alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Dibikin Cantik, Lalu Dapat Income

Menjadi model makeup punya banyak kelebihan. Selain mendapat penghasilan, si model juga dibuat cantik. Profesi itulah yang digeluti Thalita Sabella Nahztasya, model makeup asal Banjarmasin.

Profesi ini dijalani sejak lima tahun belakangan. Tepatnya 2016, Thalita mencoba peruntungan di bidang ini. Bermula dari kegemarannya berdandan dan photoshoot.

“Jadi sebelumnya aku terjun ke dunia photoshoot lebih dulu,” tuturnya.

Favehotel Banjarmasin

Menurutnya, profesi ini sekarang sangat menjanjikan. Karena ada banyak make up artist (MUA) dan pemula yang membutuhkan model untuk dirias. Sebab, berdandan sudah menjadi gaya hidup tersendiri bagi masyarakat.

Jasa Thalita dibutuhkan saat MUA menggelar kelas berdandan, pelatihan private, memperagakan dan mengulas sebuah brand kosmetik.

Ia mematok tarif bervariasi. Mulai dari Rp200 ribu hingga Rp2,5 juta. Tergantung pada momen, kerumitan atau event makeup yang ditawarkan.

Ada banyak MUA kenamaan Kalsel pernah bekerja sama dengannya. Beberapa diantaranya seperti Diah MUA, Cahaya Wedding, Raya Yasmine, Makeup By AW, Miesya Makeup dan banyak lagi.

Make up bold, glowing, korean dan flawless adalah sebagian dari jenis riasan yang pernah diaplikasikan ke wajahnya. Alumni Stienas Banjarmasin ini sangat menikmati profesi yang ia jalani ini.

Ia bahkan sering dipanggil untuk menjadi model makeup di luar kota. Salah satunya di Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Profesionalitas jelas yang harus diutamakan menurutnya. “Harus profesional dalam keadaan apapun. Tidak boleh main HP dan harus fokus saat dirias,” ujar perempuan 23 tahun itu.

Salah satu tantangan menjadi model make up, Thalita harus tetap menjaga penampilannya. Tak hanya kesehatan kulit wajah, tetapi juga kesehatan rambut.

Ada banyak merek dan jenis produk makeup yang ia pakai saat dirias oleh klien. Beruntung, Thalita tidak memiliki kulit yang sensitif. Sehingga tidak mudah alergi.

Namun ia tetap mengantisipasi kemungkinan itu. Dengan membersihkan wajah memakai tisu basah dan facial wash setelah menunaikan tugasnya. “Dan jangan pakai cream duluan sebelum didandan,” ujarnya.

Dari profesi ini, Thalita juga mendapat ilmu yang luas seputar kecantikan. “Selain dibikin cantik dan dapat pemasukan, aku juga dapat wawasan dan pengalaman mengikuti lomba-lomba makeup,” tuntas pemilik Instagram @thalita_nahztasyafz itu. (tia/bin/ema)

 

 

Menjadi model makeup punya banyak kelebihan. Selain mendapat penghasilan, si model juga dibuat cantik. Profesi itulah yang digeluti Thalita Sabella Nahztasya, model makeup asal Banjarmasin.

Profesi ini dijalani sejak lima tahun belakangan. Tepatnya 2016, Thalita mencoba peruntungan di bidang ini. Bermula dari kegemarannya berdandan dan photoshoot.

“Jadi sebelumnya aku terjun ke dunia photoshoot lebih dulu,” tuturnya.

Favehotel Banjarmasin

Menurutnya, profesi ini sekarang sangat menjanjikan. Karena ada banyak make up artist (MUA) dan pemula yang membutuhkan model untuk dirias. Sebab, berdandan sudah menjadi gaya hidup tersendiri bagi masyarakat.

Jasa Thalita dibutuhkan saat MUA menggelar kelas berdandan, pelatihan private, memperagakan dan mengulas sebuah brand kosmetik.

Ia mematok tarif bervariasi. Mulai dari Rp200 ribu hingga Rp2,5 juta. Tergantung pada momen, kerumitan atau event makeup yang ditawarkan.

Ada banyak MUA kenamaan Kalsel pernah bekerja sama dengannya. Beberapa diantaranya seperti Diah MUA, Cahaya Wedding, Raya Yasmine, Makeup By AW, Miesya Makeup dan banyak lagi.

Make up bold, glowing, korean dan flawless adalah sebagian dari jenis riasan yang pernah diaplikasikan ke wajahnya. Alumni Stienas Banjarmasin ini sangat menikmati profesi yang ia jalani ini.

Ia bahkan sering dipanggil untuk menjadi model makeup di luar kota. Salah satunya di Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Profesionalitas jelas yang harus diutamakan menurutnya. “Harus profesional dalam keadaan apapun. Tidak boleh main HP dan harus fokus saat dirias,” ujar perempuan 23 tahun itu.

Salah satu tantangan menjadi model make up, Thalita harus tetap menjaga penampilannya. Tak hanya kesehatan kulit wajah, tetapi juga kesehatan rambut.

Ada banyak merek dan jenis produk makeup yang ia pakai saat dirias oleh klien. Beruntung, Thalita tidak memiliki kulit yang sensitif. Sehingga tidak mudah alergi.

Namun ia tetap mengantisipasi kemungkinan itu. Dengan membersihkan wajah memakai tisu basah dan facial wash setelah menunaikan tugasnya. “Dan jangan pakai cream duluan sebelum didandan,” ujarnya.

Dari profesi ini, Thalita juga mendapat ilmu yang luas seputar kecantikan. “Selain dibikin cantik dan dapat pemasukan, aku juga dapat wawasan dan pengalaman mengikuti lomba-lomba makeup,” tuntas pemilik Instagram @thalita_nahztasyafz itu. (tia/bin/ema)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/