alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 29 June 2022

Ibnu Sina Dua Periode, Saatnya Rekonsiliasi

Di tengah sorak-sorai pendukung, Ibnu Sina dan Arifin Noor berpelukan. Lalu bersimpuh untuk sujud syukur.

BANJARMASIN – Melegakan. Sengketa Pilwali di Mahkamah Konstitusi akhirnya selesai.

Favehotel Banjarmasin

Gugatan pemohon Ananda-Mushaffa Zakir yang ditujukan kepada termohon, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin dan pemenang pilkada ditolak MK.

Kemarin (27/5) di Best Western Kindai Hotel di Jalan Ahmad Yani kilometer 5, Ibnu dan Arifin, beserta kuasa hukum dan timnya nonton bareng persidangan yang disiarkan di kanal YouTube.

Setelahnya digelar konferensi pers. Ibnu tampak menahan diri dari euforia kemenangan tersebut.

“Karena ini kemenangan masyarakat Banjarmasin. Mohon dukungan dan doanya,” kata kader Partai Demokrat itu bijak.

Bagi politikus 46 tahun itu, ini momen rekonsiliasi. Dia mengajak semua kontestan, pasangan Abdul Haris Makkie-Ilham Noor, pasangan Khairul Saleh-Habib Ali Alhabsy, dan bahkan pasangan Ananda-Mushaffa Zakir untuk duduk bersama.

“Mari bekerja bersama untuk membangun kota ini,” ajak mantan anggota DPRD Kalsel itu.

Kini, Ibnu sudah memecahkan mitos politik di Banjarmasin bahwa takkan ada wali kota dua periode. Tapi Ibnu tak pernah menganggapnya serius, karena mitos adalah mitos.

Memang, kemenangan yang tidak mudah. Mengingat sengketa hukum dan pemungutan suara ulang menunda pelantikan wali kota selama hampir setengah tahun. Tapi tak ada pilihan, ia harus menghormati proses hukum yang ada.

Bagi Ibnu, Pilkada 2020 adalah pelajaran penting untuk demokrasi Banua. “Menjadi pelajaran terbuka untuk semua, untuk proses demokrasi yang lebih santun,” lanjutnya.

Sementara wakilnya, Arifin mengakui, pemilu ini benar-benar mengharu-biru. “Sujud syukur tadi, sebagai ungkapan doa, agar amanah ini bisa dijalankan sebaik-baiknya,” timpalnya.

Tinggal Urusan Administrasi

Ketua tim hukum petahana, Imam Satria Jati sedari awal tak menyangsikan kemenangan ini.

“Dari awal sampai akhir, semua pelanggaran yang dituduhkan tak terbukti. Kekuatan kami adalah hanya menyampaikan fakta-fakta,” ujarnya.

Ditanya adakah kemungkinan untuk kembali menjegal pihaknya secara hukum, Imam tak melihat celah tersebut. Artinya, tidak akan ada gugatan ketiga. “Sudah habis, semuanya,” tegasnya.

“Tinggal proses administrasi saja untuk menetapkan pemenang sebagai wali kota dan wakil wali kota selanjutnya,” tutup Imam.

Perlu diketahui, sebelum didugat ke MK, KPU sudah menggelar rapat pleno terbuka untuk penetapan hasil perhitungan suara pada 2 Mei lalu.

Seusai pemilihan serentak 9 Desember 2020 dan pemungutan suara ulang 28 April 2021, pasangan Ibnu Sina-Arifin Noor meraup 89.378 suara. Sedangkan rivalnya Ananda-Mushaffa Zakir memperoleh 81.262 suara. Atau selisih 8.116 suara.

Di belakang ada pasangan Haris Makkie-Ilham Noor mengumpulkan 34.875 suara dan pasangan Khairul Salel-Habib Ali dengan 29.926 suara. 

MK Perintahkan Penetapan Pemenang

BANJARMASIN – Mahkamah Konstitusi menolak permohonan gugatan pasangan calon Ananda-Mushaffa Zakir.

Putusan dibacakan di Jakarta, kemarin (27/5) oleh hakim Anwar Usman. Ada dua putusan lain.

Yakni, MK juga mengesahkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin tertanggal 2 Mei 2021 tentang hasil perhitungan suara pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Banjarmasin.

Terakhir, MK memerintahkan KPU untuk menetapkan pemenang dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Ketika dikonfirmasi, Komisioner KPU Banjarmasin, Syafruddin Akbar menyatakan kesiapan penyelenggara pemilu untuk penetapan itu. Kapan saja dan di mana saja.

