alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Banyak yang Termakan Informasi Keliru, Vaksin Lansia Jadi Terkendala

BANJARBARU – Selain tenaga kesehatan dan pelayan publik. Kalangan lanjut usia (lansia) juga masuk dalam skala prioritas penerima vaksin. Kini, vaksinasi lansia terus digeber, termasuk di Banjarbaru.

Menilik dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, jumlah lansia yang telah divaksin sudah mencapai 2000 orang lebih. Rinciannya vaksin tahap pertama sebanyak 1552 orang dan kedua 781 orang.

“Sampai data Sabtu (5/6) lalu, vaksinasi lansia kita cukup bagus, totalnya kurang lebih 2333 orang. Capaian ini tergolong bagus secara provinsi, Banjarbaru masuk tiga besar capaian vaksinnya bersama Banjarmasin dan Tanah Bumbu,” kata Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza.

Sekarang, vaksinasi ini kata Rizana terus berproses di tiap-tiap fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Namun hanya saja katanya ada sejumlah kendala yang mereka alami ketika melakukan tahapan vaksinasi lansia.

Semisal kata Rizana ihwal masih ada sejumlah lansia yang menolak untuk disuntik vaksin karena menerima informasi yang keliru. Yang mana berita atau informasi keliru soal vaksin ini terangnua menyebar dari mulut ke mulut.

“Iya ada berita-berita menyebar di kalangan lansia jika vaksin ini bisa membuat seseorang menjadi positif Covid-19 hingga sakit parah. Nah hal-hal seperti ini cukup banyak kita temui, sehingga mereka ada yang tidak mau disuntik,” katanya.

Melihat kondisi ini, Rizana berharap sekaligus mengimbau agar masyarakat khususnya kerabat atau keluarga dari lansia bisa memberikan edukasi. Bahwasanya vaksi ini telah dinyatakan aman dan juga halal.

“Kita minta agar pihak keluarga khususnya bisa membantu proses vaksinasi untuk lansia ini, dijelaskan dan diberikan pemahaman bahwas usia lansia rentan tertular Covid-19, ini adalah upaya kita dalam menanggulangi virus ini,” pintanya.

Lantas berapa sebenarnya target vaksinasi Pemko Banjarbaru untuk kalangan lansia ini? Rizana menjawab bahwa secara target angka tidak ada. Sebab stok vaksin akan dikirim ketika vaksin yang ada telah habis disuntikkan.

“Vaksin ini jika habis akan langsung dikirim, karena kita terdata di aplikasi setiap vaksinasi dilakukan. Yang jelas, kita upayakan sebanyak-banyaknya, karena lansia ini diprioritaskan,” ujarnya.

Masih katanya, vaksinasi ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menciptakan Herd Imunity di masyarakat. Tak hanya satu kategori atau elemen masyarakt tertentu, melainkan juga mencakup kalangan lansia yang secara faktanya tergolong rentan tertular dan berakibat fatal.

“Jika kita mengacu pada jumlah penduduk kita, maka ada 150 ribu lebih, nah minimal 70 persennya sudah divaksin untuk menciptakan Herd Imunity tadi. Makanya sekali lagi kita berharap semua masyarakat bisa mendukung program ini,” tuntasnya.

Sebagai informasi, saat ini kalangan yang sudah menerima vaksin terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, guru dan lansia. Adapun total warga Banjarbaru yang sudah divaksin telah mencapai 40 ribu orang. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Selain tenaga kesehatan dan pelayan publik. Kalangan lanjut usia (lansia) juga masuk dalam skala prioritas penerima vaksin. Kini, vaksinasi lansia terus digeber, termasuk di Banjarbaru.

Menilik dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, jumlah lansia yang telah divaksin sudah mencapai 2000 orang lebih. Rinciannya vaksin tahap pertama sebanyak 1552 orang dan kedua 781 orang.

“Sampai data Sabtu (5/6) lalu, vaksinasi lansia kita cukup bagus, totalnya kurang lebih 2333 orang. Capaian ini tergolong bagus secara provinsi, Banjarbaru masuk tiga besar capaian vaksinnya bersama Banjarmasin dan Tanah Bumbu,” kata Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza.

Sekarang, vaksinasi ini kata Rizana terus berproses di tiap-tiap fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Namun hanya saja katanya ada sejumlah kendala yang mereka alami ketika melakukan tahapan vaksinasi lansia.

Semisal kata Rizana ihwal masih ada sejumlah lansia yang menolak untuk disuntik vaksin karena menerima informasi yang keliru. Yang mana berita atau informasi keliru soal vaksin ini terangnua menyebar dari mulut ke mulut.

“Iya ada berita-berita menyebar di kalangan lansia jika vaksin ini bisa membuat seseorang menjadi positif Covid-19 hingga sakit parah. Nah hal-hal seperti ini cukup banyak kita temui, sehingga mereka ada yang tidak mau disuntik,” katanya.

Melihat kondisi ini, Rizana berharap sekaligus mengimbau agar masyarakat khususnya kerabat atau keluarga dari lansia bisa memberikan edukasi. Bahwasanya vaksi ini telah dinyatakan aman dan juga halal.

“Kita minta agar pihak keluarga khususnya bisa membantu proses vaksinasi untuk lansia ini, dijelaskan dan diberikan pemahaman bahwas usia lansia rentan tertular Covid-19, ini adalah upaya kita dalam menanggulangi virus ini,” pintanya.

Lantas berapa sebenarnya target vaksinasi Pemko Banjarbaru untuk kalangan lansia ini? Rizana menjawab bahwa secara target angka tidak ada. Sebab stok vaksin akan dikirim ketika vaksin yang ada telah habis disuntikkan.

“Vaksin ini jika habis akan langsung dikirim, karena kita terdata di aplikasi setiap vaksinasi dilakukan. Yang jelas, kita upayakan sebanyak-banyaknya, karena lansia ini diprioritaskan,” ujarnya.

Masih katanya, vaksinasi ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menciptakan Herd Imunity di masyarakat. Tak hanya satu kategori atau elemen masyarakt tertentu, melainkan juga mencakup kalangan lansia yang secara faktanya tergolong rentan tertular dan berakibat fatal.

“Jika kita mengacu pada jumlah penduduk kita, maka ada 150 ribu lebih, nah minimal 70 persennya sudah divaksin untuk menciptakan Herd Imunity tadi. Makanya sekali lagi kita berharap semua masyarakat bisa mendukung program ini,” tuntasnya.

Sebagai informasi, saat ini kalangan yang sudah menerima vaksin terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, guru dan lansia. Adapun total warga Banjarbaru yang sudah divaksin telah mencapai 40 ribu orang. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/