alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Mabuk dan Siram Anak Istri Orang dengan Miras, Polisi Sempat Lepas Tembakan

BANJARBARU – Pengguna jalan dan warga di kawasan Jalan A Yani Km 33 Banjarbaru dibuat heboh pada Kamis (10/6) malam. Musabab, di area jalan terjadi keributan antar dua pihak pengemudi mobil.

Keributan ini sendiri mendadak viral. Usai rekamannya tersebar ke sejumlah lini media sosial. Terlebih, dalam rekaman video, aparat kepolisian terdengar melepaskan suara tembakan untuk mengurai keributan tersebut.

Viralnya video ini mengudang banyak pertanyaan warganet. Banyak yang berasumsi bahwa tembakan yang dilepaskan salah seorang anggota polisi terkait penangkapan pelaku narkotika atau kejahatan lain.

“Ada suara tembakan, tapi sepertinya ke arah udara. Seseorang juga kelihatannya dibekuk oleh polisi, mungkin bandar narkoba yang mau kabur,” kata pemilik akun handita23 di salah satu akun media sosial.

Terkait viralnya video tersebut, Radar Banjarmasin coba mengonfirmasi kepada pihak Polres Banjarbaru. Yang mana didapati fakta bahwa kejadian tersebut bukan seperti asumsi warganet terkait penangkapan bandar narkoba.

“Jadi kejadian itu ada suatu cekcok permasalahan antar dua pengemudi. Bukan penangkapan seperti yang dibicarakan,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbag Humas, AKP Tajuddin Noor.

Dirunut Tajuddin, bahwa awal mula kejadian dipicu oleh dua buah mobil yang tampak beriringan. Dikatakan bahwa antar pengemudi dua mobil ini telah terlibat masalah sebelumnya.

Setibanya di lokasi keributan, keduanya sama-sama berhenti dan salah seorang di antaranya keluar dari dalam mobil. Pengemudi yang keluar ini langsung menyambangi pengemudi lainnya dan terjadi pertengkaran.

“Saat keributan ini kebetulan ada personel Polres Banjarbaru yang berada di lokasi dan menangani kejadian tersebut. Yang mana setelah ditangani kedua pihak dibawa ke Mapolres Banjarbaru,” kata Tajuddin.

Ditanya ihwal mengapa ada terdengar suara letusan tembakan, Tajuddin menjelaskan jika hal tersebut terpaksa dilakukan personel Polres Banjarbaru ketika menangani keributan.

“Penembakan ke atas (udara) terjadi untuk menghentikan keributan yang saat itu suara anggota tidak didengar oleh yang bertengkar,” jawab Tajuddin.

Belakangan, usia dimediasi aparat, cekcok ini diselesaikan secara kekeluargaan. Yang mana turut didapati fakta juga bahwa salah satu pihak yang terlibat dalam pengaruh minuman keras sehingga memicu keributan.

“Jadi salah satu pihak dalam pengaruh minuman keras dan membuat emosinya tidak terkontrol dalam menyikapi masalah. Selain itu, pihak ini turut menyiramkan minuman keras kepada istri dan anak dari pihak lainnya sehingga makin memicu keributan,” katanya.

Meski demikian, Tajuddin memastikan jika kedua pihak telah berdamai dan saling memaafkan. “Kita juga sudah buatkan surat perjanjian damai antar kedua belah pihak,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Pengguna jalan dan warga di kawasan Jalan A Yani Km 33 Banjarbaru dibuat heboh pada Kamis (10/6) malam. Musabab, di area jalan terjadi keributan antar dua pihak pengemudi mobil.

Keributan ini sendiri mendadak viral. Usai rekamannya tersebar ke sejumlah lini media sosial. Terlebih, dalam rekaman video, aparat kepolisian terdengar melepaskan suara tembakan untuk mengurai keributan tersebut.

Viralnya video ini mengudang banyak pertanyaan warganet. Banyak yang berasumsi bahwa tembakan yang dilepaskan salah seorang anggota polisi terkait penangkapan pelaku narkotika atau kejahatan lain.

“Ada suara tembakan, tapi sepertinya ke arah udara. Seseorang juga kelihatannya dibekuk oleh polisi, mungkin bandar narkoba yang mau kabur,” kata pemilik akun handita23 di salah satu akun media sosial.

Terkait viralnya video tersebut, Radar Banjarmasin coba mengonfirmasi kepada pihak Polres Banjarbaru. Yang mana didapati fakta bahwa kejadian tersebut bukan seperti asumsi warganet terkait penangkapan bandar narkoba.

“Jadi kejadian itu ada suatu cekcok permasalahan antar dua pengemudi. Bukan penangkapan seperti yang dibicarakan,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbag Humas, AKP Tajuddin Noor.

Dirunut Tajuddin, bahwa awal mula kejadian dipicu oleh dua buah mobil yang tampak beriringan. Dikatakan bahwa antar pengemudi dua mobil ini telah terlibat masalah sebelumnya.

Setibanya di lokasi keributan, keduanya sama-sama berhenti dan salah seorang di antaranya keluar dari dalam mobil. Pengemudi yang keluar ini langsung menyambangi pengemudi lainnya dan terjadi pertengkaran.

“Saat keributan ini kebetulan ada personel Polres Banjarbaru yang berada di lokasi dan menangani kejadian tersebut. Yang mana setelah ditangani kedua pihak dibawa ke Mapolres Banjarbaru,” kata Tajuddin.

Ditanya ihwal mengapa ada terdengar suara letusan tembakan, Tajuddin menjelaskan jika hal tersebut terpaksa dilakukan personel Polres Banjarbaru ketika menangani keributan.

“Penembakan ke atas (udara) terjadi untuk menghentikan keributan yang saat itu suara anggota tidak didengar oleh yang bertengkar,” jawab Tajuddin.

Belakangan, usia dimediasi aparat, cekcok ini diselesaikan secara kekeluargaan. Yang mana turut didapati fakta juga bahwa salah satu pihak yang terlibat dalam pengaruh minuman keras sehingga memicu keributan.

“Jadi salah satu pihak dalam pengaruh minuman keras dan membuat emosinya tidak terkontrol dalam menyikapi masalah. Selain itu, pihak ini turut menyiramkan minuman keras kepada istri dan anak dari pihak lainnya sehingga makin memicu keributan,” katanya.

Meski demikian, Tajuddin memastikan jika kedua pihak telah berdamai dan saling memaafkan. “Kita juga sudah buatkan surat perjanjian damai antar kedua belah pihak,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/