alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Jatah Guru PPPK di Banjarbaru 429 Formasi, Tak Ada Rekrutmen CASN Guru Tahun Ini

BANJARMASIN – Tahun 2021 ini, pemerintah pusat memastikan akan ada rekrutmen Aparatur Sipil Negara. Rencananya, melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), proses rekrutmen dihelat di akhir Mei ini.

Meski jadi kabar gembira bagi calon pelamar CASN. Namun kebijakan baru di rekrutmen tahun ini juga membuat kalangan tenaga pendidik atau guru di jalur CASN harus gigit jari. Sebab, jatah guru dipastikan nihil dan hanya dijatahi lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di Provinsi Kalsel sendiri, menurut data dari BKD Kalsel akan ada 2.327 formasi yang dijatahi pusat. Formasi tersebut tak hanya CASN, namun juga PPPK termasuk rekrutmen untuk tenaga pengajar.

Favehotel Banjarmasin

“Formasi PPPK paling banyak, jumlahnya 1.906 formasi. Sementara CPNS hanya 421 formasi,” informasi Kepala BKD Kalsel, Sulkan sebelumnya.

Nah di Banjarbaru, pihak Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru turut mengonfirmasi bahwa CASN untuk guru juga dipastikan tak ada jatah. Hanya jalur PPPK saja.

“Untuk kategori CASN formasi tenaga pendidik tahun ini memang tidak ada, jadi hanya lewat PPPK saja sesuai kebijakan dari pusat,” kata Kepala BKPP Banjarbaru, Sri Lailana.

Adapun, untuk PPPK tenaga pengajar atau guru yang diberi jatah oleh pemerintah pusat untuk Banjarbaru adalah 429 formasi. Angka ini mengerucut dari 544 formasi yang diusulkan daerah.

Syahdan, secara akumulatif, Pemko Banjarbaru klaim Sri sebenarnya juga telah mengusulkan 1082 formasi. Baik untuk CASN maupun PPPK. Namun dari usulan tersebut, sebagian diantaranya dicoret oleh pemerintah pusat.

“Kita usulkan ada 1082 formasi dan yang ditetapkan oleh pusat adalah 810 formasi. Paling banyak memang PPPK lebih dari setengahnya, sementara yang CASN ditetapkan hanya 287 formasi,” bebernya.

Jika dirinci, dari 810 formasi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk Kota Banjarbaru. Tenaga pendidik khususnya di PPPK masih terbanyak yang diikuti oleh tenaga teknis sebanyak 50 formasi dan tenaga kesehatan 44 formasi.

“Untuk formasi yang CASN yang ditetapkan pusat, tenaga kesehatan lebih banyak yakni 74 formasi dan tenaga teknis juga jauh lebih banyak ketimbang PPPK yakni dijatahi 213 formasi,” katanya.

Untuk proses atau tahapan selanjutnya, saat ini pihaknya tegas Sri masih menunggu instruksi atau pemberitahuan dari pusat. “Nanti jika ada perkembangan akan kita informasikan di berbagai platform informasi kita,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARMASIN – Tahun 2021 ini, pemerintah pusat memastikan akan ada rekrutmen Aparatur Sipil Negara. Rencananya, melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), proses rekrutmen dihelat di akhir Mei ini.

Meski jadi kabar gembira bagi calon pelamar CASN. Namun kebijakan baru di rekrutmen tahun ini juga membuat kalangan tenaga pendidik atau guru di jalur CASN harus gigit jari. Sebab, jatah guru dipastikan nihil dan hanya dijatahi lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di Provinsi Kalsel sendiri, menurut data dari BKD Kalsel akan ada 2.327 formasi yang dijatahi pusat. Formasi tersebut tak hanya CASN, namun juga PPPK termasuk rekrutmen untuk tenaga pengajar.

Favehotel Banjarmasin

“Formasi PPPK paling banyak, jumlahnya 1.906 formasi. Sementara CPNS hanya 421 formasi,” informasi Kepala BKD Kalsel, Sulkan sebelumnya.

Nah di Banjarbaru, pihak Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru turut mengonfirmasi bahwa CASN untuk guru juga dipastikan tak ada jatah. Hanya jalur PPPK saja.

“Untuk kategori CASN formasi tenaga pendidik tahun ini memang tidak ada, jadi hanya lewat PPPK saja sesuai kebijakan dari pusat,” kata Kepala BKPP Banjarbaru, Sri Lailana.

Adapun, untuk PPPK tenaga pengajar atau guru yang diberi jatah oleh pemerintah pusat untuk Banjarbaru adalah 429 formasi. Angka ini mengerucut dari 544 formasi yang diusulkan daerah.

Syahdan, secara akumulatif, Pemko Banjarbaru klaim Sri sebenarnya juga telah mengusulkan 1082 formasi. Baik untuk CASN maupun PPPK. Namun dari usulan tersebut, sebagian diantaranya dicoret oleh pemerintah pusat.

“Kita usulkan ada 1082 formasi dan yang ditetapkan oleh pusat adalah 810 formasi. Paling banyak memang PPPK lebih dari setengahnya, sementara yang CASN ditetapkan hanya 287 formasi,” bebernya.

Jika dirinci, dari 810 formasi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk Kota Banjarbaru. Tenaga pendidik khususnya di PPPK masih terbanyak yang diikuti oleh tenaga teknis sebanyak 50 formasi dan tenaga kesehatan 44 formasi.

“Untuk formasi yang CASN yang ditetapkan pusat, tenaga kesehatan lebih banyak yakni 74 formasi dan tenaga teknis juga jauh lebih banyak ketimbang PPPK yakni dijatahi 213 formasi,” katanya.

Untuk proses atau tahapan selanjutnya, saat ini pihaknya tegas Sri masih menunggu instruksi atau pemberitahuan dari pusat. “Nanti jika ada perkembangan akan kita informasikan di berbagai platform informasi kita,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/