alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Dipenggal dan Dibakar, Wanita ini Dieksekusi di Rumah Kosong karena Minta Tambahan Uang Kencan

BANJARMASIN- Keheningan pagi kemarin dipecahkan suara panik. Sesosok tubuh wanita tanpa kepala dan tak mengenakan busana ditemukan di semak belukar samping sebuah rumah kosong di Jalan Belitung Darat, Gang Keluarga atau Gangga RT 7 Kelurahan Belitung Selatan, Banjarmasin Barat, Rabu (2/6) sekitar pukul enam.

Kepalanya ditemukan 10 meter dari lokasi temuan potongan tubuhnya. Jasad perempuan tersebut belakangan diketahui bernama Rahmah, warga Jalan Kelayan B Gang Annajah, Banjarmasin Selatan.

Sadisnya, pelaku juga membakar korban. Di dalam rumah kosong tersebut setelah ditelusuri ada ceceran darah dan ditemukan bra, celana dalam, botol sisa air mineral dan pakaian korban.

Pelaku diperkirakan menyayat leher korban di dalam kamar kecil.Terlihat banyak ceceran darah. Kemudian baru dibuangnya ke samping rumah di semak-semak.

Indra Kurniawan 18, warga setempat adalah orang pertama menemukan jasad malang itu. Dia kaget ketika ada kobaran api di semak-semak, lantas dia mencoba berusaha memadamkan.

Begitu kagetnya dia saat air yang disiramkannya ke titik api tersebut ada tubuh manusia. Segera dia mengabari orang tua dan warga lainnya. Semua tambah panik karena melihat tubuh itu tak berkepala.

“Kami temukan kepalanya berjaral 10 meter dari tubuhnya, di lokasi juga masih tercium aroma minyak tanah yang digunakam untuk membakar tubuh korban,” kisahnya. “Pokoknya sadis, saya tak mengenali siapa korban dan bukan orang sini.Sementara rumah itu sudah lama kosong sekitar 5 tahun,” ujarnya.

Disebut Indra, sekitar pukul dua dinihari ia yang tinggal tak jauh dari sana mendengar kegaduhan teriakan minta tolong. Lantaran terlalu larut, dia tak berani keluar mengecek. Posisi rumahnya persis berjarak hanya lima meter dengan rumah kosong.

“Terdengar berkali kali minta tolong, tetapi kami tak tahu dari mana asalnya. Sekian menit suara itu kembali senyap. Kami takut juga untuk keluar memastikan apa yang terjadi,” ungkapnya.

Di lokasi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi dan Kapolsek Banjarmasin Barat, AKP Faizal Rahman, dan personelnya mengecek lokasi temuan.

Saksi lain Herman, 41 menambahkam jika sekitar pukul lima subuh ia mendapati seorang pria dengan ciri-ciri bersepatu seperti pekerja tambang, berperawakan sedang, duduk di atas motor.

Gelagatnya seperti orang kebingungan,lantas ketika ia balik lagi dari depan Gang, sekitar 15 menit masih mendapati lelaki itu.

“Usianya sekitar 40 tahunan, masih seumuran saya. Rambut ikal, tapi yang jelas bukan orang sini apalagi anak atau keluarga pemilik rumah,” imbuhnya.

Tak memerlukan waktu lama, aparat kepolisian kemudian mengejar pelaku yang ciri-cirinya sesuai dengan keterangan warga. Hanya beberapa jam, pelaku mutilasi berhasil dibekuk tim gabungan Resmob, Macan Kalsel dan Satreskrim Polresta Banjarmasin serta Polsek Banjarmasin Barat, Rabu (2/6) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Pelaku adalah Harry Purwanto, 40, warga Jalan Pembangunan 1 Banjarmasin Barat. Dia berhasil dibekuk di kawasan Simpang Tiga Nusa Indah Kecamatan Bati-bati, Tanah Laut. Dia dibekuk di sebuah bengkel saat memperbaiki motor.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi, mengaku jika pelaku masih dalam pemeriksaan. Ia mengaku bersyukur jika kasus ini lekas terungkap.

“Semua berkat kerja sama Tim, baik Satreskrim Polresta Banjarmasin, Polsek Banjarmasin Barat, Macan Kalsel dan Resmob Polda Kalsel. Penyidik masih melakukan pemeriksaan, begitu juga untuk motif,” jelas Alfian mewakili Kapolresta Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Rabu sore.

