alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Beli Pulpen, HP Fauzat Raib, Padahal Untuk Laporan Hasil di TPS 3 Murung Raya

BANJARMASIN – Fauzat Helmi, 39 warga Jalan Tatah Bangkal Luar Kompleks Puri Awanis Banjarmasin Selatan, terpaksa gigit jari.

Handphone satu satunya yang bakal digunakan saat bertugas menjadi saksi salah satu pasangan Calon Gubernur Kalsel, raib dicuri. Kejadian itu di Jalan Griliya Banjarmasin Selatan, hari ini sekitar pukul 11.0 Wita.

Kala itu Fauzat bersama isterinya mengendari motor mampir kesebuah toko jasa foto kopi untuk membeli pulpen sepulang dari dirinya mencoblos, sebelum sampai ke TPS ia berniat membeli pulpen.

“Tidak lama padahal, saya turun dan isteri juga turun karena panas. Tetapi posisi kami membelakangi motor, saya lupa Handphone masih ada dibok samping, begitu mau jalan lihat HP sudah tidak lagi. Maka tak ada CCTV sama sekali di depan toko dan tidak ada meihat orang mencurigakan,” ucapnya lirih.

Pulpen tersebut dibelinya untuk melakukan pencatatan hasil perhitungan suara di TPS 3 Kelurahan Murung Raya, dimana dirinya bertugas sebagai saksi.

“Saya jadi bingung, bagaimana untuk melaporkan tugas saya di TPS sebagai saksi. Sudah lapor tadi sama koordinator TPS, disarankan untuk pinjan dengan teman dan itu yang saya usahakan. Mau pinjam HP isteri, juga menjadi tugas saksi di TPS 13,” pungkasnya.

Terkait kejadian menimpanya Fauzat, belum sempat memberikan laporan ke kantot Polisi.(lan)

BANJARMASIN – Fauzat Helmi, 39 warga Jalan Tatah Bangkal Luar Kompleks Puri Awanis Banjarmasin Selatan, terpaksa gigit jari.

Handphone satu satunya yang bakal digunakan saat bertugas menjadi saksi salah satu pasangan Calon Gubernur Kalsel, raib dicuri. Kejadian itu di Jalan Griliya Banjarmasin Selatan, hari ini sekitar pukul 11.0 Wita.

Kala itu Fauzat bersama isterinya mengendari motor mampir kesebuah toko jasa foto kopi untuk membeli pulpen sepulang dari dirinya mencoblos, sebelum sampai ke TPS ia berniat membeli pulpen.

“Tidak lama padahal, saya turun dan isteri juga turun karena panas. Tetapi posisi kami membelakangi motor, saya lupa Handphone masih ada dibok samping, begitu mau jalan lihat HP sudah tidak lagi. Maka tak ada CCTV sama sekali di depan toko dan tidak ada meihat orang mencurigakan,” ucapnya lirih.

Pulpen tersebut dibelinya untuk melakukan pencatatan hasil perhitungan suara di TPS 3 Kelurahan Murung Raya, dimana dirinya bertugas sebagai saksi.

“Saya jadi bingung, bagaimana untuk melaporkan tugas saya di TPS sebagai saksi. Sudah lapor tadi sama koordinator TPS, disarankan untuk pinjan dengan teman dan itu yang saya usahakan. Mau pinjam HP isteri, juga menjadi tugas saksi di TPS 13,” pungkasnya.

Terkait kejadian menimpanya Fauzat, belum sempat memberikan laporan ke kantot Polisi.(lan)

Most Read

Artikel Terbaru

/