alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Rusak Parah, Dermaga Pasar Marabahan Memprihatinkan

MARABAHAN – Kondisi dermaga Pasar Marabahan makin memprihatinkan. Kerusakan tepian dermaga yang terjadi menyebabkan penumpang kelotok tak jarang tercebur.

“Bukan hanya penumpang, kami pun pernah tercebur karena tepian dermaga yang rusak,” ujar Sahrin, motoris kelotok kepada Radar Banjarmasin, Senin (7/6).

Sahrin berkeluh kesah, dermaga yang menjadi tempatnya mencari nafkah sudah tidak layak. Bahkan, beberapa kayu ulin kondisinya memprihatinkan. Berlubang dan miring. “Yang rusak paling banyak berada di tepinya. Tempat kelotok bersandar untuk naik turun penumpang,” ujarnya.

Untuk kenyamanan bersama, sembari memperlihatkan tepian dermaga yang rusak parah, Sahrin mengaku memperbaiki tepian yang rusak bersama rekan-rekannya, sekadarnya. Menggunakan kayu-kayu yang terbawa arus di Sungai Barito. “Rusaknya sudah lama. Kami berharap, secepatnya diperbaiki,” harapnya.

Selain tepian dermaga, yang paling parah lagi berada di sandaran kapal besar pedagang dan warung Hj Zaitun. kondisinya sudah tidak bisa digunakan lagi.

Berkaitan dengan dermaga Pasar Marabahan, Plt Kepala Dishub Batola Joko Sumitro mengaku sudah mempunyai DED (Detail Engineering Design). Tinggal diajukan ke Pemerintah Pusat. “Semoga mendapat respons positif, karena itu bangunan yang vital,” ujarnya, sembari mengatakan sudah ada bagian yang amblas.

“Perencanaan sudah ada, tahun ini kita komunikasikan dengan Kementrian Perhubungan agar bisa dilaksanakan tahun depan,” tambahnya.

Joko menambahkan, pihaknya hanya mengajukan, semua berada di Kementerian Perhubungan.

Seperti halnya dermaga Gampa. Di mana saat ini dermaga, sudah dilakukan pembangunan. Dibangun oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalimantan Selatan. “Untuk dermaga Gampa dan deramga di seberangnya yang berada di Pindahan Baru, anggarannya Rp 30 miliar,” ungkapnya.

Untuk saat ini, menurut cerita Joko, pembangunan dermaga Gampa, sudah dalam tahap pengecoran lantai. Sedangkan dermaga Pindahan Baru, sudah dalam tahap pemancangan tiang. “Kita hanya perencanaan, yang mengerjakan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalimantan Selatan,” ujarnya sembari mengatakan pengajuan dermaga ini sudah lama dan baru saja terealisasikan.(bar/ema)

MARABAHAN – Kondisi dermaga Pasar Marabahan makin memprihatinkan. Kerusakan tepian dermaga yang terjadi menyebabkan penumpang kelotok tak jarang tercebur.

“Bukan hanya penumpang, kami pun pernah tercebur karena tepian dermaga yang rusak,” ujar Sahrin, motoris kelotok kepada Radar Banjarmasin, Senin (7/6).

Sahrin berkeluh kesah, dermaga yang menjadi tempatnya mencari nafkah sudah tidak layak. Bahkan, beberapa kayu ulin kondisinya memprihatinkan. Berlubang dan miring. “Yang rusak paling banyak berada di tepinya. Tempat kelotok bersandar untuk naik turun penumpang,” ujarnya.

Untuk kenyamanan bersama, sembari memperlihatkan tepian dermaga yang rusak parah, Sahrin mengaku memperbaiki tepian yang rusak bersama rekan-rekannya, sekadarnya. Menggunakan kayu-kayu yang terbawa arus di Sungai Barito. “Rusaknya sudah lama. Kami berharap, secepatnya diperbaiki,” harapnya.

Selain tepian dermaga, yang paling parah lagi berada di sandaran kapal besar pedagang dan warung Hj Zaitun. kondisinya sudah tidak bisa digunakan lagi.

Berkaitan dengan dermaga Pasar Marabahan, Plt Kepala Dishub Batola Joko Sumitro mengaku sudah mempunyai DED (Detail Engineering Design). Tinggal diajukan ke Pemerintah Pusat. “Semoga mendapat respons positif, karena itu bangunan yang vital,” ujarnya, sembari mengatakan sudah ada bagian yang amblas.

“Perencanaan sudah ada, tahun ini kita komunikasikan dengan Kementrian Perhubungan agar bisa dilaksanakan tahun depan,” tambahnya.

Joko menambahkan, pihaknya hanya mengajukan, semua berada di Kementerian Perhubungan.

Seperti halnya dermaga Gampa. Di mana saat ini dermaga, sudah dilakukan pembangunan. Dibangun oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalimantan Selatan. “Untuk dermaga Gampa dan deramga di seberangnya yang berada di Pindahan Baru, anggarannya Rp 30 miliar,” ungkapnya.

Untuk saat ini, menurut cerita Joko, pembangunan dermaga Gampa, sudah dalam tahap pengecoran lantai. Sedangkan dermaga Pindahan Baru, sudah dalam tahap pemancangan tiang. “Kita hanya perencanaan, yang mengerjakan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalimantan Selatan,” ujarnya sembari mengatakan pengajuan dermaga ini sudah lama dan baru saja terealisasikan.(bar/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/