alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Vaksinasi Guru Banjarbaru Dikebut, Tambah 3000 Dosis Khusus Tenaga Pengajar

BANJARBARU – Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kini terus dikebut. Salah satu syarat buat PTM sendiri yakni vaksinasi guru-guru yang akan mengajar tatap muka.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru sendiri memproyeksikan bahwa di awal Juli proses PTM sudah bisa dimulai. Minimal di sekolah-sekolah piloting.

Jika melihat data sekarang, meski sudah ada kurang lebih 1600 guru termasuk tenaga kependidikan dan warga sekolah yang telah divaksin. Namun jika mengacu pada jumlah akumulatif di Banjarbaru, masih ada ribuan guru diketahui masih belum disuntik vaksin.

Favehotel Banjarmasin

Teranyar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru memastikan telah mendapat tambahan dosis vaksin khusus sektor pendidikan ini. Jumlahnya cukup banyak, yakni 3000 dosis atau mampu memgakomodir sekitar 1500 guru lagi.

Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza mengatakan jika vaksi ini telah mereka terima usai didistribusikak oleh pusat melalui provinsi. “Karena memang pusat mengintruksikan bahwa vaksinasi untuk guru bisa dipercepat untuk menyambut persuapan PTM,” katanya.

Dengan datangnya 3000 dosis vaksin merek Sinovac ini, maka kebutuhan vaksin untuk guru di Banjarbaru kata Rizana perlahan bisa dikejar. “Ya minimal kita memenuhi yang sekolah piloting dulu, baru nanti bertahap kepada yang lainnya,” tambahnya.

Agak berbeda dengan vaksinasi guru dan tenaga kependidikan yang pertama. Vaksinasi kedua ini ujarnya tak mesti dilakukan di fasilitas kesehatan. Namun bisa digelar di Aula atau sekolah-sekolah yang ditunjuk.

“Kita sudah koordinasi dengan Disdik, rencananya tanggal 20 sudah dimulai vaksinasi. Untuk lokasinya bisa di Aula atau sekolah, hal ini agar vaksinasi bisa cepat karena melihat pengalaman sebelumnya ada sejunlah guru calon penerima vaksin yang tidak datang ke puskesmas,” katanya.

Lantas kapan dosis vaksin selanjutnya akan tiba lagi? Rizana menjawab bahwa ini tak bisa dipastikan. Sebab pihaknya harus menunggu distribusi dari pusat melalui provinsi.

“Kalau khusus untuk guru ini karena memang ada arahan langsung dari pusat sehingga kita bisa menerima cepat. Karena selain guru, prioritas penerima vaksin saat ini juga kalangan lansia dan pelayan publik,” tuntasnya.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, M Aswan optimistis vaksinasi ini bisa berjalan lancar. Yang mana katanya ini juga agar di awal Juli yang merupakan tahun ajaran baru bisa digelar PTM.

“Dengan adanya tambahan vaksin ini, Insya Allah guru-guru yang di sekolah piloting sudah terakomodir. Ini juga termasuk tenaga kependidikan hingga warga sekolah seperti petugas kebersihan atau taman,” ujarnya.

Disdik sendiri pun tegas Aswan juga mendorong agar para guru bisa kooperatif untuk mengikuti vaksinasi. Bahkan ia menegaskan jika ada sekolah yang gurunya enggan divaksin akan jadi pertimbangan pihaknya mengizinkan PTM di sekolah tersebut.

“Ini adalah salah satu upaya pencegahan kita agar tidak terjadi penularan. Kami dorong terus agar mau divaksin, kalau tidak mau (divaksin) sekolahnya tidak bisa dibuka (PTM),” tegasnya.

Meski peluang PTM mulai terbuka lebar, Aswan memastikan bahwa restu atau izin orang tua tetap jadi kuncinya. Sebab, orang tua katanya berhak untuk tidak mengizinkan anaknya sekolah tatap muka.

