi,” ucapnya.

Dijelaskan Nurliani, aplikasi Srikandi pada dasarnya merupakan integrasi antara pengelolaan arsip dinamis secara instansional berbasis digital melalui aplikasi SIKD dan terintegrasi secara nasional pada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.

Dalam sosialisasi ini, Dispersip Kalsel menghadirkan Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia, Drs Sumrahyadi, MIMS sebagai narasumber.

Nurliani menambahkan, sosialisasi aplikasi Srikandi diikuti oleh 1.692 orang peserta, yang berskala dari SKPD beserta UPT di lingkungan Pemprov Kalsel dan Lembaga Kearsiapan di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.

“Kita bersyukur, sosialisasi ini juga banyak diikuti oleh peserta lainya, seperti dari instansi vertikal yang ada di Kalsel, serta LKD dan Instansi Vertikal seluruh Indonesia,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan terobosan dalam mengelola kearsipan. Yakni, dengan memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

Sosialisasi aplikasi Srikandi dilakukan secara virtual di Command Centre Setdaprov Kalsel, kemarin. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel mengapresiasi langkah Dispersip dan Diskominfo Prov Kalsel yang berkolaborasi, sehingga terlaksananya kegiatan tersebut.

Dikatakan Sekda, perkembangan teknologi informasi dengan kecepatannya di era digital telah membawa dampak begitu besar di berbagai sendi kehidupan.

Perubahan ini menurutnya menuntut tata kelola pemerintahan, serta pelayanan publik untuk terus beradaptasi dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi. Termasuk dalam hal tata kelola kearsipan.

“Tata kelola kearsipan harus terus mengikuti perkembangan zaman dan melakukan perubahan, utamanya dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dalam memasuki era disruptif kita dituntut melakukan perubahan cepat,” ujarnya.

Roy menambahkan, sosialisasi aplikasi Srikandi merupakan salah satu cerminan menyatukan langkah dalam memajukan kearsipan di era digital.

“Dalam aplikasi Srikandi, setiap informasi berbasis analog dan digital dapat terekam dengan baik. Sehingga nantinya menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa,” tambahnya.

Dia berharap, melalui kegiatan sosialisasi tersebut dapat mendorong dan memotivasi setiap SKPD, untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola arsip melalui pemanfaatan aplikasi.

“Saya berharap, dengan adanya aplikasi Srikandi ini mampu mendorong terwujudnya tata kelola kearsipan yang lebih baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov Kalsel, Dra Hj Nurliani mengatakan, dilaksanakannya kegiatan sosialisasi aplikasi Srikandi ini untuk memberi pemahaman kepada seluruh SKPD beserta UPT dan Lembaga Kearsipan Daerah khususnya di Prov Kalsel mengenai pemanfaatannya.

“Ini bertujuan agar dapat mewujudkan pelayanan administrasi pemerintahan di bidang kearsipan yang dinamis, berkualitas dan terpercaya, serta terintegrasi,” ucapnya.

Dijelaskan Nurliani, aplikasi Srikandi pada dasarnya merupakan integrasi antara pengelolaan arsip dinamis secara instansional berbasis digital melalui aplikasi SIKD dan terintegrasi secara nasional pada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.

Dalam sosialisasi ini, Dispersip Kalsel menghadirkan Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia, Drs Sumrahyadi, MIMS sebagai narasumber.

Nurliani menambahkan, sosialisasi aplikasi Srikandi diikuti oleh 1.692 orang peserta, yang berskala dari SKPD beserta UPT di lingkungan Pemprov Kalsel dan Lembaga Kearsiapan di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.

“Kita bersyukur, sosialisasi ini juga banyak diikuti oleh peserta lainya, seperti dari instansi vertikal yang ada di Kalsel, serta LKD dan Instansi Vertikal seluruh Indonesia,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/