alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Hindari Penjaga di Perbatasan, Peziarah Manfaatkan Jalur Sungai

BANJARMASIN – Libur lebaran biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berziarah. Salah satu tujuan wisata religi favorit adalah Makam Sultan Suriansyah di Kampung Kuin, Banjarmasin Utara.

Peziarah ke kompleks makam Sultan Banjar itu bisa mencapai ratusan. “Di buku tamu bisa tercatat 500 orang per hari,” kata pengelola makam, H Ahmad Mahfuz, kemarin (16/5) sore.

Bukan hanya dari Banjarmasin, tapi juga dari Martapura, Marabahan, bahkan sampai Kapuas. Yang menarik, banyak peziarah yang datang dengan menaiki kelotok. Merapat ke dermaga Sungai Kuin.

Favehotel Banjarmasin

Itu trik peziarah untuk menghindari PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau penjagaan di perbatasan. Dalam satu perahu bermesin itu, yang datang bisa satu keluarga.

“Banyak yang memilih kelotok karena di jalur darat ada pembatasan,” tambah Mahfuz.

Contohnya Rusdi. Berangkat dari Sungai Batang, Kabupaten Banjar sejak pagi, ia tiba di Kampung Kuin pada siang harinya.

“Sudah hajat keluarga. Setiap tahun kami ziarah kemari. Selain ke makam sultan, juga berziarah ke Makam Habib Basirih. Di sana aksesnya kan bisa pakai kelotok juga,” jelasnya.

Sementara Wiwin, warga Banjarbaru, memang berlebaran di rumah orang tuanya di Banjarmasin. Seusai berziarah, ia hendak mengajak putrinya jalan-jalan ke mal. “Karena Senin sudah masuk kerja lagi,” tukasnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Libur lebaran biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berziarah. Salah satu tujuan wisata religi favorit adalah Makam Sultan Suriansyah di Kampung Kuin, Banjarmasin Utara.

Peziarah ke kompleks makam Sultan Banjar itu bisa mencapai ratusan. “Di buku tamu bisa tercatat 500 orang per hari,” kata pengelola makam, H Ahmad Mahfuz, kemarin (16/5) sore.

Bukan hanya dari Banjarmasin, tapi juga dari Martapura, Marabahan, bahkan sampai Kapuas. Yang menarik, banyak peziarah yang datang dengan menaiki kelotok. Merapat ke dermaga Sungai Kuin.

Favehotel Banjarmasin

Itu trik peziarah untuk menghindari PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau penjagaan di perbatasan. Dalam satu perahu bermesin itu, yang datang bisa satu keluarga.

“Banyak yang memilih kelotok karena di jalur darat ada pembatasan,” tambah Mahfuz.

Contohnya Rusdi. Berangkat dari Sungai Batang, Kabupaten Banjar sejak pagi, ia tiba di Kampung Kuin pada siang harinya.

“Sudah hajat keluarga. Setiap tahun kami ziarah kemari. Selain ke makam sultan, juga berziarah ke Makam Habib Basirih. Di sana aksesnya kan bisa pakai kelotok juga,” jelasnya.

Sementara Wiwin, warga Banjarbaru, memang berlebaran di rumah orang tuanya di Banjarmasin. Seusai berziarah, ia hendak mengajak putrinya jalan-jalan ke mal. “Karena Senin sudah masuk kerja lagi,” tukasnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/