“Benar, jadi tetap bahwa izin terakhir ada di orang tua atau wali murid. Kita sendiri akan mempersiapkan sekolah-sekolah dengan protokol kesehatannya untuk meyakinkan orang tua, termasuk kebijakan maksimal 30 persen kapasitas,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kini terus dikebut. Salah satu syarat buat PTM sendiri yakni vaksinasi guru-guru yang akan mengajar tatap muka.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru sendiri memproyeksikan bahwa di awal Juli proses PTM sudah bisa dimulai. Minimal di sekolah-sekolah piloting.

Jika melihat data sekarang, meski sudah ada kurang lebih 1600 guru termasuk tenaga kependidikan dan warga sekolah yang telah divaksin. Namun jika mengacu pada jumlah akumulatif di Banjarbaru, masih ada ribuan guru diketahui masih belum disuntik vaksin.

Favehotel Banjarmasin

Teranyar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru memastikan telah mendapat tambahan dosis vaksin khusus sektor pendidikan ini. Jumlahnya cukup banyak, yakni 3000 dosis atau mampu memgakomodir sekitar 1500 guru lagi.

Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza mengatakan jika vaksi ini telah mereka terima usai didistribusikak oleh pusat melalui provinsi. “Karena memang pusat mengintruksikan bahwa vaksinasi untuk guru bisa dipercepat untuk menyambut persuapan PTM,” katanya.

Dengan datangnya 3000 dosis vaksin merek Sinovac ini, maka kebutuhan vaksin untuk guru di Banjarbaru kata Rizana perlahan bisa dikejar. “Ya minimal kita memenuhi yang sekolah piloting dulu, baru nanti bertahap kepada yang lainnya,” tambahnya.

Agak berbeda dengan vaksinasi guru dan tenaga kependidikan yang pertama. Vaksinasi kedua ini ujarnya tak mesti dilakukan di fasilitas kesehatan. Namun bisa digelar di Aula atau sekolah-sekolah yang ditunjuk.

“Kita sudah koordinasi dengan Disdik, rencananya tanggal 20 sudah dimulai vaksinasi. Untuk lokasinya bisa di Aula atau sekolah, hal ini agar vaksinasi bisa cepat karena melihat pengalaman sebelumnya ada sejunlah guru calon penerima vaksin yang tidak datang ke puskesmas,” katanya.

Lantas kapan dosis vaksin selanjutnya akan tiba lagi? Rizana menjawab bahwa ini tak bisa dipastikan. Sebab pihaknya harus menunggu distribusi dari pusat melalui provinsi.

“Kalau khusus untuk guru ini karena memang ada arahan langsung dari pusat sehingga kita bisa menerima cepat. Karena selain guru, prioritas penerima vaksin saat ini juga kalangan lansia dan pelayan publik,” tuntasnya.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, M Aswan optimistis vaksinasi ini bisa berjalan lancar. Yang mana katanya ini juga agar di awal Juli yang merupakan tahun ajaran baru bisa digelar PTM.

“Dengan adanya tambahan vaksin ini, Insya Allah guru-guru yang di sekolah piloting sudah terakomodir. Ini juga termasuk tenaga kependidikan hingga warga sekolah seperti petugas kebersihan atau taman,” ujarnya.

Disdik sendiri pun tegas Aswan juga mendorong agar para guru bisa kooperatif untuk mengikuti vaksinasi. Bahkan ia menegaskan jika ada sekolah yang gurunya enggan divaksin akan jadi pertimbangan pihaknya mengizinkan PTM di sekolah tersebut.

“Ini adalah salah satu upaya pencegahan kita agar tidak terjadi penularan. Kami dorong terus agar mau divaksin, kalau tidak mau (divaksin) sekolahnya tidak bisa dibuka (PTM),” tegasnya.

Meski peluang PTM mulai terbuka lebar, Aswan memastikan bahwa restu atau izin orang tua tetap jadi kuncinya. Sebab, orang tua katanya berhak untuk tidak mengizinkan anaknya sekolah tatap muka.

“Benar, jadi tetap bahwa izin terakhir ada di orang tua atau wali murid. Kita sendiri akan mempersiapkan sekolah-sekolah dengan protokol kesehatannya untuk meyakinkan orang tua, termasuk kebijakan maksimal 30 persen kapasitas,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/