alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Perpustakaan Tanah Laut Punya Kedai Kopi

PELAIHARI – Pengunjung perpustakaan daerah  kian bertambah setelah kehadiran kedai kopi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut (Dispusip Tala). Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan pada Dispusip Tala, Andra Eka Putra pada Rabu (2/6). 

Dia menjelaskan bahwa kedai kopi tersebut telah dibuka sejak lima hari yang lalu. “Sebelumnya rata-rata 20 pengunjung perhari, sejak kami buka (kedai kopi), rata-rata ada 40 pengunjung setiap harinya,” ujarnya.

Naiknya jumlah pengunjung tersebut dikatakan Andra memang menjadi tujuan utama agar minat literasi masyarakat di Tanah Laut semakin meningkat. 

Terlebih saat ini jam pelayanan perpustakaan diperpanjang. Pelayanan berupa peminjaman buku dan pembuatan kartu anggota dibuka Senin sampai Jumat pukul 08.00 sampai 23.00 Wita sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka mulai pukul 15.00 sampai 23.00 Wita. 

Selanjutnya Andra menyebutkan kehadiran kedai kopi dilandaskan pada peraturan Perpustakaan Nasional yang dapat meningkatkan nilai akreditasi. Selain menjadi tempat membaca, ruang kedai kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai spot presentasi dan diskusi.

Salah satu pengunjung yang bernama Hani, mengaku terkejut ketika tahu bahwa perpustakaan daerah saat ini hadir dengan kedai kopi. Bersama tiga temannya ia memesan es kopi dari kedai yang dinamai Literaria Humilis Coffee itu. Ia pun turut mengajak masyarakat Tanah Laut datang ke perpustakaan daerah sambil menikmati fasilitas yang tersedia. “Ini inovasi yang bagus. Setelah posting, teman-teman saya jadi banyak yang bertanya,” sebutnya setelah memeriksa smartphonenya.

Sementara itu, pemilik kedai kopi Literaria Humilis Coffe, Sukma Jaya, turut berharap kehadiran kedai kopinya di tengah perpustakaan dapat memperbaiki mindset awal bahwa perpustakaan hanya tentang buku. “Banyak sekali orang berpikir di perpustakaan tidak boleh berisik, tapi disini berbeda, sekarang sudah ada gerakan perpus berisik, dengan ragam aktivitas luar biasa, termasuk kedai kopi ini,” jelasnya.

Dijelaskan pula bahwa nama kedai kopi Literaria berasal dari bahasa Yunani berarti literasi dan Humilis berarti rendah. Gabungan nama itu dimaknai sebagai posisi bar rendah pada kedai kopi yang dipadu dengan interaksi antara pengunjung dan pelanggan sehingga menghasilkan ragam literasi di Dispusip Tala. (Diskominfo/mr-156/ram/ema)

PELAIHARI – Pengunjung perpustakaan daerah  kian bertambah setelah kehadiran kedai kopi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut (Dispusip Tala). Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan pada Dispusip Tala, Andra Eka Putra pada Rabu (2/6). 

Dia menjelaskan bahwa kedai kopi tersebut telah dibuka sejak lima hari yang lalu. “Sebelumnya rata-rata 20 pengunjung perhari, sejak kami buka (kedai kopi), rata-rata ada 40 pengunjung setiap harinya,” ujarnya.

Naiknya jumlah pengunjung tersebut dikatakan Andra memang menjadi tujuan utama agar minat literasi masyarakat di Tanah Laut semakin meningkat. 

Terlebih saat ini jam pelayanan perpustakaan diperpanjang. Pelayanan berupa peminjaman buku dan pembuatan kartu anggota dibuka Senin sampai Jumat pukul 08.00 sampai 23.00 Wita sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka mulai pukul 15.00 sampai 23.00 Wita. 

Selanjutnya Andra menyebutkan kehadiran kedai kopi dilandaskan pada peraturan Perpustakaan Nasional yang dapat meningkatkan nilai akreditasi. Selain menjadi tempat membaca, ruang kedai kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai spot presentasi dan diskusi.

Salah satu pengunjung yang bernama Hani, mengaku terkejut ketika tahu bahwa perpustakaan daerah saat ini hadir dengan kedai kopi. Bersama tiga temannya ia memesan es kopi dari kedai yang dinamai Literaria Humilis Coffee itu. Ia pun turut mengajak masyarakat Tanah Laut datang ke perpustakaan daerah sambil menikmati fasilitas yang tersedia. “Ini inovasi yang bagus. Setelah posting, teman-teman saya jadi banyak yang bertanya,” sebutnya setelah memeriksa smartphonenya.

Sementara itu, pemilik kedai kopi Literaria Humilis Coffe, Sukma Jaya, turut berharap kehadiran kedai kopinya di tengah perpustakaan dapat memperbaiki mindset awal bahwa perpustakaan hanya tentang buku. “Banyak sekali orang berpikir di perpustakaan tidak boleh berisik, tapi disini berbeda, sekarang sudah ada gerakan perpus berisik, dengan ragam aktivitas luar biasa, termasuk kedai kopi ini,” jelasnya.

Dijelaskan pula bahwa nama kedai kopi Literaria berasal dari bahasa Yunani berarti literasi dan Humilis berarti rendah. Gabungan nama itu dimaknai sebagai posisi bar rendah pada kedai kopi yang dipadu dengan interaksi antara pengunjung dan pelanggan sehingga menghasilkan ragam literasi di Dispusip Tala. (Diskominfo/mr-156/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/