alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Job MC Sepi, Terpaksa Jual Rumah, Begini Nasib Para Pelaku Entertainment Banua di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 yang menghantam Banua setahun terakhir sudah berdampak ke mana-mana. Pelaku entertainment juga turut terdampak, salah satunya seorang MC atau pembawa acara asal Banjarbaru, Eqy Morres. Dia dibuat kesulitan karena sepinya job sepanjang virus corona mewabah.

— Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru

Sebelum pandemi virus corona, pria dengan nama asli Rizky F. R tersebut kebanjiran job sebagai MC. Dalam sepekan dirinya bisa sampai tiga kali menjadi pembawa acara, mulai dari pesta ulang tahun, event musik, pameran dan lain-lain.

Satu kali menjadi pembawa acara, Eqy menerima honor Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. Jika dikalkulasikan selama sebulan pendapatannya mencapai Rp3 juta hingga Rp6 juta.

Namun, ketika Covid-19 mulai mewabah panggilan untuk membawakan acara turun drastis. Ini dikarenakan adanya larangan menggelar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang. Guna meminimalisir penularan virus corona.

Eqy mengatakan, sepanjang pandemi virus corona dalam setahun dirinya hanya menerima tiga panggilan menjadi MC. “Jadi jauh sekali turunnya dibandingkan sebelum pandemi yang setiap pekan ada job,” katanya.

Kondisi tersebut membuat lajang berusia 33 tahun ini harus memutar otak, agar tetap mendapatkan pendapatan demi bertahan hidup di tengah serba sulit ini.

“Selama pandemi dan job MC berkurang, saya coba usaha jual beli online, open endors di media sosial dan kerja serabutan yang penting halal,” ucap Eqy.

Untuk melancarkan usaha jual belinya, dia mengaku banyak belajar tentang marketing. Serta, mencari link untuk usaha lainnya. “Namun saya selalu mengalami rintangan dan akhirnya beberapa kali gagal,” ujarnya.

Tak mulusnya usaha yang dia jalani membuat Eqy kesulitan ekonomi, dan akhirnya memutuskan untuk menjual rumahnya demi bisa menutupi kebutuhannya. “Rumah di Banjarbaru saya jual, sekarang tinggal dengan orang tua,” katanya.

Padahal rumah tersebut merupakan aset yang dimiliki Eqy hasil dari kerja kerasnya selama ini. “Menjual rumah memang keputusan yang sangat berat. Tapi tidak ada pilihan lain, karena saya sangat memerlukan uang untuk keperluan hidup,” paparnya.

Dia berharap, pandemi Covid-19 cepat berlalu dan keadaan kembali normal. Sehingga, event-event bisa digelar lagi. “Dengan begitu, pelaku entertain dan rekan-rekan event organizer juga kembali berjaya dan hidup lagi usahanya,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Pandemi Covid-19 yang menghantam Banua setahun terakhir sudah berdampak ke mana-mana. Pelaku entertainment juga turut terdampak, salah satunya seorang MC atau pembawa acara asal Banjarbaru, Eqy Morres. Dia dibuat kesulitan karena sepinya job sepanjang virus corona mewabah.

— Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru

Sebelum pandemi virus corona, pria dengan nama asli Rizky F. R tersebut kebanjiran job sebagai MC. Dalam sepekan dirinya bisa sampai tiga kali menjadi pembawa acara, mulai dari pesta ulang tahun, event musik, pameran dan lain-lain.

Satu kali menjadi pembawa acara, Eqy menerima honor Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. Jika dikalkulasikan selama sebulan pendapatannya mencapai Rp3 juta hingga Rp6 juta.

Namun, ketika Covid-19 mulai mewabah panggilan untuk membawakan acara turun drastis. Ini dikarenakan adanya larangan menggelar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang. Guna meminimalisir penularan virus corona.

Eqy mengatakan, sepanjang pandemi virus corona dalam setahun dirinya hanya menerima tiga panggilan menjadi MC. “Jadi jauh sekali turunnya dibandingkan sebelum pandemi yang setiap pekan ada job,” katanya.

Kondisi tersebut membuat lajang berusia 33 tahun ini harus memutar otak, agar tetap mendapatkan pendapatan demi bertahan hidup di tengah serba sulit ini.

“Selama pandemi dan job MC berkurang, saya coba usaha jual beli online, open endors di media sosial dan kerja serabutan yang penting halal,” ucap Eqy.

Untuk melancarkan usaha jual belinya, dia mengaku banyak belajar tentang marketing. Serta, mencari link untuk usaha lainnya. “Namun saya selalu mengalami rintangan dan akhirnya beberapa kali gagal,” ujarnya.

Tak mulusnya usaha yang dia jalani membuat Eqy kesulitan ekonomi, dan akhirnya memutuskan untuk menjual rumahnya demi bisa menutupi kebutuhannya. “Rumah di Banjarbaru saya jual, sekarang tinggal dengan orang tua,” katanya.

Padahal rumah tersebut merupakan aset yang dimiliki Eqy hasil dari kerja kerasnya selama ini. “Menjual rumah memang keputusan yang sangat berat. Tapi tidak ada pilihan lain, karena saya sangat memerlukan uang untuk keperluan hidup,” paparnya.

Dia berharap, pandemi Covid-19 cepat berlalu dan keadaan kembali normal. Sehingga, event-event bisa digelar lagi. “Dengan begitu, pelaku entertain dan rekan-rekan event organizer juga kembali berjaya dan hidup lagi usahanya,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/