Lalu siapa wanita yang dibunuh itu?

Disebut Alfian, korban diketahui bernama Rahmah, usianya 34 tahun berdasarkan KTP tinggal di Jalan Sejahtera 2 Gang Sampurna, RT 4 Kelurahan Kelayan Luar Banjarmasin Tengah. “Tetapi korban tak tinggal sesuai data itu,” imbuhnya.

Dalam keterangan Harry kepada polisi, dia tega memenggal kepala korban lantaran geram karena korban melanggar kesepakatan berkencan.

Perjanjiannya adalah Rp300 ribu untuk sekali kencan. Tetapi korban merengek untuk meminta uang tambahan. Merasa tidak memiliki uang sesuai permintaan korban,ia kemudian membawa korban ke sebuah rumah kosong dengan alasan jika uangnya didalam rumah itu.

Tak banyak cerita, begitu korban sudah masuk ke dalam rumah langsung iia menggorok leher korban dari belakang hingga terputus. ia kemudian menelanjangi korban dan mencoba membakarnya untuk menghilangkan barang bukti. Sementara kepala korban dilempar 10 meter dari badannya.

Sementara itu Kematian Rahmah, ibu beranak satu ini menyisakan duka mendalam keluarga, terlebih sang suami Yogi Hidayat, 23 tahun. Diceritakan Yogi, selama ini mereka tinggal di Jalan Kelayan B, Gang Annajah, Banjarmasin Selatan.

Yogi, menyebut jika dalam beberapa hari ini isterinya terlihat termenung.”Beberapa malam lalu dia sempat bercerita telah mempunyai masalah dengan seorang laki-laki. Tetapi tidak mau menyebut berseteru dengan siapa,” ungkapnya.

Sebelum insiden itu Selasa (1/6) malam sekitar pukul sembilan korban izin keluar untuk membeli susu anak menggunakan sepeda motor Honda Vario warna merah.

“Ada perasaan khawatir, soalnya Handphonenya ditinggal sehingga bingung mencarinya. Setelah saya menunggu cukup lama, malam itu juga saya coba keluar keliling mencari tetapi tak ketemu,” ucapnya lirih. (lan/ran/ema)

BANJARMASIN- Keheningan pagi kemarin dipecahkan suara panik. Sesosok tubuh wanita tanpa kepala dan tak mengenakan busana ditemukan di semak belukar samping sebuah rumah kosong di Jalan Belitung Darat, Gang Keluarga atau Gangga RT 7 Kelurahan Belitung Selatan, Banjarmasin Barat, Rabu (2/6) sekitar pukul enam.

Kepalanya ditemukan 10 meter dari lokasi temuan potongan tubuhnya. Jasad perempuan tersebut belakangan diketahui bernama Rahmah, warga Jalan Kelayan B Gang Annajah, Banjarmasin Selatan.

Sadisnya, pelaku juga membakar korban. Di dalam rumah kosong tersebut setelah ditelusuri ada ceceran darah dan ditemukan bra, celana dalam, botol sisa air mineral dan pakaian korban.

Pelaku diperkirakan menyayat leher korban di dalam kamar kecil.Terlihat banyak ceceran darah. Kemudian baru dibuangnya ke samping rumah di semak-semak.

Indra Kurniawan 18, warga setempat adalah orang pertama menemukan jasad malang itu. Dia kaget ketika ada kobaran api di semak-semak, lantas dia mencoba berusaha memadamkan.

Begitu kagetnya dia saat air yang disiramkannya ke titik api tersebut ada tubuh manusia. Segera dia mengabari orang tua dan warga lainnya. Semua tambah panik karena melihat tubuh itu tak berkepala.

“Kami temukan kepalanya berjaral 10 meter dari tubuhnya, di lokasi juga masih tercium aroma minyak tanah yang digunakam untuk membakar tubuh korban,” kisahnya. “Pokoknya sadis, saya tak mengenali siapa korban dan bukan orang sini.Sementara rumah itu sudah lama kosong sekitar 5 tahun,” ujarnya.

Disebut Indra, sekitar pukul dua dinihari ia yang tinggal tak jauh dari sana mendengar kegaduhan teriakan minta tolong. Lantaran terlalu larut, dia tak berani keluar mengecek. Posisi rumahnya persis berjarak hanya lima meter dengan rumah kosong.

