alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Semester Depan Kampus Dibuka

BANJARMASIN – Bukan hanya sekolah yang akan membuka kelas di tengah pandemi, kampus juga bersiap menggelar perkuliahan tatap muka.

“Kami bertekad pada semester depan, tahun ajaran baru, kampus sudah dibuka kembali,” kata Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof Sutarto Hadi, (2/6) saat mewisuda 1.113 alumni.

Ditambahkannya, rencana itu sudah disampaikan kepada Menteri Nadiem Makariem belum lama ini. Izin pun diberikan. Memang tak ada paksaan, diserahkan sepenuhnya pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

“Dalam rapat itu, pak menteri bahkan sudah menyarankannya,” ujarnya.

Tentu ada beberapa persyaratan. Kampus tidak berada di zona merah. Dan Sutarto melihat, pandemi mulai bisa dikendalikan pemprov dan pemko.

Dia juga menjamin penerapan protokol pencegahan penularan COVID-19 secara ketat. Seperti menyiapkan hand sanitizer di setiap pintu kelas.

“Intinya, kalau kita mampu menjaga protokol selama perkuliahan, tak ada alasan untuk tak membuka kampus,” jelasnya.

Selain itu, sistem belajar jarak jauh tak langsung ditiadakan. Ada kombinasi antara belajar luring dan daring.

Sutarto menilai, selama setahun lebih pandemi, mahasiswa mulai terbiasa dengan pola belajar baru tersebut. “Pandemi ini ada hikmahnya, mahasiswa dan dosen semakin akrab dengan gawai,” selorohnya.

Lantas, bagaimana jika ada orang tua mahasiswa yang menolak rencana kuliah tatap muka? Sutarto mengaku bisa memahaminya.

Tapi ia mengingatkan, persentase kehadiran mahasiswa harus terpenuhi. Dulu, minimal 80 persen per semester. Karena pandemi, diturunkan menjadi 50 persen. Apabila untuk satu mata kuliah ada 16 pertemuan, minimal mahasiswa bisa datang pada delapan pertemuan.

Sisanya bisa ditutupi dengan belajar daring. “Semuanya bisa dibicarakan untuk dibuat kesepakatan,” tutupnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Bukan hanya sekolah yang akan membuka kelas di tengah pandemi, kampus juga bersiap menggelar perkuliahan tatap muka.

“Kami bertekad pada semester depan, tahun ajaran baru, kampus sudah dibuka kembali,” kata Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof Sutarto Hadi, (2/6) saat mewisuda 1.113 alumni.

Ditambahkannya, rencana itu sudah disampaikan kepada Menteri Nadiem Makariem belum lama ini. Izin pun diberikan. Memang tak ada paksaan, diserahkan sepenuhnya pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

“Dalam rapat itu, pak menteri bahkan sudah menyarankannya,” ujarnya.

Tentu ada beberapa persyaratan. Kampus tidak berada di zona merah. Dan Sutarto melihat, pandemi mulai bisa dikendalikan pemprov dan pemko.

Dia juga menjamin penerapan protokol pencegahan penularan COVID-19 secara ketat. Seperti menyiapkan hand sanitizer di setiap pintu kelas.

“Intinya, kalau kita mampu menjaga protokol selama perkuliahan, tak ada alasan untuk tak membuka kampus,” jelasnya.

Selain itu, sistem belajar jarak jauh tak langsung ditiadakan. Ada kombinasi antara belajar luring dan daring.

Sutarto menilai, selama setahun lebih pandemi, mahasiswa mulai terbiasa dengan pola belajar baru tersebut. “Pandemi ini ada hikmahnya, mahasiswa dan dosen semakin akrab dengan gawai,” selorohnya.

Lantas, bagaimana jika ada orang tua mahasiswa yang menolak rencana kuliah tatap muka? Sutarto mengaku bisa memahaminya.

Tapi ia mengingatkan, persentase kehadiran mahasiswa harus terpenuhi. Dulu, minimal 80 persen per semester. Karena pandemi, diturunkan menjadi 50 persen. Apabila untuk satu mata kuliah ada 16 pertemuan, minimal mahasiswa bisa datang pada delapan pertemuan.

Sisanya bisa ditutupi dengan belajar daring. “Semuanya bisa dibicarakan untuk dibuat kesepakatan,” tutupnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/