alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Dapat Bantuan Rp11,7 M dari BNPB Pusat

JAKARTA – Kabupaten Tanah Laut (Tala) mendapat bantuan dana siap pakai sebesar Rp. 11,7 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat untuk stimulan rumah rusak. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Tanah Laut  Abdi Rahman bertempat di Aula Sutopo Gedung Graha BNPB Pusat, Jakarta Timur, Senin (24/5).

Dana Siap Pakai tersebut diberikan untuk memperbaiki atau sebagai ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Dana tersebut dibagi menjadi tiga kategori yaitu untuk rusak berat, sedang dan ringan.

Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman mengatakan dana tersebut akan secepatnya digunakan untuk memperbaiki kerusakan akibat banjir beberapa waktu lalu. “Sesuai dari arahan Kepala BNPB Pusat, dana ini akan digunakan secepat mungkin untuk masyarakat terdampak banjir,” ucap Wakil Bupati Tanah Laut.

Favehotel Banjarmasin

Selanjutnya dia mengatakan untuk pendataan masyarakat yang mengalami kerugian akan dilakukan oleh aparat desa setempat. Dan mereka akan langsung terjun kelapangan untuk menghitung kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana banjir serta tanah longsor di beberapa kecamatan yang ada di Tanah Laut.

“Nanti ada verifikasi untuk masyarakat yang mendapat ganti rugi, data akan ditempel di kantor desa sehingga bisa dilihat siapa saja yang mendapat ganti rugi. Saya tekankan hanya masyarakat terdampak saja yang mendapat dana ganti rugi agar tidak salah sasaran,” tegasnya.

Doni Monardo selaku Kepala BNPB Pusat saat menyerahkan bantuan secara simbolis berpesan, agar betul-betul memastikan dana stimulan ini tepat sasaran dan jangan terlalu lama dalam proses pengerjaan bantuan bangunan. “Dananya bisa secepatnya dicairkan untuk membantu kerugian masyarakat yang terdampak bencana, dan saya ingatkan lagi hanya masyarakat terdampak yang menerima bantuan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini Doni pun mengingatkan betapa pentingnya pohon bagi kehidupan, karena dari banyaknya pohon bisa mencegah beberapa bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, banyak masyarakat yang bisa selamat dari musibah seperti musibah tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu.

“Pemerintah daerah jangan hanya berfokus kepada pembangunan fisik saja tetapi perhatikan alam dengan menanam pohon serta melestarikan lingkungan agar bahaya dari musibah banjir bisa diantisipasi,” pungkasnya. (Prokopim/mr-156/ram/ema)

JAKARTA – Kabupaten Tanah Laut (Tala) mendapat bantuan dana siap pakai sebesar Rp. 11,7 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat untuk stimulan rumah rusak. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Tanah Laut  Abdi Rahman bertempat di Aula Sutopo Gedung Graha BNPB Pusat, Jakarta Timur, Senin (24/5).

Dana Siap Pakai tersebut diberikan untuk memperbaiki atau sebagai ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Dana tersebut dibagi menjadi tiga kategori yaitu untuk rusak berat, sedang dan ringan.

Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman mengatakan dana tersebut akan secepatnya digunakan untuk memperbaiki kerusakan akibat banjir beberapa waktu lalu. “Sesuai dari arahan Kepala BNPB Pusat, dana ini akan digunakan secepat mungkin untuk masyarakat terdampak banjir,” ucap Wakil Bupati Tanah Laut.

Favehotel Banjarmasin

Selanjutnya dia mengatakan untuk pendataan masyarakat yang mengalami kerugian akan dilakukan oleh aparat desa setempat. Dan mereka akan langsung terjun kelapangan untuk menghitung kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana banjir serta tanah longsor di beberapa kecamatan yang ada di Tanah Laut.

“Nanti ada verifikasi untuk masyarakat yang mendapat ganti rugi, data akan ditempel di kantor desa sehingga bisa dilihat siapa saja yang mendapat ganti rugi. Saya tekankan hanya masyarakat terdampak saja yang mendapat dana ganti rugi agar tidak salah sasaran,” tegasnya.

Doni Monardo selaku Kepala BNPB Pusat saat menyerahkan bantuan secara simbolis berpesan, agar betul-betul memastikan dana stimulan ini tepat sasaran dan jangan terlalu lama dalam proses pengerjaan bantuan bangunan. “Dananya bisa secepatnya dicairkan untuk membantu kerugian masyarakat yang terdampak bencana, dan saya ingatkan lagi hanya masyarakat terdampak yang menerima bantuan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini Doni pun mengingatkan betapa pentingnya pohon bagi kehidupan, karena dari banyaknya pohon bisa mencegah beberapa bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, banyak masyarakat yang bisa selamat dari musibah seperti musibah tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu.

“Pemerintah daerah jangan hanya berfokus kepada pembangunan fisik saja tetapi perhatikan alam dengan menanam pohon serta melestarikan lingkungan agar bahaya dari musibah banjir bisa diantisipasi,” pungkasnya. (Prokopim/mr-156/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/