alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Masih Ada Guru yang Ogah Divaksin

BANJARBARU – Vaksinasi untuk kalangan guru dan juga tenaga kependidikan di Banjarbaru terus dikebut. Ini bagian dari persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang diproyeksikan di bulan Juli nanti.

Menurut klaim pihak Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, mayoritas seluruh guru calon penerima vaksin telah disuntikkan vaksin Sinovac. Sekarang vaksinasi disebut bakal memasuki tahap kedua di awal Juni ini.

“Mayoritas guru-guru sudah divaksin. Jika dipersentasekan, mungkin sudah lebih dari 90 persen atau lebih dari 3000 orang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, M Aswan.

Meski sudah hampir keseluruhan telah disuntik vaksin. Namun Aswan tak menampik jika ada sejumlah guru yang belum disuntik vaksin. Kalangan yang belum ini ujarnya terbagi dua.

“Ada yang memang secara syarat atau kriteria belum memenuhi, semisal ada komorbid atau dia pernah tertular Covid-19. Nah satunya lagi adalah guru yang tidak mau divaksin,” katanya.

Adanya sejumlah guru yang ogah divaksin ini kata Aswan jadi dilematika tersendiri bagi pihaknya. Musabab, vaksinasi adalah salah satu syarat agar PTM bisa digelar.

“Vaksinasi guru ini kan juga buat meyakinkan ke orang tua murid terkait kesiapan PTM di sekolah. Ya, bisa dikatakan vaksin ini membangun kepercayaan publik, makanya sangat berpengaruh,” nilai Aswan.

Lalu bagaimanakah Disdik menyikapi guru-guru yang belum mau disuntik vaksin ini? Aswan menjawab bahwa secara bertahap pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada mereka yang belum bersedia divaksin secara sukarela.

“Kita akan lakukan pendekatan persuasif agar mereka secara sukarela mau divaksin, padahal sudah juga kita jelaskan bahwa vaksin ini aman dan halal. Makanya ini yang masih kita upayakan pendekatannya,” tegasnya.

Selain terang-terangan menolak untuk divaksin, ada juga kata Aswan beberapa orang yang berdalih ada penyakit bawaan. Mengantisipasi hal ini, ia meminta agar orang-orang yang menderita penyakit tertentu untuk melampirkan surat keterangan dokter.

“Ada yang ngaku komorbid atau ada penyakit tertentu ketika mau divaksin, nah kita minta ada lampiran dari dokternya, kita khawatir ini agar tidak disuntik vaksin saja,” tuntasnya. (rvn/ram/ema)

BANJARBARU – Vaksinasi untuk kalangan guru dan juga tenaga kependidikan di Banjarbaru terus dikebut. Ini bagian dari persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang diproyeksikan di bulan Juli nanti.

Menurut klaim pihak Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, mayoritas seluruh guru calon penerima vaksin telah disuntikkan vaksin Sinovac. Sekarang vaksinasi disebut bakal memasuki tahap kedua di awal Juni ini.

“Mayoritas guru-guru sudah divaksin. Jika dipersentasekan, mungkin sudah lebih dari 90 persen atau lebih dari 3000 orang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, M Aswan.

Meski sudah hampir keseluruhan telah disuntik vaksin. Namun Aswan tak menampik jika ada sejumlah guru yang belum disuntik vaksin. Kalangan yang belum ini ujarnya terbagi dua.

“Ada yang memang secara syarat atau kriteria belum memenuhi, semisal ada komorbid atau dia pernah tertular Covid-19. Nah satunya lagi adalah guru yang tidak mau divaksin,” katanya.

Adanya sejumlah guru yang ogah divaksin ini kata Aswan jadi dilematika tersendiri bagi pihaknya. Musabab, vaksinasi adalah salah satu syarat agar PTM bisa digelar.

“Vaksinasi guru ini kan juga buat meyakinkan ke orang tua murid terkait kesiapan PTM di sekolah. Ya, bisa dikatakan vaksin ini membangun kepercayaan publik, makanya sangat berpengaruh,” nilai Aswan.

Lalu bagaimanakah Disdik menyikapi guru-guru yang belum mau disuntik vaksin ini? Aswan menjawab bahwa secara bertahap pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada mereka yang belum bersedia divaksin secara sukarela.

“Kita akan lakukan pendekatan persuasif agar mereka secara sukarela mau divaksin, padahal sudah juga kita jelaskan bahwa vaksin ini aman dan halal. Makanya ini yang masih kita upayakan pendekatannya,” tegasnya.

Selain terang-terangan menolak untuk divaksin, ada juga kata Aswan beberapa orang yang berdalih ada penyakit bawaan. Mengantisipasi hal ini, ia meminta agar orang-orang yang menderita penyakit tertentu untuk melampirkan surat keterangan dokter.

“Ada yang ngaku komorbid atau ada penyakit tertentu ketika mau divaksin, nah kita minta ada lampiran dari dokternya, kita khawatir ini agar tidak disuntik vaksin saja,” tuntasnya. (rvn/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/