“Terdengar berkali kali minta tolong, tetapi kami tak tahu dari mana asalnya. Sekian menit suara itu kembali senyap. Kami takut juga untuk keluar memastikan apa yang terjadi,” ungkapnya.

Di lokasi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi dan Kapolsek Banjarmasin Barat, AKP Faizal Rahman, dan personelnya mengecek lokasi temuan.

Saksi lain Herman, 41 menambahkam jika sekitar pukul lima subuh ia mendapati seorang pria dengan ciri-ciri bersepatu seperti pekerja tambang, berperawakan sedang, duduk di atas motor.

Gelagatnya seperti orang kebingungan,lantas ketika ia balik lagi dari depan Gang, sekitar 15 menit masih mendapati lelaki itu.

“Usianya sekitar 40 tahunan, masih seumuran saya. Rambut ikal, tapi yang jelas bukan orang sini apalagi anak atau keluarga pemilik rumah,” imbuhnya.

Tak memerlukan waktu lama, aparat kepolisian kemudian mengejar pelaku yang ciri-cirinya sesuai dengan keterangan warga. Hanya beberapa jam, pelaku mutilasi berhasil dibekuk tim gabungan Resmob, Macan Kalsel dan Satreskrim Polresta Banjarmasin serta Polsek Banjarmasin Barat, Rabu (2/6) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Pelaku adalah Harry Purwanto, 40, warga Jalan Pembangunan 1 Banjarmasin Barat. Dia berhasil dibekuk di kawasan Simpang Tiga Nusa Indah Kecamatan Bati-bati, Tanah Laut. Dia dibekuk di sebuah bengkel saat memperbaiki motor.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi, mengaku jika pelaku masih dalam pemeriksaan. Ia mengaku bersyukur jika kasus ini lekas terungkap.

“Semua berkat kerja sama Tim, baik Satreskrim Polresta Banjarmasin, Polsek Banjarmasin Barat, Macan Kalsel dan Resmob Polda Kalsel. Penyidik masih melakukan pemeriksaan, begitu juga untuk motif,” jelas Alfian mewakili Kapolresta Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Rabu sore.

Lalu siapa wanita yang dibunuh itu?

Disebut Alfian, korban diketahui bernama Rahmah, usianya 34 tahun berdasarkan KTP tinggal di Jalan Sejahtera 2 Gang Sampurna, RT 4 Kelurahan Kelayan Luar Banjarmasin Tengah. “Tetapi korban tak tinggal sesuai data itu,” imbuhnya.

Dalam keterangan Harry kepada polisi, dia tega memenggal kepala korban lantaran geram karena korban melanggar kesepakatan berkencan.

Perjanjiannya adalah Rp300 ribu untuk sekali kencan. Tetapi korban merengek untuk meminta uang tambahan. Merasa tidak memiliki uang sesuai permintaan korban,ia kemudian membawa korban ke sebuah rumah kosong dengan alasan jika uangnya didalam rumah itu.

Tak banyak cerita, begitu korban sudah masuk ke dalam rumah langsung iia menggorok leher korban dari belakang hingga terputus. ia kemudian menelanjangi korban dan mencoba membakarnya untuk menghilangkan barang bukti. Sementara kepala korban dilempar 10 meter dari badannya.

Sementara itu Kematian Rahmah, ibu beranak satu ini menyisakan duka mendalam keluarga, terlebih sang suami Yogi Hidayat, 23 tahun. Diceritakan Yogi, selama ini mereka tinggal di Jalan Kelayan B, Gang Annajah, Banjarmasin Selatan.

Yogi, menyebut jika dalam beberapa hari ini isterinya terlihat termenung.”Beberapa malam lalu dia sempat bercerita telah mempunyai masalah dengan seorang laki-laki. Tetapi tidak mau menyebut berseteru dengan siapa,” ungkapnya.

Sebelum insiden itu Selasa (1/6) malam sekitar pukul sembilan korban izin keluar untuk membeli susu anak menggunakan sepeda motor Honda Vario warna merah.

“Ada perasaan khawatir, soalnya Handphonenya ditinggal sehingga bingung mencarinya. Setelah saya menunggu cukup lama, malam itu juga saya coba keluar keliling mencari tetapi tak ketemu,” ucapnya lirih. (lan/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/