alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Pulihkan Pariwisata, Tahura Kembali Dibuka, Petugas Pantau Per 30 Menit

Setelah menyelesaikan berbagai persiapan, Dinas Kehutanan Kalsel mulai Jumat (11/6) kembali membuka wisata alam di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Setelah sebelumnya ditutup sejak adanya pandemi Covid-19.

Dengan begitu, masyarakat bisa kembali menikmati pemandangan Bukit Mandiangin, Bukit Besar, Kahung, Sungai Luar dan lain-lain.

Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hj Fathimatuzzahra mengatakan, keputusan untuk membuka kembali wisata alam andalan Banua tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi yang mereka lakukan dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Keputusan rakor, kawasan wisata alam Tahura mulai dibuka kembali pada masa adaptasi kebiasaan baru hari Jumat 11 Juni 2021,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Namun dia mengungkapkan, Tahura Sultan Adam dibuka dengan menerapkan sejumlah persyaratan. Di antaranya, pengunjung wajib menerapkan prosedur protokol kesehatan. “Penerapan prokes ini diawasi secara ketat,” ungkapnya.

Wanita akrab disapa Aya menyampaikan, pihak UPT Tahura Sultan Adam mengerahkan petugas lapangan setiap 30 menit sekali untuk memonitor supaya tidak ada penumpukan orang atau kerumunan. “Ini juga sebagai upaya pencegahan karhutla,” ucapnya.

Sedangkan bagi pengunjung yang tidak membawa masker, akan disediakan masker yang dapat dibeli di pos masuk. “Titik-titik untuk mencuci tangan pun kini sudah banyak disediakan,” kata Aya.

Kemudian, lanjut dia, tiket masuk ke lokasi wisata hanya bisa dilakukan secara daring atau booking online melalui situs http://bit.ly/Registrasi-Online-Tahura-SA. Ini dilakukan untuk membatasi jumlah pengunjung.

“Jumlah kuota pengunjung yang disepakati adalah 500 orang per hari atau 50 persen daya dukung atau daya tampung,” terangnya.

Selain itu, dia menyebut, waktu kunjungan para wisatawan juga dibatasi: dari jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Sedangkan untuk kegiatan camping atau menginap tidak diperkenankan.

“Kemudian dalam satu minggu akan ada satu hari dilakukan penutupan untuk evaluasi, sekaligus pelaksanaan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. Guna langkah pencegahan virus Covid 19,” papar Aya.

Pembukasn Tahura Sultan Adam sendiri menyusul dibukanya lebih dulu wisata Kebun Raya Banua (KRB) di kawasan perkantoran Setdaprov Kalsel. Sejak dibuka April tadi, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat.

Kepala UPT Kebun Raya Banua Agung Sriyono mengatakan, setelah dibuka selama dua bulan terakhir ini jumlah kunjungan mengalami peningkatan. “Padahal dalam suasana pandemi kami belum berani mempromosikannya lebih jauh, baik melalui media sosial dan sebagainya,” katanya.

Disampaikannya, promosi belum mereka lakukan agar jumlah pengunjung tidak membeludak. “Karena kondisi cukup mengkhawatirkan, sehingga pengunjung kami batasi dulu,” ucapnya.

Walaupun begitu, dia menyebut Kebun Raya Banua (KRB) bakal mempersiapkan diri untuk menerima pengunjung lebih banyak lagi. Mengingat, pemerintah berencana membuka sekolah tatap muka.

“Pengunjung Kebun Raya Banua rata-rata dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Apabila PTM telah berjalan lagi, maka aktivitas di sini otomatis juga mulai rami lagi,” paparnya.

Menyikapi prediksi lonjakan pengunjung, dia bersama dengan timnya akan memperketat dan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Dengan harapan, penularan Covid-19 dapat dihindari.

“Ada batas-batas yang harus diterapkan, seperti prokes, membatasi pengunjung yang sekiranya menimbulkan penularan,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Setelah menyelesaikan berbagai persiapan, Dinas Kehutanan Kalsel mulai Jumat (11/6) kembali membuka wisata alam di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Setelah sebelumnya ditutup sejak adanya pandemi Covid-19.

Dengan begitu, masyarakat bisa kembali menikmati pemandangan Bukit Mandiangin, Bukit Besar, Kahung, Sungai Luar dan lain-lain.

Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hj Fathimatuzzahra mengatakan, keputusan untuk membuka kembali wisata alam andalan Banua tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi yang mereka lakukan dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Keputusan rakor, kawasan wisata alam Tahura mulai dibuka kembali pada masa adaptasi kebiasaan baru hari Jumat 11 Juni 2021,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Namun dia mengungkapkan, Tahura Sultan Adam dibuka dengan menerapkan sejumlah persyaratan. Di antaranya, pengunjung wajib menerapkan prosedur protokol kesehatan. “Penerapan prokes ini diawasi secara ketat,” ungkapnya.

Wanita akrab disapa Aya menyampaikan, pihak UPT Tahura Sultan Adam mengerahkan petugas lapangan setiap 30 menit sekali untuk memonitor supaya tidak ada penumpukan orang atau kerumunan. “Ini juga sebagai upaya pencegahan karhutla,” ucapnya.

Sedangkan bagi pengunjung yang tidak membawa masker, akan disediakan masker yang dapat dibeli di pos masuk. “Titik-titik untuk mencuci tangan pun kini sudah banyak disediakan,” kata Aya.

Kemudian, lanjut dia, tiket masuk ke lokasi wisata hanya bisa dilakukan secara daring atau booking online melalui situs http://bit.ly/Registrasi-Online-Tahura-SA. Ini dilakukan untuk membatasi jumlah pengunjung.

“Jumlah kuota pengunjung yang disepakati adalah 500 orang per hari atau 50 persen daya dukung atau daya tampung,” terangnya.

Selain itu, dia menyebut, waktu kunjungan para wisatawan juga dibatasi: dari jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Sedangkan untuk kegiatan camping atau menginap tidak diperkenankan.

“Kemudian dalam satu minggu akan ada satu hari dilakukan penutupan untuk evaluasi, sekaligus pelaksanaan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. Guna langkah pencegahan virus Covid 19,” papar Aya.

Pembukasn Tahura Sultan Adam sendiri menyusul dibukanya lebih dulu wisata Kebun Raya Banua (KRB) di kawasan perkantoran Setdaprov Kalsel. Sejak dibuka April tadi, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat.

Kepala UPT Kebun Raya Banua Agung Sriyono mengatakan, setelah dibuka selama dua bulan terakhir ini jumlah kunjungan mengalami peningkatan. “Padahal dalam suasana pandemi kami belum berani mempromosikannya lebih jauh, baik melalui media sosial dan sebagainya,” katanya.

Disampaikannya, promosi belum mereka lakukan agar jumlah pengunjung tidak membeludak. “Karena kondisi cukup mengkhawatirkan, sehingga pengunjung kami batasi dulu,” ucapnya.

Walaupun begitu, dia menyebut Kebun Raya Banua (KRB) bakal mempersiapkan diri untuk menerima pengunjung lebih banyak lagi. Mengingat, pemerintah berencana membuka sekolah tatap muka.

“Pengunjung Kebun Raya Banua rata-rata dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Apabila PTM telah berjalan lagi, maka aktivitas di sini otomatis juga mulai rami lagi,” paparnya.

Menyikapi prediksi lonjakan pengunjung, dia bersama dengan timnya akan memperketat dan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Dengan harapan, penularan Covid-19 dapat dihindari.

“Ada batas-batas yang harus diterapkan, seperti prokes, membatasi pengunjung yang sekiranya menimbulkan penularan,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/