alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Dana Perbaikan Rumah Korban Banjir Ditransfer, Yajid Fahmi: Tim Jangan Memperlambat, Hindari Kecemburuan

BARABAI – Angin segar bagi para korban banjir di Hulu Sungai Tengah (HST). Sebanyak 247 KK akan mendapat bantuan dana siap pakai untuk stimulan rumah rusak akibat banjir. Masing-masing KK akan mendapat dana stimulan Rp50 juta. Jadi total dana yang digelontor kan mencapai Rp12,35 Miliar.

Dana stimulan itu berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Dana itu secara simbolis diserahkan kepada Bupati Aulia Oktafiandi di Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho LT.15 Graha BNPB Jakarta Timur, Senin (24/5) lalu.

Lantas bagaimana realisasinya? Kepala Pelaksana BPBD HST, Budi Haryanto menjelaskan pemerintah daerah kini sedang membuat petunjuk teknis (juknis) untuk mengatur realisasi dana stimulan tersebut. “Soal juknis tiap daerah pasti berbeda. Namun prinsipnya sama, teknis penyalurannya tetap transfer ke bank. Tidak akan diserahkan secara tunai,” katanya, Rabu (26/5).

Favehotel Banjarmasin

“Sesuai pedoman yang ada, warga akan dibukakan rekening. Dari rekening ini dana stimulan untuk perbaikan rumah disalurkan,” sambungnya.

Nantinya warga akan dibangunkan rumah di tempat relokasi yang sudah disediakan pemerintah daerah.

Tentu yang mendapat perbaikan adalah bagi rumahnya rusak berat “Jadi gambaran umum, warga tidak menerima uang tunai, melainkan bantuan dalam bentuk fisik (rumah, Red),” tambahnya.

Teknis pembangunan rumah sesuai aturannya akan dibentuk beberapa tim. “Ada tim pengarah, tim teknis, ada tim pendam ping. Jadi secara umum rencananya mekanismenya se perti program bedah rumah di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman,” bebernya.

Anggota DPRD HST, Yajid Fahmi meminta agar Pemkab HST segera menyiapkan lahan untuk relokasi warga yang rumahnya hilang disapu banjir. Dia berharap dana stimulan perbaikan rumah rusak ini tepat sasaran.

“Terkait adanya tim teknis, setuju dengan tujuan percepatan. Jangan sampai dengan banyak tim justru memperlambat proses,” tegasnya.

Politisi Partai Berkarya itu ingin Pemkab HST menjamin di lapangan tidak ada kecemburuan sosial terkait realisasi bantuan tersebut. “Dalam hal penetapan rumah rusak berat, sedang, dan ringan harus benar-benar terkoreksi secara maksimal,” ingatnya. (mal/dye/ema)

BARABAI – Angin segar bagi para korban banjir di Hulu Sungai Tengah (HST). Sebanyak 247 KK akan mendapat bantuan dana siap pakai untuk stimulan rumah rusak akibat banjir. Masing-masing KK akan mendapat dana stimulan Rp50 juta. Jadi total dana yang digelontor kan mencapai Rp12,35 Miliar.

Dana stimulan itu berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Dana itu secara simbolis diserahkan kepada Bupati Aulia Oktafiandi di Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho LT.15 Graha BNPB Jakarta Timur, Senin (24/5) lalu.

Lantas bagaimana realisasinya? Kepala Pelaksana BPBD HST, Budi Haryanto menjelaskan pemerintah daerah kini sedang membuat petunjuk teknis (juknis) untuk mengatur realisasi dana stimulan tersebut. “Soal juknis tiap daerah pasti berbeda. Namun prinsipnya sama, teknis penyalurannya tetap transfer ke bank. Tidak akan diserahkan secara tunai,” katanya, Rabu (26/5).

Favehotel Banjarmasin

“Sesuai pedoman yang ada, warga akan dibukakan rekening. Dari rekening ini dana stimulan untuk perbaikan rumah disalurkan,” sambungnya.

Nantinya warga akan dibangunkan rumah di tempat relokasi yang sudah disediakan pemerintah daerah.

Tentu yang mendapat perbaikan adalah bagi rumahnya rusak berat “Jadi gambaran umum, warga tidak menerima uang tunai, melainkan bantuan dalam bentuk fisik (rumah, Red),” tambahnya.

Teknis pembangunan rumah sesuai aturannya akan dibentuk beberapa tim. “Ada tim pengarah, tim teknis, ada tim pendam ping. Jadi secara umum rencananya mekanismenya se perti program bedah rumah di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman,” bebernya.

Anggota DPRD HST, Yajid Fahmi meminta agar Pemkab HST segera menyiapkan lahan untuk relokasi warga yang rumahnya hilang disapu banjir. Dia berharap dana stimulan perbaikan rumah rusak ini tepat sasaran.

“Terkait adanya tim teknis, setuju dengan tujuan percepatan. Jangan sampai dengan banyak tim justru memperlambat proses,” tegasnya.

Politisi Partai Berkarya itu ingin Pemkab HST menjamin di lapangan tidak ada kecemburuan sosial terkait realisasi bantuan tersebut. “Dalam hal penetapan rumah rusak berat, sedang, dan ringan harus benar-benar terkoreksi secara maksimal,” ingatnya. (mal/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/