alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Tahura Siap Dibuka Tiap Selasa hingga Minggu, Senin Penyemprotan

Setelah batal dibuka pada 18 Desember 2020 lalu, Tahura Sultan Adam kini tengah dipersiapkan untuk dibuka dalam waktu dekat. Dengan begitu, masyarakat bakal bisa kembali menikmati pemandangan bukit Mandiangin dan sekitarnya.

—–

Dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin, Dinas Kehutanan Kalsel sebagai SKPD yang mengelola kawasan tahura, saat ini sedang mengurus perizinan ke Satgas Covid-19 Kabupaten Banjar. Agar mereka bisa kembali membuka destinasi wisata yang ditutup sejak virus corona mewabah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dishut Kalsel Fattimatuzahra tak menampik bahwa pihaknya tengah bersiap membuka kembali Tahura Sultan Adam. “Saat ini masih ada administrasi yang belum selesai,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia berjanji, kalau administrasi sudah selesai dan Tahura siap untuk dibuka pihaknya akan memberitahukannya ke media. “Kalau sudah siap saya kabari,” janjinya.

Disinggung bagaimana nanti penerapan protokol kesehatan (prokes) di wilayah Tahura Sultan Adam, jika memang sudah dibuka. Wanita akrab disapa Aya ini belum mau menjelaskannya. “Nanti aku jelaskan semuanya, kalau sudah siap,” paparnya.

Terkait prokes kesehatan sebenarnya sudah dijelaskan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar ketika menyampaikan tahura bakal dibuka 18 Desember 2020 lalu. Meski pada akhirnya, rencana itu dibatalkan karena masih tingginya kasus Covid-19 di Banua.

Saat itu, Roy yang masih menjabat sebagai Pj Sekdaprov Kalsel menuturkan, apabila tahura dibuka maka jumlah pengunjung akan dibatasi untuk meminimalisir penularan virus corona. “Dibatasi 50 persen. Bagi warga yang ingin berkunjung ke Tahura juga diminta memerhatikan protokol kesehatan dan memastikan dalam kondisi sehat,” pesannya.

Selain pembatasan pengunjung, Roy mengungkapkan, Tahura Sultan Adam juga tidak lagi dibuka selama seminggu penuh. Yakni, hanya dari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 sampai 18.00 Wita. “Karena Senin akan ditutup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan setiap pekannya,” ungkapnya.

Di samping itu, dia menyampaikan, pengelola tahura juga akan membatasi jumlah pengunjung yang masih anak-anak. “Serta pengunjung lansia yang punya penyakit bawaan atau komorbid bakal dibatasi,” paparnya.

Sementara itu, ihwal proses perizinan pembukaan Tahura Sultan Adam, Kepala Pelaksana BPBD Banjar Irwan Kumar mengaku belum menerima surat permohonan dari Pemprov Kalsel. “Hingga kini belum kami terima,” bebernya.

Lalu melihat situasi Covid-19 saat ini apakah Tahura Sultan Adam akan diperbolehkan buka? Menurut Irwan, pihaknya belum bisa memutuskannya sebelum menerima surat permohonan. “Kita tunggu surat permohonannya dulu,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Setelah batal dibuka pada 18 Desember 2020 lalu, Tahura Sultan Adam kini tengah dipersiapkan untuk dibuka dalam waktu dekat. Dengan begitu, masyarakat bakal bisa kembali menikmati pemandangan bukit Mandiangin dan sekitarnya.

—–

Dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin, Dinas Kehutanan Kalsel sebagai SKPD yang mengelola kawasan tahura, saat ini sedang mengurus perizinan ke Satgas Covid-19 Kabupaten Banjar. Agar mereka bisa kembali membuka destinasi wisata yang ditutup sejak virus corona mewabah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dishut Kalsel Fattimatuzahra tak menampik bahwa pihaknya tengah bersiap membuka kembali Tahura Sultan Adam. “Saat ini masih ada administrasi yang belum selesai,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia berjanji, kalau administrasi sudah selesai dan Tahura siap untuk dibuka pihaknya akan memberitahukannya ke media. “Kalau sudah siap saya kabari,” janjinya.

Disinggung bagaimana nanti penerapan protokol kesehatan (prokes) di wilayah Tahura Sultan Adam, jika memang sudah dibuka. Wanita akrab disapa Aya ini belum mau menjelaskannya. “Nanti aku jelaskan semuanya, kalau sudah siap,” paparnya.

Terkait prokes kesehatan sebenarnya sudah dijelaskan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar ketika menyampaikan tahura bakal dibuka 18 Desember 2020 lalu. Meski pada akhirnya, rencana itu dibatalkan karena masih tingginya kasus Covid-19 di Banua.

Saat itu, Roy yang masih menjabat sebagai Pj Sekdaprov Kalsel menuturkan, apabila tahura dibuka maka jumlah pengunjung akan dibatasi untuk meminimalisir penularan virus corona. “Dibatasi 50 persen. Bagi warga yang ingin berkunjung ke Tahura juga diminta memerhatikan protokol kesehatan dan memastikan dalam kondisi sehat,” pesannya.

Selain pembatasan pengunjung, Roy mengungkapkan, Tahura Sultan Adam juga tidak lagi dibuka selama seminggu penuh. Yakni, hanya dari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 sampai 18.00 Wita. “Karena Senin akan ditutup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan setiap pekannya,” ungkapnya.

Di samping itu, dia menyampaikan, pengelola tahura juga akan membatasi jumlah pengunjung yang masih anak-anak. “Serta pengunjung lansia yang punya penyakit bawaan atau komorbid bakal dibatasi,” paparnya.

Sementara itu, ihwal proses perizinan pembukaan Tahura Sultan Adam, Kepala Pelaksana BPBD Banjar Irwan Kumar mengaku belum menerima surat permohonan dari Pemprov Kalsel. “Hingga kini belum kami terima,” bebernya.

Lalu melihat situasi Covid-19 saat ini apakah Tahura Sultan Adam akan diperbolehkan buka? Menurut Irwan, pihaknya belum bisa memutuskannya sebelum menerima surat permohonan. “Kita tunggu surat permohonannya dulu,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/