“Tapi kami harus menunggu surat dari KPU pusat sebagai atasan kami,” ujarnya.

Lantas kapan? Ia menjamin, paling lambat tiga hari kerja setelah putusan MK. “Masih ada waktu sampai Rabu (2/6) mendatang,” jawabnya.

Dalam penetapan itu, semua kontestan pemilu akan diundang. Boleh didampingi dua orang anggota tim pemenangan. Penetapan akan disaksikan Forkopimda, Bawaslu dan KPU Kalsel.

“Tapi kalau mereka (kandidat) tak berhadir, takkan mempengaruhi proses penetapan,” tegas Akbar.

Surat penetapan dari KPU akan diserahkan kepada DPRD Banjarmasin untuk disidang paripurnakan. Baru bisa diajukan ke Kementerian Dalam Negeri.

Hingga Menteri Dalam Negeri mengeluarkan surat keputusan (SK) pelantikan. “Kalau mendesak, bisa saja sepekan setelah penetapan langsung pelantikan. Tergantung DPRD saja lagi,” pungkasnya.

Terima Kekalahan

Sampai berita ini ditulis, Ananda tak merespons permintaan wawancara Radar Banjarmasin.

Tapi, anggota tim hukum Ananda, Dede Maulana mengaku legawa atas keputusan MK. “Kami mengucapkan selamat kepada paslon Ibnu Sina-Arifin Noor yang memenangkan Pilkada 2020,” ujarnya.

Menurutnya, sekarang lebih baik memikirkan pembangunan Banjarmasin. “Hasil akhir, sudah final. Jadi saatnya kembali bergandengan tangan untuk memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat Banjarmasin,” tambah Dede.

Senada dengan rekannya, Rizky Hidayat. “Lupakan perbedaan pilihan politik, Pilkada sudah usai,” pesannya. “Sedangkan bagi pemenang, perbanyak bersyukur. Dan tepati janji kepada masyarakat,” harapnya.

Kepada masyarakat Banjarmasin, khususnya pendukung Ananda, Rizky memintakan maaf jika ada kekhilafan selama proses politik ini.

“Ananda dan Mushaffa akan terus berusaha untuk membangun kota ini. Memberikan yang terbaik kepada masyarakat, sekalipun berada di luar pemerintahan,” tutupnya. (war/fud/ema)

Di tengah sorak-sorai pendukung, Ibnu Sina dan Arifin Noor berpelukan. Lalu bersimpuh untuk sujud syukur.

BANJARMASIN – Melegakan. Sengketa Pilwali di Mahkamah Konstitusi akhirnya selesai.

Favehotel Banjarmasin

Gugatan pemohon Ananda-Mushaffa Zakir yang ditujukan kepada termohon, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin dan pemenang pilkada ditolak MK.

Kemarin (27/5) di Best Western Kindai Hotel di Jalan Ahmad Yani kilometer 5, Ibnu dan Arifin, beserta kuasa hukum dan timnya nonton bareng persidangan yang disiarkan di kanal YouTube.

Setelahnya digelar konferensi pers. Ibnu tampak menahan diri dari euforia kemenangan tersebut.

“Karena ini kemenangan masyarakat Banjarmasin. Mohon dukungan dan doanya,” kata kader Partai Demokrat itu bijak.

Bagi politikus 46 tahun itu, ini momen rekonsiliasi. Dia mengajak semua kontestan, pasangan Abdul Haris Makkie-Ilham Noor, pasangan Khairul Saleh-Habib Ali Alhabsy, dan bahkan pasangan Ananda-Mushaffa Zakir untuk duduk bersama.

“Mari bekerja bersama untuk membangun kota ini,” ajak mantan anggota DPRD Kalsel itu.

Kini, Ibnu sudah memecahkan mitos politik di Banjarmasin bahwa takkan ada wali kota dua periode. Tapi Ibnu tak pernah menganggapnya serius, karena mitos adalah mitos.

Memang, kemenangan yang tidak mudah. Mengingat sengketa hukum dan pemungutan suara ulang menunda pelantikan wali kota selama hampir setengah tahun. Tapi tak ada pilihan, ia harus menghormati proses hukum yang ada.

Bagi Ibnu, Pilkada 2020 adalah pelajaran penting untuk demokrasi Banua. “Menjadi pelajaran terbuka untuk semua, untuk proses demokrasi yang lebih santun,” lanjutnya.

