alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Saturday, 25 June 2022

Pasca Lebaran, Kasus Covid Cenderung Turun

BANJARBARU – Setelah libur panjang biasanya kasus Covid-19 melonjak, gara-gara meningkatnya kegiatan masyarakat. Namun tidak dengan pasca libur Idulfitri 1442 H, Satgas Covid-19 Kalsel mendata hingga kini belum ada peningkatan kasus virus corona.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel M Muslim menyebut, dalam beberapa hari terakhir kasus Covid-19 malah cenderung menurun dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. “Sampai kemarin belum ada lonjakan kasus, justru terjadi kecenderungan penurunan kasus,” sebutnya.

Meski begitu, dia belum dapat menyimpulkan apakah penurunan kasus Covid-19 hasil dari keefektifan kebijakan penyekatan dan pembatasan selama larangan mudik atau tidak.

Favehotel Banjarmasin

Sebab, untuk mengetahui efektif atau tidaknya kebijakan tersebut menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini, baru bisa diketahui pada H+7 Lebaran.

“Dilihat dari pola tahun – tahun yang lalu atau pasca libur itu paling cepat sekitar 1 minggu, jadi belum bisa dilihat efektif tidaknya. Kita berharap apa yang dilakukan itu memang efektif,” harapnya.

Dibeberkannya, kecenderungan penurunan kasus Covid-19 di Kalsel dapat dilihat dari data per Senin (17/5). Dari total kasus terkonfirmasi 33.898 ribu, sudah ada 32.009 orang yang sembuh. Serta, 905 lainnya dirawat.

“Aktifnya 905 orang, atau sekitar 2,67 persen. Ini di bawah nasional yang masih 5,2 persen. Sedangkan yang sembuh 32.009 orang atau 94,43 persen, lebih tinggi dari persentase nasional 92 persen,” bebernya.

Akan tetapi, untuk kasus meninggal dunia Muslim menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan. Sehingga persentasenya berada di atas nasional yakni 2,90 persen. “Nasional 2,8 persen, kita masih di atas nasional. Total saat ini ada 984 orang yang meninggal,” tambahnya.

Adapun langkah – langkah penekanan penyebaran Covid-19 di Kalsel kata Muslim, hingga kini terus dilakukan. Seperti menyediakan tempat karantina, serta gencar melakukan tracing dan tracking.

“Saat ini kita juga masih antisipasi arus balik, jadi apabila adaditemukan positif langsung dikarantina, lalu kita tracing dan tracking,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengedalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru Slamet Mulsiswanto memprediksi pascalebaran kasus Covid-19 di Kalsel nantinya akan melonjak.

“Mungkin Mei ini diprediksi mulai naik. Alasannya adalah tingginya mobilitas libur Lebaran, bahkan ada mudik dini sebelum hari raya Idulfitri,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pada Juni hingga Juli 2021 lonjakan kasus di Kalimantan Selatan dikhawatirkan semakin meningkat. Lantaran, tingginya aktivitas masyarakat dan dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM).

“Orang yang mudik ‘kan kembali bekerja. Kemungkinan juga ada namanya klaster perkantoran, industri hingga pabrik. Juli mendatang, ada isu bahwa PTM akan dibuka berarti bisa ada klaster sekolah juga,” tuturnya.

Dia memperkirakan, pada September atau Oktober mendatang penularan kasus virus corona baru berangsur turun. “Karena mobilitas masyarakat dalam beraktivitas mulai stabil,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Setelah libur panjang biasanya kasus Covid-19 melonjak, gara-gara meningkatnya kegiatan masyarakat. Namun tidak dengan pasca libur Idulfitri 1442 H, Satgas Covid-19 Kalsel mendata hingga kini belum ada peningkatan kasus virus corona.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel M Muslim menyebut, dalam beberapa hari terakhir kasus Covid-19 malah cenderung menurun dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. “Sampai kemarin belum ada lonjakan kasus, justru terjadi kecenderungan penurunan kasus,” sebutnya.

Meski begitu, dia belum dapat menyimpulkan apakah penurunan kasus Covid-19 hasil dari keefektifan kebijakan penyekatan dan pembatasan selama larangan mudik atau tidak.

Favehotel Banjarmasin

Sebab, untuk mengetahui efektif atau tidaknya kebijakan tersebut menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini, baru bisa diketahui pada H+7 Lebaran.

“Dilihat dari pola tahun – tahun yang lalu atau pasca libur itu paling cepat sekitar 1 minggu, jadi belum bisa dilihat efektif tidaknya. Kita berharap apa yang dilakukan itu memang efektif,” harapnya.

Dibeberkannya, kecenderungan penurunan kasus Covid-19 di Kalsel dapat dilihat dari data per Senin (17/5). Dari total kasus terkonfirmasi 33.898 ribu, sudah ada 32.009 orang yang sembuh. Serta, 905 lainnya dirawat.

“Aktifnya 905 orang, atau sekitar 2,67 persen. Ini di bawah nasional yang masih 5,2 persen. Sedangkan yang sembuh 32.009 orang atau 94,43 persen, lebih tinggi dari persentase nasional 92 persen,” bebernya.

Akan tetapi, untuk kasus meninggal dunia Muslim menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan. Sehingga persentasenya berada di atas nasional yakni 2,90 persen. “Nasional 2,8 persen, kita masih di atas nasional. Total saat ini ada 984 orang yang meninggal,” tambahnya.

Adapun langkah – langkah penekanan penyebaran Covid-19 di Kalsel kata Muslim, hingga kini terus dilakukan. Seperti menyediakan tempat karantina, serta gencar melakukan tracing dan tracking.

“Saat ini kita juga masih antisipasi arus balik, jadi apabila adaditemukan positif langsung dikarantina, lalu kita tracing dan tracking,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengedalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru Slamet Mulsiswanto memprediksi pascalebaran kasus Covid-19 di Kalsel nantinya akan melonjak.

“Mungkin Mei ini diprediksi mulai naik. Alasannya adalah tingginya mobilitas libur Lebaran, bahkan ada mudik dini sebelum hari raya Idulfitri,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pada Juni hingga Juli 2021 lonjakan kasus di Kalimantan Selatan dikhawatirkan semakin meningkat. Lantaran, tingginya aktivitas masyarakat dan dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM).

“Orang yang mudik ‘kan kembali bekerja. Kemungkinan juga ada namanya klaster perkantoran, industri hingga pabrik. Juli mendatang, ada isu bahwa PTM akan dibuka berarti bisa ada klaster sekolah juga,” tuturnya.

Dia memperkirakan, pada September atau Oktober mendatang penularan kasus virus corona baru berangsur turun. “Karena mobilitas masyarakat dalam beraktivitas mulai stabil,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/