alexametrics
29.1 C
Banjarmasin
Thursday, 19 May 2022

Puluhan Napi Lansia Divaksin

BANJARMASIN – Puluhan narapidana di Lapas Kelas II A Banjarmasin yang tergolong sudah lanjut usia, menerima vaksin dari Dokkes Polda Kalsel dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Penyuntikan dosis pertama itu digelar di aula lapas, (31/5). Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Ubaidillah mengungkap, vaksinasi COVID-19 itu ditanggapi dengan antusias. Menargetkan 50 napi, yang datang mendaftar malah 53 orang.

“Tapi saat screening, hanya 49 napi yang bisa divaksin. Yang lain belum bisa karena ada penyakit ISPA dan hepatitis,” jelasnya. Ditambahkannya, ini merupakan upaya untuk mempercepat program vaksinasi. “Setelah berkoordinasi dengan pihak lapas, ternyata banyak lansia di sana,” imbuhnya.

Yang Muda pun Silakan Divaksin

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengeluarkan surat edaran terbaru.

Memerintahkan Dinas Kesehatan di provinsi, kabupaten maupun kota untuk mempercepat vaksinasi tahap kedua. Yang menjadikan lansia dan pelayan publik sebagai target.

Isi edaran itu, meminta sasarannya diperluas. Yang bukan lansia pun boleh. Yakni warga yang berusia antara 18 tahun sampai 49 tahun. Tentu ada syaratnya, yakni membawa dua orang berusia 50 tahun ke atas untuk divaksin.

“Jadi sasaran vaksinasinya diperluas,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (31/5).

Dia pun menyilakan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini. “Tempatnya di seluruh puskesmas,” tambah Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Banjarmasin tersbeut.

Dari data Dinkes per 30 Mei, baru 11,64 persen atau 6.484 lansia yang menerima suntikan dosis kedua. Jauh sekali dari target 55.720 orang.

“Target minimal kami 80 persen lansia. Agar herd immunity (kekebalan kelompok) di Banjarmasin benar-benar terbentuk,” tutup Machli. (lan/war/fud/ema)

BANJARMASIN – Puluhan narapidana di Lapas Kelas II A Banjarmasin yang tergolong sudah lanjut usia, menerima vaksin dari Dokkes Polda Kalsel dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Penyuntikan dosis pertama itu digelar di aula lapas, (31/5). Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Ubaidillah mengungkap, vaksinasi COVID-19 itu ditanggapi dengan antusias. Menargetkan 50 napi, yang datang mendaftar malah 53 orang.

“Tapi saat screening, hanya 49 napi yang bisa divaksin. Yang lain belum bisa karena ada penyakit ISPA dan hepatitis,” jelasnya. Ditambahkannya, ini merupakan upaya untuk mempercepat program vaksinasi. “Setelah berkoordinasi dengan pihak lapas, ternyata banyak lansia di sana,” imbuhnya.

Yang Muda pun Silakan Divaksin

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengeluarkan surat edaran terbaru.

Memerintahkan Dinas Kesehatan di provinsi, kabupaten maupun kota untuk mempercepat vaksinasi tahap kedua. Yang menjadikan lansia dan pelayan publik sebagai target.

Isi edaran itu, meminta sasarannya diperluas. Yang bukan lansia pun boleh. Yakni warga yang berusia antara 18 tahun sampai 49 tahun. Tentu ada syaratnya, yakni membawa dua orang berusia 50 tahun ke atas untuk divaksin.

“Jadi sasaran vaksinasinya diperluas,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (31/5).

Dia pun menyilakan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini. “Tempatnya di seluruh puskesmas,” tambah Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Banjarmasin tersbeut.

Dari data Dinkes per 30 Mei, baru 11,64 persen atau 6.484 lansia yang menerima suntikan dosis kedua. Jauh sekali dari target 55.720 orang.

“Target minimal kami 80 persen lansia. Agar herd immunity (kekebalan kelompok) di Banjarmasin benar-benar terbentuk,” tutup Machli. (lan/war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/