alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Pemalongan Dinobatkan Sebagai Desa Sadar Konflik

BAJUIN – Desa Pemalongan Kecamatan Bajuin dinobatkan menjadi Desa Sadar Konflik Tahun 2021. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanah Laut (Tala) Yusriansyah disela kegiatan sosialisasi kerukunan umat beragama dan pemeliharaan kerukunan umat beragama, Selasa (25/5) di Aula Desa Pemalongan

Yusriansyah menyampaikan bahwa menjaga kerukunan di tengah masyarakat sangat penting agar setiap warga bisa merasa aman bertempat tinggal di wilayah tersebut. “Kami berharap dengan adanya penetapan sebagai Desa Sadar Konflik, tercipta kerukunan di masyarakat dan kerukunan antar umat beragama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala Desa Pemalongan Sugianor, mengaku bersyukur karena konflik yang terjadi di wilayahnya dapat diselesaikan dan menjadi desa percontohan sebagai Desa Sadar Konflik. Dia juga menyampaikan bahwa penyelesaian konflik selalu dibantu oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bajuin.

Favehotel Banjarmasin

“Alhamdulillah, setelah bermusyawarah kami bisa meredam konflik, warga pun sudah bisa memahami. Mudah-mudahan dengan adanya Desa Sadar Konflik ini desa kami menjadi lebih baik dan tidak ada konflik yang terjadi lagi,” ucapnya.

Sugianor menjelaskan bahwa salah satu pemicu konflik yang terjadi adalah keberadaan aliran kepercayaan tertentu yang masuk ke lingkungan masyarakat Desa Pemalongan. Aliran kepercayaan tersebut mengajarkan ritual yang tak lazim sehingga dianggap sesat dan meresahkan. 

Pada kegiatan itu turut hadir Camat Bajuin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tala, Kasat Pembinaan Masyarakat Polres Tala, Babinsa Desa Pemalongan, Bhabinkamtibmas Desa Pemalongan dan Aparat Desa Pemalongan. (Diskominfo/mr-156/ram/ema)

BAJUIN – Desa Pemalongan Kecamatan Bajuin dinobatkan menjadi Desa Sadar Konflik Tahun 2021. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanah Laut (Tala) Yusriansyah disela kegiatan sosialisasi kerukunan umat beragama dan pemeliharaan kerukunan umat beragama, Selasa (25/5) di Aula Desa Pemalongan

Yusriansyah menyampaikan bahwa menjaga kerukunan di tengah masyarakat sangat penting agar setiap warga bisa merasa aman bertempat tinggal di wilayah tersebut. “Kami berharap dengan adanya penetapan sebagai Desa Sadar Konflik, tercipta kerukunan di masyarakat dan kerukunan antar umat beragama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala Desa Pemalongan Sugianor, mengaku bersyukur karena konflik yang terjadi di wilayahnya dapat diselesaikan dan menjadi desa percontohan sebagai Desa Sadar Konflik. Dia juga menyampaikan bahwa penyelesaian konflik selalu dibantu oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bajuin.

Favehotel Banjarmasin

“Alhamdulillah, setelah bermusyawarah kami bisa meredam konflik, warga pun sudah bisa memahami. Mudah-mudahan dengan adanya Desa Sadar Konflik ini desa kami menjadi lebih baik dan tidak ada konflik yang terjadi lagi,” ucapnya.

Sugianor menjelaskan bahwa salah satu pemicu konflik yang terjadi adalah keberadaan aliran kepercayaan tertentu yang masuk ke lingkungan masyarakat Desa Pemalongan. Aliran kepercayaan tersebut mengajarkan ritual yang tak lazim sehingga dianggap sesat dan meresahkan. 

Pada kegiatan itu turut hadir Camat Bajuin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tala, Kasat Pembinaan Masyarakat Polres Tala, Babinsa Desa Pemalongan, Bhabinkamtibmas Desa Pemalongan dan Aparat Desa Pemalongan. (Diskominfo/mr-156/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/