alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Besuk Lebaran Masih Ditiadakan, Lapas Tambah Komputer Video Call

BANJARBARU – Karena masih situasi pandemi Covid-19. Layanan besuk atau kunjungan tatap muka di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banjarbaru kembali ditiadakan di momen lebaran tahun ini.

Hal ini sama persis dengan momentum lebaran tahun 2020 lalu ketika layanan besuk juga tak digelar. Alasan tegas pihak Lapas sendiri jelas agar mencegah potensi penularan di lingkungan penjara.

Kepala Lapas Kelas II Banjarbaru, Amico Balalembang menegaskan bahwa sesuai keputusan, maka tak ada kunjungan keluarga atau kerabat dari para narapidana di Lapas Banjarbaru.

Favehotel Banjarmasin

“Pertimbangan kita tetap dengan alasan kesehatan di masa pandemi Covid-19. Jadi kunjungan dipastikan ditiadakan, hanya boleh titipan barang atau makanan saja, itupun kami seleksi ketat,” kata Amico.

Dengan peniadaan layanan besuk atau kunjungan langsung ini. Maka pihak Lapas Banjarbaru sendiri menyediakan layanan Video Call (VC) bagi para narapidana yang ingin melepas rindu dengan kerabat atau keluarganya.

“Benar jadi kita sediakan layanan Video Call untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) kita selama pandemi Covid-19. Nanti secara bergantian, WBP akan diberi layanan VC selama 5-10 menit untuk menghubungi keluarga atau kerabatnya,” bebernya.

Menyadari bahwa momentum lebaran akan terjadi lonjakan permintaan layanan ini. Maka pihaknya klaim Amico sudah menambah sarana dan prasarana yang diperlukan. Baik tambahan unit PC (Personal Computer) hingga urusan jaringan internetnya.

“Jika di hari normal kita ada 4 unit PC, nah karena lebaran maka baru saja kita tambah 2 unit, sehingga ada 6 unit PC yang bisa digunakan. Lalu untuk antisipasi lagi, kami juga sediakan ponsel android,” tambahnya.

Adapun, selain layanan VC yang bisa tatap muka secara daring. Kalapas juga mengatakan bahwa disetiap blok tahanan telah disediakan layanan telepon berupa wartel umum.

“Benar, di tiap blok itu ada wartelnya jadi bisa lewat telepon biasa kalau nanti layanan Video Call nya penuh atau antri. Namun nanti kita optimalkan agar semua bisa menggunakan yang VC, mungkin kita persingkat durasi waktunya,” tuntasnya.

Sebagai informasi, saat ini total penghuni Lapas Banjarbaru sudah mencapai 1789 narapidana. Tak hanya dari Banjarbaru, narapidana yang mendekam juga ada berasal dari luar daerah dengan berbagai kasus pidana. (rvn/ema)

BANJARBARU – Karena masih situasi pandemi Covid-19. Layanan besuk atau kunjungan tatap muka di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banjarbaru kembali ditiadakan di momen lebaran tahun ini.

Hal ini sama persis dengan momentum lebaran tahun 2020 lalu ketika layanan besuk juga tak digelar. Alasan tegas pihak Lapas sendiri jelas agar mencegah potensi penularan di lingkungan penjara.

Kepala Lapas Kelas II Banjarbaru, Amico Balalembang menegaskan bahwa sesuai keputusan, maka tak ada kunjungan keluarga atau kerabat dari para narapidana di Lapas Banjarbaru.

Favehotel Banjarmasin

“Pertimbangan kita tetap dengan alasan kesehatan di masa pandemi Covid-19. Jadi kunjungan dipastikan ditiadakan, hanya boleh titipan barang atau makanan saja, itupun kami seleksi ketat,” kata Amico.

Dengan peniadaan layanan besuk atau kunjungan langsung ini. Maka pihak Lapas Banjarbaru sendiri menyediakan layanan Video Call (VC) bagi para narapidana yang ingin melepas rindu dengan kerabat atau keluarganya.

“Benar jadi kita sediakan layanan Video Call untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) kita selama pandemi Covid-19. Nanti secara bergantian, WBP akan diberi layanan VC selama 5-10 menit untuk menghubungi keluarga atau kerabatnya,” bebernya.

Menyadari bahwa momentum lebaran akan terjadi lonjakan permintaan layanan ini. Maka pihaknya klaim Amico sudah menambah sarana dan prasarana yang diperlukan. Baik tambahan unit PC (Personal Computer) hingga urusan jaringan internetnya.

“Jika di hari normal kita ada 4 unit PC, nah karena lebaran maka baru saja kita tambah 2 unit, sehingga ada 6 unit PC yang bisa digunakan. Lalu untuk antisipasi lagi, kami juga sediakan ponsel android,” tambahnya.

Adapun, selain layanan VC yang bisa tatap muka secara daring. Kalapas juga mengatakan bahwa disetiap blok tahanan telah disediakan layanan telepon berupa wartel umum.

“Benar, di tiap blok itu ada wartelnya jadi bisa lewat telepon biasa kalau nanti layanan Video Call nya penuh atau antri. Namun nanti kita optimalkan agar semua bisa menggunakan yang VC, mungkin kita persingkat durasi waktunya,” tuntasnya.

Sebagai informasi, saat ini total penghuni Lapas Banjarbaru sudah mencapai 1789 narapidana. Tak hanya dari Banjarbaru, narapidana yang mendekam juga ada berasal dari luar daerah dengan berbagai kasus pidana. (rvn/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/