alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Berjejal dan Waktu Mepet, Warnai Rapid Tes Petugas PSU

BANJARMASIN – Rapid test antigen untuk petugas Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel dimulai kemarin (1/6) pagi. Rencananya, tes digelar sampai hari ini di kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan, Jalan Tembus Mantuil.

Sasarannya, baik petugas yang di bawah Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin.

Jumlahnya tak sedikit, ada 3.106 petugas yang harus dites. Bayangkan, dikebut dalam waktu dua hari.

Rinciannya, dari KPU ada 2.107 orang kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), lalu 602 petugas pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), kemudian 36 panitia pemungutan suara (PPS) dan ditambah lima panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Sedangkan dari Bawaslu, untuk pengaws kelurahan ada 55 orang dan pengawas TPS berjumlah 301 orang. Hasilnya, aula kecamatan pun sesak berjejal.

“Padahal sudah ada jadwal giliran untuk menghindari kerumunan. Tapi ada yang mau buru-buru,” jelas Komisioner KPU Banjarmasin, Taufiqurrakhman.

Lantas, bagaimana jika ada yang dinyatakan positif COVID-19? Seusai hasil koordinasi dengan KPU Kalsel, maka mereka harus diistirahatkan.

Khusus untuk KPPS, karena satu TPS ada tujuh orang, jika kurang satu atau dua orang, yang tersisa masih bisa menangani PSU.

“Arahan provinsi, kalau ada yang positif tak perlu diganti. Cukup disuruh istirahat. Kalaupun harus diganti, sudah tak memungkinkan lantaran waktu yang mepet,” bebernya.

Lebih jauh, tes massal itu merupakan kewajiban. Kalau menolak dites, maka akan dicopot. “Kalau positif, karena nasibnya saja. Bila ada perubahan, misalkan mendadak mundur, akan kami buatkan SK-nya,” tutupnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Rapid test antigen untuk petugas Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel dimulai kemarin (1/6) pagi. Rencananya, tes digelar sampai hari ini di kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan, Jalan Tembus Mantuil.

Sasarannya, baik petugas yang di bawah Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin.

Jumlahnya tak sedikit, ada 3.106 petugas yang harus dites. Bayangkan, dikebut dalam waktu dua hari.

Rinciannya, dari KPU ada 2.107 orang kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), lalu 602 petugas pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), kemudian 36 panitia pemungutan suara (PPS) dan ditambah lima panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Sedangkan dari Bawaslu, untuk pengaws kelurahan ada 55 orang dan pengawas TPS berjumlah 301 orang. Hasilnya, aula kecamatan pun sesak berjejal.

“Padahal sudah ada jadwal giliran untuk menghindari kerumunan. Tapi ada yang mau buru-buru,” jelas Komisioner KPU Banjarmasin, Taufiqurrakhman.

Lantas, bagaimana jika ada yang dinyatakan positif COVID-19? Seusai hasil koordinasi dengan KPU Kalsel, maka mereka harus diistirahatkan.

Khusus untuk KPPS, karena satu TPS ada tujuh orang, jika kurang satu atau dua orang, yang tersisa masih bisa menangani PSU.

“Arahan provinsi, kalau ada yang positif tak perlu diganti. Cukup disuruh istirahat. Kalaupun harus diganti, sudah tak memungkinkan lantaran waktu yang mepet,” bebernya.

Lebih jauh, tes massal itu merupakan kewajiban. Kalau menolak dites, maka akan dicopot. “Kalau positif, karena nasibnya saja. Bila ada perubahan, misalkan mendadak mundur, akan kami buatkan SK-nya,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/