Sementara wakilnya, Arifin mengakui, pemilu ini benar-benar mengharu-biru. “Sujud syukur tadi, sebagai ungkapan doa, agar amanah ini bisa dijalankan sebaik-baiknya,” timpalnya.

Tinggal Urusan Administrasi

Ketua tim hukum petahana, Imam Satria Jati sedari awal tak menyangsikan kemenangan ini.

“Dari awal sampai akhir, semua pelanggaran yang dituduhkan tak terbukti. Kekuatan kami adalah hanya menyampaikan fakta-fakta,” ujarnya.

Ditanya adakah kemungkinan untuk kembali menjegal pihaknya secara hukum, Imam tak melihat celah tersebut. Artinya, tidak akan ada gugatan ketiga. “Sudah habis, semuanya,” tegasnya.

“Tinggal proses administrasi saja untuk menetapkan pemenang sebagai wali kota dan wakil wali kota selanjutnya,” tutup Imam.

Perlu diketahui, sebelum didugat ke MK, KPU sudah menggelar rapat pleno terbuka untuk penetapan hasil perhitungan suara pada 2 Mei lalu.

Seusai pemilihan serentak 9 Desember 2020 dan pemungutan suara ulang 28 April 2021, pasangan Ibnu Sina-Arifin Noor meraup 89.378 suara. Sedangkan rivalnya Ananda-Mushaffa Zakir memperoleh 81.262 suara. Atau selisih 8.116 suara.

Di belakang ada pasangan Haris Makkie-Ilham Noor mengumpulkan 34.875 suara dan pasangan Khairul Salel-Habib Ali dengan 29.926 suara. 

MK Perintahkan Penetapan Pemenang

BANJARMASIN – Mahkamah Konstitusi menolak permohonan gugatan pasangan calon Ananda-Mushaffa Zakir.

Putusan dibacakan di Jakarta, kemarin (27/5) oleh hakim Anwar Usman. Ada dua putusan lain.

Yakni, MK juga mengesahkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin tertanggal 2 Mei 2021 tentang hasil perhitungan suara pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Banjarmasin.

Terakhir, MK memerintahkan KPU untuk menetapkan pemenang dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Ketika dikonfirmasi, Komisioner KPU Banjarmasin, Syafruddin Akbar menyatakan kesiapan penyelenggara pemilu untuk penetapan itu. Kapan saja dan di mana saja.

“Tapi kami harus menunggu surat dari KPU pusat sebagai atasan kami,” ujarnya.

Lantas kapan? Ia menjamin, paling lambat tiga hari kerja setelah putusan MK. “Masih ada waktu sampai Rabu (2/6) mendatang,” jawabnya.

Dalam penetapan itu, semua kontestan pemilu akan diundang. Boleh didampingi dua orang anggota tim pemenangan. Penetapan akan disaksikan Forkopimda, Bawaslu dan KPU Kalsel.

“Tapi kalau mereka (kandidat) tak berhadir, takkan mempengaruhi proses penetapan,” tegas Akbar.

Surat penetapan dari KPU akan diserahkan kepada DPRD Banjarmasin untuk disidang paripurnakan. Baru bisa diajukan ke Kementerian Dalam Negeri.

Hingga Menteri Dalam Negeri mengeluarkan surat keputusan (SK) pelantikan. “Kalau mendesak, bisa saja sepekan setelah penetapan langsung pelantikan. Tergantung DPRD saja lagi,” pungkasnya.

Terima Kekalahan

Sampai berita ini ditulis, Ananda tak merespons permintaan wawancara Radar Banjarmasin.

Tapi, anggota tim hukum Ananda, Dede Maulana mengaku legawa atas keputusan MK. “Kami mengucapkan selamat kepada paslon Ibnu Sina-Arifin Noor yang memenangkan Pilkada 2020,” ujarnya.

Menurutnya, sekarang lebih baik memikirkan pembangunan Banjarmasin. “Hasil akhir, sudah final. Jadi saatnya kembali bergandengan tangan untuk memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat Banjarmasin,” tambah Dede.

Senada dengan rekannya, Rizky Hidayat. “Lupakan perbedaan pilihan politik, Pilkada sudah usai,” pesannya. “Sedangkan bagi pemenang, perbanyak bersyukur. Dan tepati janji kepada masyarakat,” harapnya.

Kepada masyarakat Banjarmasin, khususnya pendukung Ananda, Rizky memintakan maaf jika ada kekhilafan selama proses politik ini.

“Ananda dan Mushaffa akan terus berusaha untuk membangun kota ini. Memberikan yang terbaik kepada masyarakat, sekalipun berada di luar pemerintahan,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/